Gavi, La Masia, dan Bukti Eksistensi

Johan KristiandiJohan Kristiandi - Rabu, 19 Oktober 2022
Gavi, La Masia, dan Bukti Eksistensi
Gavi (Twitter)

BolaSkor.com - Barcelona mengirim satu pemainnya, yakni Gavi sebagai pemenang pada penghargaan yang digelar France Football. Gavi terpilih sebagai pemain muda terbaik dan membawa pulang Kopa Trophy. Keberhasilan Gavi kembali menjadi bukti keberhasilan La Masia dalam memproduksi pemain berkualitas.

Meski kemenangannya mengundang perdebatan, tetapi Gavi memang tampil gemilang pada musim lalu. Pemain 18 tahun itu menjadi tulang punggung Barcelona, terutama sejak Xavi Hernandez mengambil alih kemudi. Ia mengalahkan bintang muda lainnya seperti Aurelien Tchouameni, Jude Bellingham, dan Jamal Musiala.

Apa yang dicapai Gavi saat ini tentunya tidak terlepas dari tempaan La Masia. Gavi sudah berada di akademi Blaugrana itu sejak 2015.

La Masia de Can Planes atau yang lebih dikenal dengan La Masia adalah akademi sepak bola milik Barcelona. Akademi ini dikenal karena melahirkan sosok-sosok luar biasa seperti Pep Guardiola dan Lionel Messi. Akademi ini menampung dan melatih lebih dari 700 anak laki-laki dan perempuan (79 di antaranya tinggal di asrama akademi) berusia 11-18 tahun.

Baca Juga:

Ingin Jual Frenkie de Jong, Barcelona Kembali Hubungi Manchester United

Virus FIFA Serang Barcelona, Tiga Pemain Diterpa Cedera

Frenkie de Jong Akhirnya Angkat Bicara soal Saga Transfernya ke Manchester United

Tujuan utama akademi ini adalah untuk memproduksi pemain sepak bola profesional dan rekam jejaknya patut ditiru. Selain Guardiola dan Messi, nama-nama seperti Xavi, Andres Iniesta, dan Sergio Busquets juga jebolan akademi tersebut, di mana mereka semua bersatu untuk membawa Barcelona ke satu di antara periode tersuksesnya dalam beberapa musim terakhir.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa alumni La Masia berhasil menembus tim utama yang memberi harapan baru kepada para pendukung Barcelona. Ansu Fati mungkin menjadi nama paling populer akhir-akhir ini yang berhasil memecahkan beberapa rekor. Nama-nama seperti Alex Balde dab Nico Gonzalez juga siap bersinar.

Pemain dididik dalam gaya sepak bola berbasis penguasaan bola yang telah menjadi identitas klub selama bertahun-tahun, dan menanamkan insting kreativitas yang kolektif yang dimungkinkan hanya dengan pemahaman yang benar tentang struktur dan gaya bermain.

Namun, La Masia tak hanya sekadar itu saja. Pindah ke lahan seluas 6.000 m² yang dibangun khusus pada tahun 2011 tidak hanya sekadar menghasilkan pesepakbola berkualitas.

Upaya yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai yang diyakini penting oleh klub kepada semua pemain di akademi: rasa hormat, kerendahan hati, dan kerjasama tim. Ini adalah nilai-nilai yang meresap ke seluruh klub dan membentuk inti identitas klub dari tim utama hingga tim akademi termuda; gagasannya adalah untuk menjadi lebih dari klub – Mes que un club.

Barcelona juga sangat memastikan bahwa sepak bola tidak mengganggu perkembangan akademik para pemain, seperti yang sering terjadi di industri ini, dan penghuni La Masia mempertahankan komitmen sekolah penuh saat berada di akademi.

Barca mempekerjakan staf medisnya sendiri di La Masia, memastikan bahwa penghuni diberikan program nutrisi dan perawatan medis yang sesuai, dan staf dapur spesialis.

La Masia bahkan menyelenggarakan berbagai acara budaya dengan orang tua, termasuk konferensi dan kunjungan teater, menekankan pentingnya pengembangan ekstrakurikuler dan mengajarkan anak-anak bagaimana bertindak dan berurusan dengan media sosial. Singkatnya, filosofinya adalah untuk memelihara tidak hanya olahraga tetapi juga pertumbuhan pribadi dan pendidikan.

Dengan begitu, La Masia terus menjaga kualitas pemain-pemain jebolannya. La Masia membuktikan diri jika masih menjadi satu di antara akademi sepak bola terbaik di dunia.

Gavi La Masia Breaking News Barcelona
Ditulis Oleh

Johan Kristiandi

Life is too short, but i will live for you.
Posts

14.142

Bagikan