BolaSkor.com - Mantan pemain Manchester United, Teddy Sheringham, mengingatkan Erik ten Hag untuk tidak langsung menerapkan kepemimpinan tangan besi kepada pemain barunya. Sebab, potensi perlawanan dari pemain Setan Merah cukup tinggi.
Erik ten Hag mendapatkan tugas untuk membuat Manchester United menjadi satu di antara tim yang berjuang di papan atas. Andai gagal, bukan tak mungkin suara-suara sumbang segera terdengar.
Keputusan Man United menunjuk Ten Hag juga bukan tanpa alasan. Manajemen The Red Devils yakin Ten Hag adalah orang yang tepat. Ten Hag dikenal piawai membangun tim yang mengandalkan pemain muda.
Baca Juga:
Pergerakan Manchester United di Bursa Transfer Lelet, Erik ten Hag Semprot Manajemen
Lebih Murah, Adrien Rabiot Bikin Manchester United Melirik
Barcelona Kepepet, Jalan Frenkie de Jong ke Manchester United Terbuka Lebar
Selain itu, Ten Hag juga dikenal sebagai pelatih yang keras dan disiplin. Namun, apakah kedua hal itu cocok untuk para pemain Manchester United?
"Menurut saya, akan sangat baik untuk Ten Hag mendisiplinkan klub. Namun, sulit untuk melakukannya pada situasi saat ini," papar Sheringham seperti dinukil Sportbible.
"Sulit untuk memimpin dengan tangan besi. Sebab, para pemain modern tidak akan meresponsnya dengan baik," ulasnya.
Erik ten Hag diminta menjadikan Sir Alex Ferguson sebagai contoh. Sheringham menilai, Fegruson paham betul kapan harus meninggi, kapan harus menahan emosi.
"Sir Alex Ferguson selalu menerapkan disiplin dengan benar. Dia akan selalu mendapatkan respons."
"Ferguson tidak pernah menunjukkan amarah yang besar kepada semua pemain. Ia memilih targetnya dengan cermat dan tahu kapan harus bertindak."
"Ferguson memiliki indra keenam dan tahu kapan harus mengeluarkan omong kosong. Dia paham insiden hair dryer juga akan berpengaruh pada pemain lainnya," kata Sheringham.
Jika dirasa belum paham benar, Ten Hag diminta tidak terlalu sering marah-marah di depan para penggawa Manchester United. Sebab, masalah akan bertambah lebar jika Ten Hag salah jalan.
"Jika Ten Hag datang ke sana sebagai manajer anyar dan mulai meneriaki para pemain di depan mereka, ia harus memilih targetnya dengan hati-hati. Jika salah, para pemain akan meresponsnya dengan keliru."