Inter Milan Tidak Perlu Takut Jual Lautaro Martinez ke Barcelona
BolaSkor.com - Penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, dikabarkan menjadi target utama Barcelona pada bursa transfer musim panas mendatang. El Barca bersedia menebus klausul pelepasan sang bintang.
Lautaro Martinez menunjukkan penampilan impresif pada musim ini. Berduet dengan Romelu Lukaku, eks penggawa Racing Club itu mendulang 16 gol plus empat assist dari 28 laga.
Performa itu membuat Barcelona jatuh hati. Pakar transfer Italia, Gianluca Di Marzio, mengabarkan Los Cules akan mulai bernegosiasi dengan Inter untuk mendapatkan tanda tangan Lautaro.
Baca Juga:
3 Bintang Lazio yang Bisa Menyakiti Inter Milan
Eks Pelatih Juventus Sebut Inter Milan dan Lazio Berpeluang Scudetto
"Pada rencana Barcelona, Lautaro Martinez adalah pemain untuk masa depan dan mereka mulai berbicara dengan Inter. Barcelona kemungkinan akan melibatkan pertukaran pemain," ujar Di Marzio di Sky Sports.
"Lautaro adalah tujuan Barcelona. Mereka sudah mulai mengatur pertemuan selanjutnya, dengan Inter Milan. Barcelona ingin mengamankan El Toro segera mungkin," sambung sang pakar transfer.
"Barcelona akan mengeluarkan lebih dari 111 juta euro - jumlah klausul pelepasan Lautaro. Kita akan berbicara mengenai bicara transfer antara 130-140 juta euro yang diinvestasikan kembali untuk mencari penyerang baru."
"Dengan masuknya pemain lain dalam kesepakatan, itu artinya biaya transfer akan melonjak melebihi nilai klausul Lautaro. Barcelona akan membayarnya secara bertahap," kata Di Marzio.
Berkaca dari pernyataan Di Marzio, Barcelona berencana memasukkan satu pemain dalam kesepakatan untuk mempermulus jalan. Pertanyaannya, apakah Inter Milan akan tergiur?
Bila menilik penampilan, usia, dan hubungan yang sudah terjalin, tentu akan sulit bagi Inter memberikan lampu hijau. Namun, Inter juga tidak akan bisa berbuat banyak bila sang pemain setuju hengkang ke Barcelona. Sebab, terdapat klausul rilis dalam kontrak Lautaro.
Inter Milan juga tidak perlu takut melepas Lautaro ke Barcelona karena berdasarkan rekam jejak, Nerazzurri kerap diuntungkan ketika berbisnis dengan Barca.
Contoh yang paling kentara adalah pada transfer yang melibatkan Zlatan Ibrahimovic dan Samuel Eto'o. Ketika itu, kedua pemain sama-sama masih menjadi andalan bagi kedua tim.
Pada musim panas 2009, diyakini terjadi satu di antara transfer terbesar dalam sejarah sepak bola. Inter mendapatkan 69,5 juta euro plus Samuel Eto'o dari hasil penjualan Ibra. Beberapa pihak meyakini transfer tersebut melebihi angka total 100 juta euro.
Hasilnya, Inter Milan berada pada posisi lebih diuntungkan. Eto'o yang dimainkan bersama Diego Milito tampil trengginas. Mantan penggawa Real Madrid itu memberikan andil dalam keberhasilan Il Biscione meraih treble.
Sementara itu, karier Ibra tidak banyak berkembang. Pemain asal Swedia tersebut akhirnya dilepas Barca ke AC Milan hanya satu musim berselang.
Kembali ke transfer Lautaro Martinez, Inter Milan memang perlu memilih dengan baik pemain mana yang akan masuk dalam pusaran transfer. Jika pemain yang diberikan Barcelona memiliki masa depan menjanjikan, tidak ada salahnya melego Lautaro Martinez. Apalagi, Inter juga akan mendapatkan uang hasil klausul pelepasan sang striker.
Johan Kristiandi
18.136
Berita Terkait
Hasil Malaysia Open 2026: Jojo dan Fajar/Fikri Terhenti di Semifinal
Bandung bjb Tandamata Usung Target Kalahkan Jakarta Popsivo Polwan demi Jadi Penguasa Series Pontianak
Persib vs Persija, Marc Klok: Anggap Pertandingan Harga Diri dan Singgung Kepindahan Luis Figo
Meski Ruben Amorim Dipecat, Marcus Rashford Betah di Barcelona dan Enggan Kembali ke Manchester United
Persib vs Persija, Bojan Hodak Pertanyakan Selalu Menggunakan Wasit Asing di Bandung
Bojan Hodak Minta Skuad Persib Jaga Emosi Saat Hadapi Persija
Hasil Super League 2025/2026: Malut United Kalah, Persib vs Persija Jadi Penentu Juara Paruh Musim
Persib Tanpa Andrew Jung dan Saddil Ramdani, Pelatih Persija Cuek dan Sebut Itu Urusan Bojan Hodak
Final Piala Super Spanyol: El Clasico, Hansi Flick Pamer Dominasi Barcelona
Hindari Awak Media, John Herdman Tiba di Indonesia