Argentina Kerap Bermain Kasar, Spanyol Lontarkan Psywar kepada Wasit Laga Final Piala Dunia 2026

Spanyol meminta wasit bertindak tegas terhadap permainan agresif Argentina jelang final Piala Dunia 2026. Laporte dan De la Fuente buka suara.
Arief HadiArief Hadi - Minggu, 19 Juli 2026
Argentina Kerap Bermain Kasar, Spanyol Lontarkan Psywar kepada Wasit Laga Final Piala Dunia 2026
Laga antara Inggris vs Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 (Foto: Getty Images)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com – Atmosfer menjelang partai final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina di New York New Jersey Stadium, Senin (20/07) pukul 02.00 dini hari WIB semakin memanas.

Ketegangan ini dipicu oleh perang urat saraf (psywar) dari kubu Spanyol yang secara terbuka menyoroti kinerja wasit final, Slavko Vincic.

Laga pamungkas ini sekaligus menjadi pertemuan pertama bagi kedua negara di ajang Piala Dunia sejak tahun 1966 silam.

Baca Juga:

Daftar Tempat Nobar Gratis Spanyol vs Argentina di Jabodetabek

Profil Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina

Marc Cucurella Janji Bikin Tato Wajah Luis De La Fuente jika Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Spanyol datang dengan status juara bertahan Eropa, sementara Argentina merupakan juara bertahan dunia dan Amerika Selatan.

Fokus utama yang menjadi perhatian kubu La Roja adalah gaya bermain Argentina yang dinilai terlampau bermain fisik dan agresif. Hal tersebut sangat terlihat jelas kala skuad Albiceleste menumbangkan Inggris di babak semifinal.

Tuntutan Ketegasan Wasit dari Aymeric Laporte

Slavko
Slavko Vincic, wasit Slovenia yang memimpin final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina. (FIFA)

Bek tengah Spanyol, Aymeric Laporte, mendesak korps baju hitam untuk tampil tegas demi meredam pelanggaran keras dari pemain Argentina.

Pemain berusia 32 tahun tersebut menilai keengganan wasit dalam menghukum tindakan kasar akan merusak jalannya laga.

Adalah tugas wasit untuk mengendalikan hal-hal seperti ini agar situasi tidak lepas kendali,

tutur mantan pemain Manchester City tersebut kepada media Spanyol, Marca.

"Jika satu atau dua pemain dibiarkan bertindak seperti itu, pertandingan akan jatuh ke dalam kekacauan."

Laporte menambahkan bahwa ia tidak mempermasalahkan permainan agresif selama masih berada dalam koridor hukum sepak bola.

Namun, ia mengaku terkejut melihat banyaknya tindakan kasar Argentina yang dibiarkan begitu saja oleh pengadil lapangan pada laga-laga sebelumnya.

Memang benar bahwa dalam pertandingan terakhir kami melihat hal-hal yang benar-benar mengejutkan kami - tindakan yang dibiarkan berlalu begitu saja. Terutama dengan Argentina,

imbuh Laporte.

"Mereka adalah tim yang suka meninggalkan bekas pada lawan mereka. Hal semacam itu tidak boleh dibiarkan dalam sepak bola - terutama di kompetisi besar - karena itu bisa mengganggu Anda dan membuat Anda marah."

Peringatan Keras Luis de la Fuente untuk Slavko Vincic

Luis de la Fuente (Foto: @SpainIsFootball)

Nada peringatan yang sama juga disuarakan oleh pelatih kepala timnas Spanyol, Luis de la Fuente. Ia memberikan pesan khusus kepada Vincic, wasit asal Slovenia, yang ditunjuk untuk memimpin jalannya laga final di Stadion MetLife.

De la Fuente menegaskan bahwa wasit tidak boleh bersikap longgar terhadap taktik intimidasi fisik lawan.

"Wasit tidak boleh bertindak pasif dan membiarkan aturan dilanggar," tegas De la Fuente memperingatkan sang pengadil.

"Garis-garis legalitas sepak bola tersebut tidak boleh dilewati. Saya memiliki kepercayaan penuh pada wasit, tetapi saya juga memiliki kepercayaan penuh bahwa kami tahu jelas jenis pertandingan apa yang perlu kami hadapi."

Kendati menyadari Argentina akan memperagakan permainan keras, sang entrenador meminta anak asuhnya untuk tidak terpengaruh.

De la Fuente menuntut skuad Spanyol tetap setia pada filosofi permainan mereka sendiri dan mengabaikan segala bentuk provokasi di lapangan.

"Mereka akan memainkan sepak bola mereka, tetapi kami harus fokus semata-mata dan secara eksklusif pada sepak bola kami sendiri, pada penguatan gaya kami dan meningkatkannya," tambah De la Fuente.

"Jika kami melenceng dari filosofi dan model kami, kami akan menderita. Kami merasa nyaman di arena sepak bola, dalam permainan, dalam bersikap jujur pada ide kami, dalam tidak jatuh ke dalam provokasi," urainya.

Spanyol Timnas Spanyol Argentina Timnas Argentina Piala Dunia 2026

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Spanyol
Belum Menyerah, Barcelona Terus Memburu Julian Alvarez
Barcelona belum mengendurkan upaya untuk mendapatkan Julian Alvarez.
Yusuf Abdillah - Minggu, 09 Agustus 2026
Belum Menyerah, Barcelona Terus Memburu Julian Alvarez
Liga Dunia
Argentina Tidak Akan Memaksa Lionel Messi Bermain di Copa America 2028
AFA menegaskan Lionel Messi bebas menentukan masa depannya bersama Argentina, termasuk keputusan tampil atau tidak di Copa America 2028.
Arief Hadi - Minggu, 09 Agustus 2026
Argentina Tidak Akan Memaksa Lionel Messi Bermain di Copa America 2028
Liga Dunia
Kabar Duka, Ayah Lionel Messi Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun
Kabar duka datang dari keluarga Lionel Messi. Jorge Messi, ayah sekaligus agen bintang Argentina tersebut, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 08 Agustus 2026
Kabar Duka, Ayah Lionel Messi Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun
Internasional
Sukses di Piala Dunia 2026, Kanada Investasikan Rp12 Triliun untuk Olahraga
Kanada mengalokasikan investasi terbesar sepanjang sejarah senilai Rp12 triliun untuk olahraga usai Piala Dunia 2026. Dana difokuskan pada pembangunan fasilitas dan pembinaan atlet muda.
Rizqi Ariandi - Kamis, 06 Agustus 2026
Sukses di Piala Dunia 2026, Kanada Investasikan Rp12 Triliun untuk Olahraga
Piala Dunia
Eks Wakil Presiden Angkat Bicara, Sebut FIFA dan Gianni Infantino Melakukan Pemerasan
Eks Wakil Presiden FIFA Pangeran Ali menuding Gianni Infantino melakukan pemerasan terkait hadiah uang Yordania dan dukungan politik.
Arief Hadi - Rabu, 05 Agustus 2026
Eks Wakil Presiden Angkat Bicara, Sebut FIFA dan Gianni Infantino Melakukan Pemerasan
Inggris
Jeremy Doku Ungkap Derita di Piala Dunia 2026, Sempat Batuk Berdarah hingga Sulit Bernapas
Pemain sayap timnas Belgia Jeremy Doku akhirnya mengungkap perjuangan berat yang dialaminya sepanjang Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 04 Agustus 2026
Jeremy Doku Ungkap Derita di Piala Dunia 2026, Sempat Batuk Berdarah hingga Sulit Bernapas
Spanyol
Ferran Torres Jawab Spekulasi Transfer ke PSG
Ferran Torres akhirnya buka suara soal rumor transfer ke PSG. Penyerang Barcelona itu juga menyinggung kontrak, masa depan, dan negosiasi baru.
Arief Hadi - Selasa, 04 Agustus 2026
Ferran Torres Jawab Spekulasi Transfer ke PSG
Ragam
5 Hal Menarik Mengenai Valentin Barco, Rekrutan Baru Chelsea yang Pernah Dikeplak Jude Bellingham
Chelsea resmi merekrut Valentin Barco. Simak lima fakta menarik bek Argentina yang pernah dikeplak Jude Bellingham di Piala Dunia 2026.
Arief Hadi - Senin, 03 Agustus 2026
5 Hal Menarik Mengenai Valentin Barco, Rekrutan Baru Chelsea yang Pernah Dikeplak Jude Bellingham
Piala Dunia
Ramai Isu Penjualan Saham Piala Dunia, Mantan Presiden FIFA Kecam Gianni Infantino
Sepp Blatter mengecam rencana Gianni Infantino menjual sebagian saham Piala Dunia. Menurutnya, sepak bola adalah milik rakyat, bukan investor.
Arief Hadi - Kamis, 30 Juli 2026
Ramai Isu Penjualan Saham Piala Dunia, Mantan Presiden FIFA Kecam Gianni Infantino
Piala Dunia
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Pemain hingga Federasi Argentina Terancam Sanksi Berat
FIFA membuka penyelidikan terhadap Argentina setelah Piala Dunia 2026. Insiden keributan final kontra Spanyol, pesan politik, hingga dugaan pelanggaran disiplin membuat Albiceleste terancam sanksi berat.
Johan Kristiandi - Kamis, 30 Juli 2026
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Pemain hingga Federasi Argentina Terancam Sanksi Berat
Bagikan