Armin Tan: Menitipkan Impian dalam Sarung Tangan Orang Lain

Armin Tan mengaggap para petinjunya sebagai perpanjangan tangan dari impiannya dahulu.
Andhika PutraAndhika Putra - Sabtu, 19 Februari 2022
Armin Tan: Menitipkan Impian dalam Sarung Tangan Orang Lain
Armin Tan
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Menjadi petinju adalah tujuan utama Armin Tan kecil saat masih tinggal di Bangka Belitung. Tak ada yang lebih keren selain menyarungkan tangan, berdiri di atas ring, dan memukul Knock Out (KO) lawan di mata Armin kala itu.

Cita-cita tersebut dipegang teguh Armin hingga beranjak dewasa. Sayangnya, nasib berkata lain untuk pria kelahiran Pangkal Pinang tersebut.

Armin tak bisa menjadi petinju seperti apa yang diimpikan. Sempat memulai meniti karier, tetapi pada akhirnya Armin menyerahkan impiannya itu ke sarung tangan lain.

Saat ini Armin masyur sebagai promotor tinju kenamaan. Berbagai event serta talenta berbakat berhasil dicetak Armin.

Satu yang paling dikenal tentu Tibo Monabesa. Akan tetapi, jauh sebelum Tibo dan gemerlapnya ring tinju, kisah Armin selalu lekat dengan peluh dan keringat.

Armin berangkat ke Ibu Kota hanya bermodal nekat. Setelah mengalami kegagalan bisnis di Bangka, Armin mencari peruntungan di rimba Jakarta.

Baca Juga:

Esports Indonesia Semakin Berkembang Lewat Jalur Hiburan

RUU Keolahragaan Resmi Disahkan

“Di awal, saya ikut ngamen dengan teman di terminal Grogol,” cerita Armin kepada BolaSkor.com.

“Semua saya lakukan, asal bisa sekadar makan. Dari Jakarta pindah ke Palembang, lalu kembali lagi ke Jakarta,” imbuhnya.

Perjalanan Armin bukan hanya sekadar bertahan hidup, tetapi juga penebusan dosa. Banyak hal yang sudah dilakukan Armin saat di Bangka yang membuatnya serasa dihukum.

“Saat itu saya tahu saya lagi dihukum Tuhan. Mungkin dengan ini saya harus menebusnya,” ujar Armin.

Kegigihan Armin pada akhirnya mulai terbayar. Sempat bekerja di satu perusahaan, Armin kemudian berani memulai bisnis. Usahanya tersebut ternyata berhasil.

Di 2005, Armin mulai memetik buah kerja kerasnya. Perusahannya banyak menghasilkan untung, uang miliaran rupiah ada di kantungnya pada saat itu.

Namun, sekali lagi Armin harus menelan pil pahit. Di 2011 Armin kembali bangkrut, situasi itu membuatnya kembali teringat kepada tinju.

“Saya kemudian cari tempat latihan tinju di mana. Sempat ingat ada sasana Pemuda Pancasila yang dulu terkenal, tetapi ternyata sudah tidak aktif,” ujar Armin.

Armin kemudian memutuskan latihan privat di rumah. Di 2012, Armin kemudian membuka sasana pertamanya bernama Tanindo Boxing Gym.

Akan tetapi, menjadi petinju ternyata juga bukan jalan Armin. Setelah bisnisnya kembali jalan, Armin mengubah haluan menjadi pelatih yang membawanya bertemu dengan Tibo.

“2012 Ketemu Tibo, orang yang tidak dipakai di amatir. Badannya kurus, tangannya lurus,” ujar Armin.

Siapa sangka, Armin ternyata punya insting melatih yang luar biasa. Ia berhasil membawa Tibo meraih berbagai prestasi.

Ilmu melatih tersebut didapat Armin secara otodidak. Selain suka menonton, ternyata Armin juga rajin membaca ulasan tinju dari tabloid olahraga yang ditulis M Nigara.

“Banyak tahu tinju dari M Nigara dia guru saya,” ujar Armin.

Tenggelamnya Armin di tinju turut membuka matanya lebih lebar. Ternyata, tinju tak seglamour yang dipikirkannya ketika masih kecil.

Tinju di Indonesia sampai saat ini bisa dibilang masih memprihatinkan. Tak ada dunia gemerlap yang sepert di televisi dahulu.

“Awalnya, tinju kesannya glamor, banyak duit, orang kaya yang terlibat. Begitu datang ke Pertina Tangerang, saya shock,” cerita Armin.

“Banyak petinju yang kurang diperhatikan kehidupannya. Saya tak mau seperti itu, saya ingin mereka semua punya kehidupan layak dan masih bisa berkarya dengan saya meski telah pensiun,” imbuh Armin.

Setelah menuai kesuksesan sebagai pelatih sekaligus promotor Tibo. Armin sempat menyatakan pensiun di 2019. Ada beberapa faktor yang membuatnya mengambil keputusan tersebut.

“Saya menyatakan diri pensiun dari tinju itu 2019 setelah Tibo juara IBO. Lebih tertarik ke dunia hiburan, pengen bikin konser musik aja karena saya pecinta musik dan saya fans Reza Artamevia - Guns and Roses,” ujar Armin.

Pada akhirnya, Armin memang tak bisa jauh dari tinju. Kini olahraga itu lagi yang membawanya turun gunung demi membangkitkan tinju di Indonesia.

Satu hal yang pasti, Armin tak mau tinju Indonesia mati suri atau bahkan dianggap tidak ada. Bagaimanapun, para petinju seperti Tibo adalah perpanjangan tangan dari impiannya.

“Saya memang tidak bisa jadi petinju. Tetapi banyak orang lain yang bisa melanjutkan impian saya itu, mereka perpanjangan tangan saya,” tutur Armin.

Breaking News Tinju Armin Tan

Berita Terkait

Timnas
Prabowo Puji Mental Juang Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prabowo Subianto memuji mental pantang menyerah Timnas Indonesia setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 dengan mengalahkan Thailand.
Rizqi Ariandi - Selasa, 06 Oktober 2026
Prabowo Puji Mental Juang Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Timnas
Hasil Final FIFA ASEAN CUP 2026: Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir, Timnas Indonesia Juara!
Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti. Puasa gelar selama 35 tahun akhirnya berakhir.
Arief Hadi - Senin, 05 Oktober 2026
Hasil Final FIFA ASEAN CUP 2026: Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir, Timnas Indonesia Juara!
Liga Dunia
Hasil Pertandingan: Pertama Sejak 2011, Jepang Kembali Jadi Juara Kirin Cup
Jepang kembali menjadi juara Kirin Cup setelah empat tahun. Samurai Biru mengalahkan Selandia Baru 2-1 di New National Stadium.
Arief Hadi - Senin, 05 Oktober 2026
Hasil Pertandingan: Pertama Sejak 2011, Jepang Kembali Jadi Juara Kirin Cup
Timnas
Cara Menonton dan Link Streaming Gratis Timnas Indonesia vs Thailand: Waktunya Garuda Angkat Piala
Timnas Indonesia vs Thailand, final FIFA ASEAN Cup 2026, di SUGBK, Jakarta, Senin (5/10), pukul 20.00 WIB, Live SCTV, Indosiar, Vidio, dan Rans Entertainment.
Rizqi Ariandi - Senin, 05 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Gratis Timnas Indonesia vs Thailand: Waktunya Garuda Angkat Piala
Timnas
Head to Head Timnas Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Terakhir Menang 2016
Simak head to head Timnas Indonesia vs Thailand jelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Tim Garuda terakhir menang atas Thailand pada Piala AFF 2016.
Rizqi Ariandi - Senin, 05 Oktober 2026
Head to Head Timnas Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Terakhir Menang 2016
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Jepang vs Selandia Baru, Live di Sini!
Cara menonton dan link streaming Jepang vs Selandia Baru di final Kirin Cup 2026. Cek jadwal, jam tayang, susunan pemain, H2H, dan prediksi skor.
Johan Kristiandi - Senin, 05 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Jepang vs Selandia Baru, Live di Sini!
Timnas
Kapten Thailand Akui Timnas Indonesia Berubah: Pemain Keturunan Jadi Kekuatan
Kapten Thailand, Chanathip Songkrasin, menilai Timnas Indonesia berubah drastis berkat kehadiran banyak pemain keturunan yang bermain di liga top Eropa.
Rizqi Ariandi - Senin, 05 Oktober 2026
Kapten Thailand Akui Timnas Indonesia Berubah: Pemain Keturunan Jadi Kekuatan
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Prancis vs Belgia, Live Gratis di RCTI
Cara menonton dan link streaming Prancis vs Belgia di UEFA Nations League. Cek jadwal, jam tayang RCTI, susunan pemain, H2H, dan prediksi skor.
Johan Kristiandi - Senin, 05 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Prancis vs Belgia, Live Gratis di RCTI
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Malaysia vs Vietnam, Live di Sini!
Cara menonton dan link streaming Malaysia vs Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026. Cek jam tayang, prakiraan pemain, H2H, dan link live streaming.
Johan Kristiandi - Senin, 05 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Malaysia vs Vietnam, Live di Sini!
Timnas
Pelatih Thailand Merasa Diuntungkan Jelang Lawan Timnas Indonesia
Pelatih Thailand Anthony Hudson menilai timnya lebih bugar jelang final FIFA ASEAN Cup 2026 kontra Timnas Indonesia di SUGBK.
Rizqi Ariandi - Senin, 05 Oktober 2026
Pelatih Thailand Merasa Diuntungkan Jelang Lawan Timnas Indonesia
Bagikan