BolaSkor.com - Kontingen Indonesia resmi menutup perjuangan di ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, dengan tinta emas. Tim Merah Putih sukses menembus posisi delapan besar dalam klasemen akhir perolehan medali setelah mengumpulkan total 73 medali yang terdiri dari 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu.
Capaian 15 medali emas ini terbilang sangat fenomenal lantaran berhasil melampaui dua kali lipat dari target awal tujuh emas yang dicanangkan sebelum keberangkatan.
Kepastian emas ke-15 Indonesia dikunci pada hari terakhir kompetisi, Sabtu (24/10), lewat cabang olahraga boccia nomor Mixed Team BC1/BC2. Tim yang dihuni Muhammad Syafa, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha tampil dominan dengan menggilas wakil Thailand lewat skor mencolok 11-3. Tambahan amunisi medali juga dipersembahkan tim powerlifting yang menyumbang perak melalui aksi Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan A. Hadi.
Baca Juga:
Kekompakan Tim Jadi Kunci Keberhasilan Indonesia Tambah 2 Emas di Asian Para Games 2026
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi serta daya juang pantang menyerah yang ditunjukkan seluruh atlet dan staf ofisial selama berlaga di Nagoya.
“Alhamdulillah, Indonesia berhasil masuk delapan besar hingga penutupan Asian Para Games 2026. Dari target awal tujuh medali emas, kita berhasil meraih 15 emas dengan total 73 medali. Saya sangat mengapresiasi perjuangan seluruh atlet dan ofisial yang tampil total dan konsisten sejak hari pertama hingga hari terakhir demi menunjukkan kedigdayaan bangsa. Hebatnya perjuangan mereka juga sama sekali tak mengendur walaupun target emas sudah tercapai,” ujar Menpora Erick Thohir dalam rilis yang diterima BolaSkor.com, Sabtu (24/10).
Sinergi NPC, CdM, dan Kemenpora Jadi Kunci Target Terukur

Keberhasilan melampaui target secara signifikan ini tidak lepas dari sinergi dan komunikasi intensif antara National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di bawah pimpinan Senny Marbun, Chef de Mission (CdM) Prof. Reda Manthovani, serta jajaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Erick menekankan bahwa torehan manis di Aichi-Nagoya menjadi bukti sahih bahwa tata kelola dan ekosistem olahraga nasional memerlukan kolaborasi lintas sektor yang solid, perencanaan matang, serta eksekusi target prestasi yang terukur.
Baca Juga:
“Saya sangat senang NPC dan CdM bekerja sama dengan baik serta mampu menepati target-target yang telah dikoordinasikan bersama Kemenpora. Inilah bukti mengapa dalam membangun olahraga kita harus kompak, dan juga harus benar-benar memastikan semua target bisa tercapai, sesuai dengan strategi besar pembangunan olahraga Indonesia,” tutur Erick.
Modal Berharga Sambut ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

Lebih lanjut, capaian impresif di panggung Asia ini akan dijadikan pijakan evaluasi serta peta jalan (roadmap) dalam membina para atlet disabilitas secara berkesinambungan. Kemenpora bersama NPC Indonesia bakal langsung mengalihkan fokus untuk memetakan potensi prestasi menuju ajang internasional berikutnya.
Hasil di Jepang dipandang sebagai fondasi kuat untuk menatap agenda bergengsi mendatang, yakni ASEAN Para Games 2027 serta Paralimpiade 2028 di Los Angeles.
Baca Juga:
Indonesia Berkekuatan 103 Atlet di Asian Para Games 2026, Adaptasi Situasi Nagoya Jadi Kunci
Menpora Erick menutup pernyataannya dengan menyampaikan terima kasih mendalam kepada seluruh patriot olahraga yang telah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.
Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada para atlet yang telah berjuang dan mengibarkan bendera Merah Putih di Nagoya, Jepang,
pungkas Menpora Erick.