Juventus Harus Dirombak, Dimulai dari Evaluasi untuk Massimiliano Allegri
BolaSkor.com - Dua musim beruntun dilalui raksasa Italia, Juventus, tanpa raihan trofi dan musim ini situasinya lebih parah lagi. Apabila di musim lalu mereka setidaknya mencapai final Coppa Italia dan kalah di final Piala Super Italia, musim ini Juventus tak mencapai final.
Situasi pun diperparah dengan pelanggaran keuangan hingga Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memberikan hukuman pengurangan 10 poin. Teranyar, Juventus kalah 1-4 melawan Empoli dalam lanjutan laga Serie A.
Menilik situasi tersebut mantan pemain Juventus, Alessio Tacchinardi, menilai sudah saatnya Il Bianconeri dirombak dan revolusi itu dimulai dengan evaluasi kepada sang pelatih Massimiliano Allegri.
Baca Juga:
Juventus Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
"Apa yang saya lihat dari pelatih adalah banyak susunan pemain yang berbeda selama dua musim terakhir dalam pencarian putus asa untuk Juve yang tidak pernah ditemukan," ujar Tacchinardi seperti dilansir dari Football-Italia.
"Ketika Juve menginginkannya kembali, mereka tahu Allegri adalah orang yang memiliki hasil yang visi sepak bolanya tidak ditujukan untuk memberikan hiburan. Namun, sepak bola berubah dengan kecepatan yang sama seperti yang kita lihat smartphone baru keluar setiap saat."
"Klub harus mengevaluasi apakah Allegri masih memiliki kompetensi, karisma, dan rasa lapar untuk mempertahankan tim saat tekanan tumbuh setiap tahun. Jika satu-satunya alasan untuk mempertahankannya adalah ekonomi, maka itu akan merusak semua pihak yang terlibat."
Juventus bahkan kesulitan masuk zona Liga Champions musim ini dan Allegri beralasan pengurangan poin jadi penyebabnya, namun Tacchinardi menilai Juventus tidak bisa banyak beralasan setelah kalah telak melawan Empoli, serta kalah di semifinal Coppa Italia serta Liga Europa.
“Tampilan keseluruhan musim hanya bisa negatif. Tim ini berjuang dalam hal konsistensi dan gaya bermain. Pertandingan paling signifikan adalah leg kedua semifinal Coppa Italia melawan Inter dan kekalahan di Empoli, dua malam yang bisa mengubah musim, tetapi Juve tidak muncul," imbuh Tacchinardi.
"Jika mereka mengalahkan Empoli, bahkan dengan penalti 10 poin, mereka masih bisa mengalahkan AC Milan secara head-to-head dan lolos ke Liga Champions. Sebaliknya, mereka menghabiskan kesempatan besar ini dan setelah pertandingan saya mendengar rasa pasrah."
Tacchinardi pun berharap musim ini jadi pembelajaran bagi Juventus untuik berbenah dan menatap positif musim depan.
"Saya harap musim ini setidaknya akan mengajarkan Juventus bahwa nama tidak membawa trofi, tapi (rasa) lapar dan motivasi," harap Tacchinardi.
"Sudah waktunya untuk menyadari bahwa siapa pun di klub yang merasa puas harus menyingkir dan menyerah kepada mereka yang siap makan rumput (bekerja keras) untuk menyelesaikan pekerjaan, memberikan segalanya, tanpa perhitungan atau reservasi."
Arief Hadi
16.183
Berita Terkait
Berita Transfer Inter Milan: Juventus Ganggu Rencana Rekrut Tarik Muharemovic, Davide Frattesi Diincar Klub Inggris
AC Milan Tidak Malu Mengakui Inter dan Napoli Lebih Kuat
Klasemen Terkini Serie A Usai AC Milan Ditahan Genoa: Jarak dengan Inter Milan Semakin Melebar
Gagal Menang di San Siro, Kedewasaan AC Milan dalam Mencapai Target Diuji
Hasil Pertandingan: AC Milan Imbang, Arsenal Urung Menjauh dari Kejaran Manchester City
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming AC Milan vs Genoa, Live Sebentar Lagi
10 Penjualan Termahal Sepanjang Masa Serie A pada Bursa Transfer Januari
Inter Milan di Puncak Klasemen, Chivu: Bahaya Selalu Mengintai!
Prediksi Hasil AC Milan vs Genoa Versi Superkomputer: Rossoneri Berpeluang Tambah Tiga Poin