BolaSkor.com - Dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, sundulan bisa menghilang dari permainan sepak bola karena dinilai memiliki risiko. Hal ini disampaikan eks gelandang Hull City Ryan Mason.
Eks gelandang yang pernah memperkuat Tottenham Hotspur dan mengantongi satu penampilan bersama tim nasional Inggris itu harus mengakhiri karier lebih cepat karena alami cedera kepala pada 2017. Risiko cedera kepala dalam sepak bola memang sedang mendapat sorotan belakangan ini.
Sebuah studi terakhir menunjukkan bahwa pemain sepak bola memiliki peluang mengalami dementia tiga setengah kali lebih besar. "Saya tidak akan terkejut dalam 10-15 tahun sundulan tidak ada lagi dalam permainan (sepak bola)," ujar Ryan Mason dikutip dari BBC Sports.
Baca Juga:
Cegah Penyakit Demensia, Akademi Ajax Latihan Menyundul dengan Bola Busa
"Riset dan momentum yang ada, saya pikir itu mungkin akan membuka lebih banyak hal yang cukup mengejutkan. Saya tidak yakin pesepak bola sepenuhnya menyadari potensi kerusakan."
"Di sinilah semakin banyak penelitian, semakin banyak pemahaman, semakin banyak pendidikan pemain saat ini, semakin baik," Mason memaparkan.
"Bahkan akan sampai pada pada titik di mana Anda mungkin perlu menandatangani sesuatu untuk mengatakan bersedia (bermain dengan risiko)."
"Ini benar-benar memprihatinkan. Masalah yang kami hadapi adalah Anda tidak tahu efeknya sampai menjalani hidup di kemudian hari," lanjut Mason.
Studi lapangan yang dilakukan oleh ahli saraf Dr Willie Stewart menemukan bahwa pesepak bola lebih mungkin menderita demensia dan penyakit cedera otak lainnya. Namun belum menentukan apakah itu disebabkan oleh gegar otak akibat benturan atau berulang kali menyundul bola.
Saat ini perubahan memang telah dilakukan. Sebagai contoh seberapa sering anak-anak diizinkan untuk menyundul bola. Meski demikian masih ada kekhawatiran tentang bagaimana cedera kepala ditangani dalam sepak bola.
Mantan bek Tottenham Jan Vertonghen mengatakan awal bulan ini bahwa dia merasakan efek gegar otak selama sembilan bulan setelah dia mencoba bermain selama pertandingan Liga Champions dua musim lalu.
Mason, yang mengatakan dia beruntung masih hidup setelah bentrok dengan mantan bek Chelsea Gary Cahill, menganggap kisah Vertonghen cukup mengejutkan.

