BolaSkor.com - Laga sengit antara Jerman melawan Pantai Gading di Piala Dunia 2026 menyisakan sebuah kontroversi. Kemenangan dramatis skuad Der Panzer diwarnai oleh tudingan minimnya semangat fair play dari tim lawan.
Jerman sukses melaju ke fase gugur usai menang 2-1 atas Pantai Gading di Toronto Stadium, Minggu (21/06) dini hari WIB, melalui dua gol Deniz Undav (68', 90+4') yang membalas gol Franck Kessie (30').
Tim arahan Julian Nagelsmann menang dua kali beruntun, usai menang 7-1 atas Curacao, dan meraih enam poin yang memastikan mereka lolos ke-32 besar. Namun kemenangan Jerman itu menyisakan cerita untuk Pantai Gading.
Baca Juga:
Daftar 3 Tim yang Memastikan Diri Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Jerman Terbaru
Hasil Piala Dunia 2026: Deniz Undav Jadi Pembeda, Jerman Comeback Melawan Pantai Gading
Klasemen Terbaru Grup E dan Grup F Piala Dunia 2026: Kemenangan Membawa Belanda dan Jerman ke Puncak
Jerman dituding tak bermain fair play dan insiden tersebut bermula saat bek Pantai Gading, Wilfried Singo, membuang bola keluar lapangan karena mengalami cedera.
Namun, bek sayap Jerman, Nathaniel Brown, justru tidak mengembalikan bola dan langsung menginisiasi serangan dari lemparan ke dalam.
Kekecewaan atas Minimnya Fair Play
Sikap pemain Jerman tersebut langsung menyulut emosi pelatih Pantai Gading, Emerse Fae.
"Saya mengatakan kepadanya (Brown) untuk tetap rendah hati. Dia bermain bagus, dan dia tidak perlu berbicara buruk kepada kami karena dia tertinggal atau saat kedudukan 1-1 karena dia ingin menang," cetus Fae dilansir dari ESPN.
Sang juru taktik pun mengaku sangat menyayangkan hilangnya rasa saling menghormati di lapangan.
Kami menginginkan lebih banyak fair play dari Jerman. Kami ingin mereka mengembalikan bola kepada kami ketika Singo cedera,
keluh Fae menyoroti insiden tersebut.
Fae merasa Jerman seharusnya bisa menjadi contoh yang baik di panggung sebesar Piala Dunia.
Mereka adalah negara sepak bola yang hebat, dan kami mengambil contoh dari mereka, jadi saya kecewa dengan kurangnya fair play mereka,
sambungnya menambahkan.
Meski begitu, Fae tetap sportif mengakui keunggulan lawan usai Deniz Undav mencetak gol kemenangan.
"Kedua tim pantas menang dan memiliki peluang untuk memenangi pertandingan. Kerja bagus untuk Jerman. Mereka memenangi pertandingan karena pengalaman mereka," puji Fae.
Bangkit Menatap Laga Berikutnya

Selebrasi para pemain Jerman usai Deniz Undav merobek gawang Pantai Gading. (FIFA)
Kini, skuad Pantai Gading dituntut untuk segera move on dan menggunakan kekalahan ini sebagai pelajaran berharga.
"Kami akan menggunakan (pengalaman) ini untuk terus berkembang dan memperbaiki kesalahan kecil yang kami buat. Takdir kami masih ada di kaki kami sendiri, dan kami bisa lolos tanpa harus bergantung pada hasil lain," urai Fae.
Winger Pantai Gading, Amad Diallo, menegaskan bahwa seluruh pemain bertekad kuat untuk bangkit.
Kami menghormati diri kami sendiri, namun kami ingin mengukir sejarah bagi Pantai Gading, dan kami akan pergi ke sana dengan mentalitas yang baik dan mencoba untuk hidup kembali,
ungkap Diallo.
Peluang Pantai Gading untuk lolos masih terbuka saat menghadapi Curacao di laga selanjutnya, laga terakhir grup E Piala Dunia 2026 di Philadelphia Stadium pada Jumat (26/06) pukul 03.00 dini hari WIB.
"Ini akan menjadi momen besar bagi semua orang, bagi generasi baru ini, karena kami tahu kami memiliki kualitas di dalam tim," tutur pemain Manchester United itu.
"Namun prioritas kami sekarang adalah benar-benar fokus pada diri kami sendiri. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit," pungkas Diallo.