• Home
  • Piala Dunia 2026
  • Football
  • Sport
  • Feature
  • Result
  • Show
  • Home
  • Piala Dunia 2026
  • Football
    • Indonesia
    • Inggris
    • Spanyol
    • Italia
    • Liga Lain
    • Eropa
    • Internasional
  • Sport
    • Basket
    • MotoGP
    • Bulutangkis
    • Lainnya
  • Feature
  • Result
    • Jadwal
    • Hasil
    • Prediksi
  • Show
    • Foto
    • Video

© Copyright 2021 - bolaskor.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Indonesia
  • Inggris
  • Spanyol
  • Italia
  • Liga Lain
  • Eropa
  • Internasional
  • Basket
  • MotoGP
  • Bulutangkis
  • Lainnya
  • Jadwal
  • Hasil
  • Prediksi
  • Foto
  • Video
Breaking News
 
Sabtu, 18 Juli 2026
Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
  • Sosok
  • Feature
  • Timnas
  • Liga Indonesia
  • Indonesia

Kisah Kurniawan Dwi Yulianto Bagian II: Sukses bersama PSM dan Persebaya, Timnas Indonesia, dan Cita-cita

Legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, pernah berkisah kepada BolaSkor.com tentang karier, momen krusial, hingga cita-citanya
Tengku SufiyantoTengku Sufiyanto - Senin, 13 Juli 2020
Kisah Kurniawan Dwi Yulianto Bagian II: Sukses bersama PSM dan Persebaya, Timnas Indonesia, dan Cita-cita
Kurniawan Dwi Yulianto. (BolaSkor.com/Prima Pribadi)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, pernah berkisah kepada BolaSkor.com tentang karier, momen krusial, hingga cita-citanya. BolaSkor.com sudah memuat artikel pertama tentang Si Kurus dengan judul "Kisah Kurniawan Dwi Yulianto Bagian I : Sebutan Si Kurus, Sampdoria Melawan Juventus, hingga FC Luzern".

Kini, BolaSkor.com di hari lahirnya ke-44 tahun, Senin (13/7), melanjutkan kisah perjuangan Kurniawan sebagai pesepak bola profesional setelah mendapat kontrak dari klub kasta tertinggi kompetisi Swiss, FC Luzern. Di sana, Kurniawan merasakan betul-betul menjadi pesepak bola profesional. Sikap disiplin yang ketat kelas Eropa hingga endorsment dalam hal perlengkapan menjadi hal awam bagi dirinya.

Gol Perdana di FC Luzern

Kurniawan langsung tampil memikat. Ia berhasil mencetak gol ketika FC Luzern mengalahkan Basel 2-1 pada laga lanjutan kasta tertinggi kompetisi sepak bola Swiss di tahun 1995.

“Sepatu pertama saat karier profesional, saya dapat sepatu gratis karena FC Luzern disponsori Adidas. Waktu itu sepatunya Adidas Copa Mundial. Kami tidak membeli. Kami dapat bebas, tinggal ambil di tokonya. Gaji pertama di FC Luzern adalah 3 ribu Swiss Franc (saat ini sekitar Rp40 juta lebih). Saat itu, gaji sama bonus malah lebih besar bonus,” ungkap Kurniawan kepada BolaSkor.com.

“Saat itu (1995) saya main. Kemudian saya mencetak gol kemenangan untuk tim saya di derby Swiss yang luar biasa.Saya menjadi orang Indonesia pertama yang bisa bisa mencetak gol di liga Eropa resmi, bukan trial dan saya benar-benar dikontrak,” tambahnya.

Baca Juga:

Mengenang Tony Dunne, Legenda Manchester United yang Dikagumi Rekan Setimnya

Nostalgia - Ketika Paul Ince Jadi Kapten Kulit Hitam Pertama Timnas Inggris, 27 Tahun Silam

Kurniawan Dwi Yulianto
Pelatih Sabah FA, Kurniawan Dwi Yulianto. (BolaSkor.com/Kristian Joan)

Kurniawan akhirnya mendapat panggilan Timnas Indonesia Senior ketika masih berumur 18 tahun pada tahu 1995. Ia sangat beruntung bertemu pemain senior yang dapat membimbingnya.

"Jadi waktu saya di Swiss itu pertama kali dipanggil saat saya umur 18 tahun tahun 1995 Timnas Indonesia Senior di Ciang Mai (SEAGames 1995 Thailand). Itu pengalaman berharga untuk saya. Saya harus bergabung dengan coach Fakhri (Husaini), Aji (Santoso), Jaya (Hartono), Robby (Darwis), itu saya sempat minder juga, tapi saya punya pikiran minder akan kacau saya cuek, dan alhamdulillah senior bisa bantu saya," ujarnya.

Kepopuleran Kurniawan membuatnya agak terperosok ke lubang hitam. Ia diduga menggunakan obat-obatan terlarang. Kurniawan bangkit dengan nasihat sang ibunda yang selalu terngiang di telinganya.

"Ya di Swiss tuh menguji mental saya antar hidup dan mati, kalau saya lemah wasalam. Saya dihujat sana-sini. Ibu selalu mendukung saya dengan jawab cacian dengan prestasi. Mereka akan diam ketika saya berprestasi, akhirnya diam, ini jadi buat pelajaran hidup saya," kata Kurniawan.

Lanjut Baca lagi
Kurniawan dwi yulianto Timnas Indonesia Psm makassar Persebaya surabaya Breaking News
Tengku Sufiyanto

Tengku Sufiyanto

I am a senior sports journalist specializing in football, with nearly 14 years of professional experience in the industry. Throughout my career, I have worked for several leading Indonesian media outlets, including Suara.com, Bola.com, and Indosport.com. I have covered major international sporting events, including the FIFA World Cup 2026, the FIFA U-17 World Cup 2023, the AFC Asian Cup 2023, and the Asian Games 2018. Two of my feature articles have been used as academic references in university research projects: "Exploring the Historical Connection Between PSIM Yogyakarta and the Yogyakarta Sultanate" and "How Persib Ended Dutch Football Hegemony in the City of Bandung."
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Ragam
Kilas Balik Piala Dunia: Ketika Debutan Kroasia Tampil Ngotot di Perebutan Peringkat Ketiga
Kroasia menandai debut mereka di Piala Dunia dengan merebut peringkat ketiga.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Kilas Balik Piala Dunia: Ketika Debutan Kroasia Tampil Ngotot di Perebutan Peringkat Ketiga
Piala Dunia
Final Piala Dunia 2026 Dibayangi Kabut Asap, Kualitas Udara Jadi Sorotan Jelang Spanyol vs Argentina
Jelang laga final Piala Dunia 2026 di New York, penyelenggara dihadapkan pada ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan di Kanada.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Final Piala Dunia 2026 Dibayangi Kabut Asap, Kualitas Udara Jadi Sorotan Jelang Spanyol vs Argentina
Ragam
5 Pertandingan Perebutan Peringkat Ketiga Paling Seru di Piala Dunia
Berikut lima pertandingan perebutan tempat ketiga paling seru yang pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
5 Pertandingan Perebutan Peringkat Ketiga Paling Seru di Piala Dunia
MotoGP
Mario Aji dan Veda Ega Riding di Jakarta Sambil Sapa Penggemar
Keseruan ini dimulai dari Hotel Artotel, Senayan, Jakarta Selatan hingga Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat pada Jumat (17/7) sore WIB.
Tengku Sufiyanto - Jumat, 17 Juli 2026
Mario Aji dan Veda Ega Riding di Jakarta Sambil Sapa Penggemar
Piala Dunia
Nimbus Si Kucing Ramal Pemenang Prancis vs Inggris
Nimbus, si kucing peramal Piala Dunia 2026, memprediksi Prancis akan mengalahkan Inggris pada perebutan tempat ketiga. Simak hasil ramalan, akurasi Nimbus, dan prediksi Superkomputer Opta.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Nimbus Si Kucing Ramal Pemenang Prancis vs Inggris
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Hasil Head to Head Prancis vs Inggris
Head to head Prancis vs Inggris jelang perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 menunjukkan keunggulan Les Bleus. Simak rekor pertemuan, hasil enam laga terakhir, dan statistik kedua tim sebelum duel di Miami.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Hasil Head to Head Prancis vs Inggris
Liga Indonesia
STY Buka Suara soal Masa Depan Andritany Ardhiyasa di Persija
Shin Tae-yong akhirnya angkat bicara soal absennya Andritany Ardhiyasa dari latihan Persija Jakarta. STY menyebut keputusan terkait sang kiper akan diumumkan resmi oleh klub.
Rizqi Ariandi - Jumat, 17 Juli 2026
STY Buka Suara soal Masa Depan Andritany Ardhiyasa di Persija
Indonesia
Bandung Seperti Paris, Gabriel Mutombo Nyaman Perkuat Persib
Bek anyar Persib Bandung asal Prancis, Gabriel Mutombo, mengaku terkesan dengan atmosfer tim, Bobotoh, dan kenyamanan Kota Bandung. Simak komentar lengkapnya usai menjalani latihan bersama Persib.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Bandung Seperti Paris, Gabriel Mutombo Nyaman Perkuat Persib
Piala Dunia
Superkomputer Opta Prediksi Skor Prancis vs Inggris: Les Bleus Tak Pulang dengan Tangan Hampa
Superkomputer Opta memprediksi Prancis lebih diunggulkan mengalahkan Inggris pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Simak persentase kemenangan, rekor kedua tim, dan prediksi skor pertandingan.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Superkomputer Opta Prediksi Skor Prancis vs Inggris: Les Bleus Tak Pulang dengan Tangan Hampa
Piala Dunia
Timnas Prancis Mager Menghadapi Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026
Timnas Prancis dikabarkan kehilangan motivasi menghadapi Inggris pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Simak alasan Les Bleus enggan bermain, potensi rotasi Didier Deschamps, serta dampaknya bagi FIFA Ranking dan perburuan top skor.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Timnas Prancis Mager Menghadapi Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026
Bagikan

Paramount Hill Golf Blok GGT No 112 Paramount Serpong, Pagedangan, Kab. Tangerang, 15332 Banten, Indonesia.

Telepon : +62 21-22227290
Email : [email protected]

  • Home
  • Football
  • Sport
  • Feature
  • Result
  • Show
  • Indonesia
  • Inggris
  • Spanyol
  • Italia
  • Liga Lain
  • Eropa
  • Internasional
  • Hasil
  • Prediksi
  • Basket
  • MotoGP
  • Bulutangkis
  • Lainnya
  • Foto
  • Video

Subscribe

© Copyright 2023 - bolaskor.com

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak