Juventus Kalah Dua Kali Beruntun di Liga Champions, Alarm Peringatan untuk Allegri?

Juventus dalam periode negatif dan itu dibenarkan Leonardo Bonucci.
Arief HadiArief Hadi - Kamis, 15 September 2022
Juventus Kalah Dua Kali Beruntun di Liga Champions, Alarm Peringatan untuk Allegri?
Massimiliano Allegri (Laman Resmi UEFA)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Alarm peringatan sudah seyogyanya berbunyi di klub raksasa Serie A, Juventus. Bagaimana tidak, Il Bianconeri menelan dua kekalahan beruntun di fase grup Liga Champions dan berada dalam periode negatif.

Usai kalah 1-2 melawan PSG (Paris Saint-Germain), Juventus besutan Massimiliano Allegri kalah 1-2 saat menjamu Benfica di Allianz Stadium, Kamis (15/09) dini hari WIB. Juventus bahkan terlebih dahulu unggul.

Striker Juventus asal Polandia, Arkadiusz Milik, mencetak gol terlebih dahulu (4') namun perlahan Benfica memegang kontrol pertandingan. Comeback mereka dimulai dari gol penalti Joao Mario (43') sebelum David Neres mencetak gol di babak kedua (55').

Juventus dalam periode negatif dan itu bahkan tidak lagi dibantah oleh kapten tim, Leonardo Bonucci. Ia khawatir dan meminta kepada rekan setimnya untuk segera keluar dari periode tersebut.

Baca Juga:

Graham Potter Dipercaya untuk Proyek Jangka Panjang Chelsea

Hasil Liga Champions: Juventus Kalah Lagi, Chelsea Tertahan di Stamford Bridge

Cari Direktur Olahraga Baru, Chelsea Bidik Penemu Bakat Erling Haaland

"Saya khawatir, tidak ada gunanya menyangkalnya. Sayangnya, kami memiliki kecenderungan untuk kehilangan arah selama pertandingan. Saya tidak tahu mengapa itu terjadi dan itulah yang paling mengkhawatirkan saya," ucap Bonucci seperti dilansir dari Football-Italia.

"Kami berjuang untuk konsistensi selama pertandingan. Kami hanya harus diam dan mulai bekerja. Ini adalah situasi yang harus diubah, kami memiliki banyak pemain yang absen saat ini, jadi pemain yang sama terus bermain dan kelelahan bertambah."

Alarm Peringatan untuk Massimiliano Allegri

Musim ini jadi musim kedua pada periode kedua Massimiliano Allegri melatih Juventus. Apabila di musim lalu tim gagal memenangi Scudetto dan juga kandas di Coppa Italia, dan itu dapat dimaklumi karena Allegri sedang beradaptasi kembali, situasi yang sama belum tentu terjadi musim ini.

Faktanya, Juventus hanya menang sekali dari tujuh laga terakhir mereka. Hal itu sedianya sudah jadi peringatan untuk pelatih berusia 55 tahun tersebut.

Ditambahkan oleh statistik di Opta, Juventus juga baru pertama kali dalam sejarah mereka menelan dua kekalahan di dua laga awal Liga Champions.

"Saya tidak pernah kehilangan dua pertandingan di fase grup Liga Champions sebelumnya, tetapi ada yang pertama kali untuk semuanya. Tidak ada gunanya khawatir, kami hanya harus fokus dan bekerja," tutur Allegri.

Allegri tahu situasi timnya tidak bagus saat ini, tetapi ia menegaskan yang dapat dilakukan adalah terus bekerja keras dan mencoba bangkit di laga berikutnya.

"Saya sudah memberi tahu tim bahwa momen-momen ini terjadi dalam sepak bola, kami harus muncul dari mereka sebagai sebuah tim, dengan rasa tanggung jawab. Kami memiliki pertandingan penting Serie A melawan Monza dan setelah itu kami bisa memikirkan Eropa. Ini pasti akan rumit, tapi tidak semuanya hilang," tambah Allegri.

“Saya tidak perlu mengkritik tim untuk apapun, saya memahami situasi psikologis tim. Kami mengalami beberapa momen sulit dan bereaksi, tetapi kebobolan penalti itu menjelang turun minum, itu merupakan pukulan nyata bagi moral," urainya.

Juventus Benfica Liga Champions Allegri Massimiliano Allegri
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Posts

17.284

Berita Terkait

Spanyol
Latih Real Madrid, Jose Mourinho Pamit ke Benfica
Jose Mourinho resmi menulis surat perpisahan kepada Benfica dan Presiden Rui Costa. The Special One segera diumumkan sebagai pelatih baru Real Madrid.
Arief Hadi - Rabu, 10 Juni 2026
Latih Real Madrid, Jose Mourinho Pamit ke Benfica
Italia
Masih Cari Kiper Baru, Juventus Alihkan Pandangan ke Emiliano Martinez
Juventus mulai mengalihkan fokus ke Emiliano Martinez setelah peluang merekrut Alisson Becker semakin menipis. Kiper Aston Villa itu kini menjadi kandidat utama untuk memperkuat Bianconeri musim depan.
Johan Kristiandi - Selasa, 09 Juni 2026
Masih Cari Kiper Baru, Juventus Alihkan Pandangan ke Emiliano Martinez
Italia
Cari Pengganti Dusan Vlahovic, Juventus Capai Kesepakatan dengan Alexander Sorloth
Juventus dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan Alexander Sorloth. Bianconeri kini fokus bernegosiasi dengan Atletico Madrid untuk menggantikan Dusan Vlahovic.
Johan Kristiandi - Minggu, 07 Juni 2026
Cari Pengganti Dusan Vlahovic, Juventus Capai Kesepakatan dengan Alexander Sorloth
Italia
Tinggalkan Juventus, Dusan Vlahovic Bisa Direkrut Gratis Klub-klub Peminat
Dusan Vlahovic dipastikan meninggalkan Juventus gratis akhir Juni 2026 setelah negosiasi gaji buntu. Chelsea era Xabi Alonso dikabarkan siap menampung.
Arief Hadi - Kamis, 04 Juni 2026
Tinggalkan Juventus, Dusan Vlahovic Bisa Direkrut Gratis Klub-klub Peminat
Feature
4 Pemain ASEAN Berpotensi Main di Liga Champions 2026/2027, Dua dari Indonesia
Champions League musim depan berpotensi menghadirkan empat pemain yang berasal dari negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Siapa saja mereka?
Rizqi Ariandi - Rabu, 03 Juni 2026
4 Pemain ASEAN Berpotensi Main di Liga Champions 2026/2027, Dua dari Indonesia
Liga Champions
Khvicha Kvaratskhelia Pemain Terbaik Liga Champions 2025-2026
Pemain sayap Georgia milik Paris Saint-Germain, Khvicha Kvaratskhelia, dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Champions musim ini oleh panel juri UEFA.
Yusuf Abdillah - Senin, 01 Juni 2026
Khvicha Kvaratskhelia Pemain Terbaik Liga Champions 2025-2026
Liga Champions
Melihat Statistik Final Liga Champions, PSG Lebih Layak Menang ketimbang Arsenal
Gelandang PSG, Joao Neves, menyindir taktik bertahan Arsenal di Final Liga Champions 2026 yang dipertegas oleh rekor statistik penguasaan bola terendah.
Arief Hadi - Minggu, 31 Mei 2026
Melihat Statistik Final Liga Champions, PSG Lebih Layak Menang ketimbang Arsenal
Liga Champions
Arsenal Sudah Terbiasa Jadi Pecundang di Final Kompetisi Eropa
Arsenal kembali gagal meraih trofi Eropa usai kalah dari PSG di final Liga Champions 2026. Simak daftar lima final Eropa terakhir yang berakhir dengan kekalahan The Gunners.
Johan Kristiandi - Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Sudah Terbiasa Jadi Pecundang di Final Kompetisi Eropa
Ragam
3 Faktor yang Membuat Arsenal Kalah Lawan PSG di Final Liga Champions
Arsenal gagal juara Liga Champions 2026 setelah kalah dari PSG lewat adu penalti. Simak 3 faktor utama yang membuat The Gunners harus pulang tanpa trofi.
Johan Kristiandi - Minggu, 31 Mei 2026
3 Faktor yang Membuat Arsenal Kalah Lawan PSG di Final Liga Champions
Inggris
Menghadapi Tim Seperti PSG, Arsenal Tak Punya Cara Lain Selain Bermain Bertahan
Arsenal dikritik karena main bertahan dan andalkan set piece lawan PSG di final Liga Champions 2026. Eddi Brokoli pasang badan dan beri balasan menohok.
Arief Hadi - Minggu, 31 Mei 2026
Menghadapi Tim Seperti PSG, Arsenal Tak Punya Cara Lain Selain Bermain Bertahan
Bagikan