8 Kisah Unik dari Laga-laga Final Piala Dunia

Temukan 8 kisah unik dari laga final Piala Dunia, mulai gol kontroversial, rekor bersejarah, hingga momen dramatis yang mengubah sejarah sepak bola.
Arief HadiArief Hadi - Sabtu, 18 Juli 2026
8 Kisah Unik dari Laga-laga Final Piala Dunia
Andreas Brehme dan Lothar Matthaus (Foto: FIFA)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Laga final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina sudah di depan mata.

Pertandingan penentu tersebut dipastikan bakal menyedot perhatian jutaan pasang mata di seluruh penjuru bumi, yang akan dimainkan Senin (20/07) pukul 02.00 dini hari WIB di New York New Jersey Stadium.

Namun, jauh sebelum duel akbar ini tersaji, sejarah mencatat ada banyak kisah unik dan aneh yang mewarnai pertandingan puncak turnamen sepak bola terakbar ini.

Baca Juga:

Naik 50 Persen dari 2022, Berapa Hadiah Uang yang Diterima Pemenang Piala Dunia 2026?

Prediksi dan Statistik Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Duel Dua Tim Terbaik Dunia

Juara Piala Dunia 2026 Dapat Cincin, FIFA Kembali Jadi Sorotan

Berikut adalah delapan kisah unik dari pertandingan penentu Piala Dunia sepanjang sejarah:

1. Sengketa Bola dan Juara Satu Tangan (Piala Dunia 1930)

Timnas Uruguay di Piala Dunia 1930 (Foto: FIFA)

Bentrokan final pertama dalam sejarah antara Argentina melawan Uruguay sempat diwarnai perselisihan unik mengenai pemilihan bola pertandingan.

Kedua tim bersikeras ingin menggunakan bola buatan negara masing-masing demi gengsi.

Wasit asal Belgia, John Langenus, mengenang ketegangan hebat yang terjadi saat itu sebelum laga dimulai.

"Kebencian yang luar biasa antara kedua negara terungkap saat tiba waktunya untuk memilih bola," kenang Langenus.

"Kedua tim menuntut untuk bermain dengan bola mereka sendiri."

Presiden FIFA, Jules Rimet, akhirnya menengahi dengan keputusan menggunakan bola Argentina di babak pertama dan bola Uruguay di babak kedua.

Uruguay akhirnya keluar sebagai juara dengan skor 4-2 berkat gol penutup Hector Castro, pemain yang kehilangan satu tangannya akibat kecelakaan gergaji listrik.

2. Ritual Unik Obdulio Varela di Toilet (Piala Dunia 1950)

Timnas Uruguay pada 1950 (Foto: FIFA)

Menjelang laga penentu melawan Brasil, kapten Uruguay Obdulio Varela dibuat berang oleh surat kabar O Mundo yang sudah telanjur memasang foto skuad Brasil dengan tajuk 'Inilah Sang Juara Dunia'.

Varela yang geram langsung membeli 20 eksemplar koran tersebut untuk dijadikan sasaran amarah.

Ia menyebarkan koran-koran itu di lantai toilet hotel tempat timnya menginap dan menuliskan instruksi khusus di cermin menggunakan kapur.

Varela memerintahkan rekan-rekan setimnya untuk menginjak-injak dan mengencingi surat kabar tersebut demi membakar semangat tanding.

Uruguay secara mengejutkan berhasil membungkam Brasil 2-1 di Maracana. Usai laga, Varela nekat mendatangi bar lokal di Rio de Janeiro sendirian dan mengenang momen emosional tersebut.

"Saya memesan minuman dan berharap tidak ada yang mengenali saya," tutur Varela.

"Saya pikir jika mereka mengenali saya, mereka akan membunuh saya. Namun yang mengejutkan saya, meskipun mereka sangat terpukul, mereka memberi selamat kepada saya dan minum bersama saya."

3. Delapan Detik Keheningan Zimmermann (Piala Dunia 1954)

Jerman Barat di Piala Dunia 1954 (Foto: FIFA)

Komentator radio Jerman Barat, Herbert Zimmermann, sempat pasrah saat timnya tertinggal 0-2 dari skuad emas Hungaria di awal laga final.

Jerman Barat secara luar biasa mampu menyamakan kedudukan hingga Helmut Rahn mencetak gol kemenangan pada menit ke-84.

Zimmermann langsung berteriak histeris di udara hingga sempat terdiam selama delapan detik karena tidak memercayai keajaiban tersebut.

Keheningan sesaat itu bahkan membuat para pendengar di Jerman Barat panik karena mengira sambutan radio mereka terputus.

"Rahn menembak! Gol! Gol! Gol! Gol!" teriak Zimmermann sebelum dilanda keheningan sesaat.

Setelah menguasai diri, ia kembali berteriak, "Gol untuk Jerman! Jerman memimpin 3-2. Sebut saya gila, sebut saya sinting!" Aksi ini dinobatkan sebagai salah satu komentar sepak bola paling ikonik di dunia.

4. Tangisan Tiada Henti Tostao (Piala Dunia 1970)

Tostao dan Pele (Foto: FIFA)

Striker Brasil, Tostao, bermain selama 20 menit terakhir di laga final melawan Italia sembari terus meneteskan air mata.

Tostao sempat divonis pensiun dini sebelum turnamen akibat mengalami cedera retina mata yang parah.

Setelah menjalani operasi darurat di Houston, ia berhasil masuk skuad berkat desakan Pele kepada pelatih Mario Zagallo.

Ketika menyadari Brasil akan menjadi juara dunia setelah mencetak gol ketiga, emosi Tostao pecah di atas lapangan.

"Setelah gol ketiga, gol yang membuat Italia tidak bisa mengejar, saya diliputi emosi," ungkap Tostao kepada FIFA.

"Saya mulai menangis dan tidak bisa berhenti. Saya memikirkan semua yang telah saya lalui untuk sampai ke Piala Dunia itu, betapa dekatnya saya untuk melewatkannya."

"Saya bepergian ke seluruh dunia untuk operasi mata saya. Saya sangat dekat untuk tidak diizinkan pergi dan hampir tidak dipanggil."

"Sangat sulit untuk terbiasa bermain lagi. Ketika saya menyadari kami akan menjadi juara dunia, saya tidak bisa berhenti menangis."

5. Jersey Robek Penyelamat Bahu Brown (Piala Dunia 1986)

Jose Luis Brown (Foto: FIFA)

Bek Argentina, Jose Luis Brown, mencetak gol pembuka ke gawang Jerman Barat namun mengalami kemalangan setelah bahunya bergeser di babak kedua.

Meski mengalami cedera parah, dirinya menolak keras untuk ditarik keluar dari lapangan.

Brown melakukan aksi heroik dengan sengaja merobek jersey-nya menggunakan gigitan untuk dijadikan sebagai penyangga lengan darurat.

Aksi nekat ini dilakukannya agar tetap bisa bertarung membantu timnya meraih kemenangan.

"Rasa sakitnya tidak tertahankan," jelas pemain yang akrab disapa El Tata itu.

"Tetapi saya memberi tahu dokter dengan tegas, 'Jangan pernah berpikir untuk mengeluarkan saya.' Saya menggigit lubang di jersey saya, memasukkan jari saya ke dalamnya, dan menggunakannya sebagai penyangga lengan."

Argentina akhirnya menyegel gelar juara usai menang 3-2.

6. Sepatu Serep Pembawa Berkah Brehme (Piala Dunia 1990)

Selebrasi gol Andreas Brehme (Foto: FIFA)

Kapten Jerman Barat, Lothar Matthaus, sejatinya merupakan eksekutor penalti utama tim. Namun, saat timnya mendapat hadiah penalti krusial di menit ke-85 pada laga final melawan Argentina, ia justru menyerahkan tugas itu kepada Andreas Brehme.

Matthaus terpaksa melakukannya karena sol sepatunya pecah di babak pertama dan ia harus mengenakan sepatu serep yang tidak nyaman. Brehme pun maju dan sukses mencetak gol kemenangan menggunakan kaki kanannya.

"Saya memecahkan sol sepatu saya di babak pertama," tutur Matthaus menjelaskan situasi darurat tersebut.

"Saya tidak punya cadangan, jadi saya hanya harus menggunakan satu-satunya sepasang sepatu cadangan yang dimiliki oleh petugas perlengkapan. Sepatu itu tidak pas dengan benar dan lagipula saya lebih suka sepatu yang sudah biasa dipakai."

"Ketika kami mendapat penalti, saya menyuruh Andi untuk mengambilnya. Kami punya pilihan lain, penendang penalti yang luar biasa, tetapi Andi adalah teman sekamar saya dan saya tahu dia adalah orang yang tepat."

7. Keasalahan yang Mengubah Mood (Piala Dunia 1994)

Timnas Brasil pada 1994 (Foto: FIFA)

Sebelum melakoni babak adu penalti yang menegangkan melawan Italia di final 1994, ketegangan hebat melanda skuad Brasil.

Di tengah momen religius saat para pemain saling bergandengan tangan, bek Ricardo Rocha berniat membakar semangat tim.

Rocha berteriak lantang meminta rekan-rekannya meniru kegigihan pilot bunuh diri Jepang.

Namun, ia melakukan kesalahan fatal dengan menyebut kata 'Kawasaki' yang merupakan produsen motor, alih-alih kata 'Kamikaze'.

Kesalahan kocak tersebut justru menjadi berkah karena langsung mencairkan atmosfer tegang di dalam skuad Selecao.

"Tidak ada yang bisa berhenti tertawa," kenang penjaga gawang legendaris Brasil, Taffarel.

"Itu langsung mengubah suasana hati kami. Itu benar-benar membuat kami rileks."

Brasil pun sukses keluar sebagai juara dunia.

8. Salah Paham Adil Rami (Piala Dunia 2018)

Adil Rami (Foto: FIFA)

Usai menumbangkan Kroasia 4-2 di final Rusia 2018, Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic menunjukkan sikap kesatria.

Ia mendatangi ruang ganti timnas Prancis untuk memberikan ucapan selamat secara langsung kepada para pemain Les Bleus.

Saat bertemu Adil Rami, sang presiden memuji kumis ikonik milik bek Prancis tersebut.
Rami yang salah mengira asal negara sang presiden langsung memberikan jawaban yang memicu gelak tawa rekan setimnya.

"Terima kasih, saya suka Mykonos," balas Rami dengan percaya diri. Ucapan tersebut sempat membuat suasana canggung sebelum sang presiden pamit keluar ruangan.

Rami kemudian menjelaskan teguran dari rekannya akibat ketidaktahuannya mengenai letak geografis pulau tersebut.

"Kemudian Olivier (Giroud) menatap saya dan berkata, 'Apakah kamu bodoh? Mykonos itu di Yunani'."

"Saya tidak tahu mengapa tetapi saya selalu menukar antara Yunani dan Kroasia! Namun saya berkata kepada Olivier, 'Saya tidak peduli. Saya seorang juara dunia!'" pungkas Rami.

Trivia Sepak Bola Trivia Piala Dunia Feature Piala Dunia Piala Dunia 2026 Spanyol Timnas Spanyol Argentina Timnas Argentina

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Ragam
Floyd Samba, Putra Legenda Blackburn Rovers yang Mencuri Perhatian Bareng Manchester City di Piala Liga
Floyd Samba mencetak dua gol pada debut bersama Manchester City. Striker 17 tahun itu merupakan putra mantan bek Blackburn Rovers, Christopher Samba.
Arief Hadi - Jumat, 18 September 2026
Floyd Samba, Putra Legenda Blackburn Rovers yang Mencuri Perhatian Bareng Manchester City di Piala Liga
Ragam
5 Alasan Mengapa Brentford vs Chelsea Layak Dinanti, Menjanjikan Laga Seru di Premier League
Brentford vs Chelsea menjanjikan laga seru di Premier League. Simak lima alasan yang membuat duel ini layak dinanti, dari hujan gol hingga H2H.
Arief Hadi - Kamis, 17 September 2026
5 Alasan Mengapa Brentford vs Chelsea Layak Dinanti, Menjanjikan Laga Seru di Premier League
Internasional
Catat! Lionel Messi Akan Mainkan Laga Terakhir dengan Argentina, Ini Tanggalnya
Lionel Messi akan menjalani laga perpisahan bersama Timnas Argentina melawan Benin pada 6 Oktober 2026 di Stadion Monumental, Buenos Aires.
Rizqi Ariandi - Rabu, 16 September 2026
Catat! Lionel Messi Akan Mainkan Laga Terakhir dengan Argentina, Ini Tanggalnya
Ragam
3 Alasan Mengapa Harry Kane Seharusnya Memenangi Ballon d'Or 2026
Harry Kane punya tiga alasan kuat untuk memenangkan Ballon d'Or 2026, dari dominasi di Jerman hingga performa impresif bersama Timnas Inggris.
Arief Hadi - Selasa, 15 September 2026
3 Alasan Mengapa Harry Kane Seharusnya Memenangi Ballon d'Or 2026
Ragam
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
AS Roma memuncaki klasemen Serie A 2026/2027 dengan rekor sempurna. Simak 5 alasan Giallorossi melaju kencang bersama Gasperini dan Donyell Malen.
Johan Kristiandi - Selasa, 15 September 2026
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
Spanyol
Terungkap, Lamine Yamal Tidak Bahagia meski Juara Piala Dunia 2026 dengan Spanyol
Lamine Yamal mengaku tidak bahagia dengan penampilannya meski membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026. Ia merasa masih bisa tampil lebih baik.
Arief Hadi - Senin, 14 September 2026
Terungkap, Lamine Yamal Tidak Bahagia meski Juara Piala Dunia 2026 dengan Spanyol
Ragam
Momen-momen Tak Terlupakan dalam Sejarah Derby Manchester
Simak tujuh momen ikonik Derby Manchester, dari gol salto Wayne Rooney hingga selebrasi legendaris Mario Balotelli.
Arief Hadi - Minggu, 13 September 2026
Momen-momen Tak Terlupakan dalam Sejarah Derby Manchester
Ragam
5 Nama Besar yang Tidak Masuk Nominasi Ballon d'Or 2026
Pedri, David Raya, Raphinha, Bukayo Saka, dan Bradley Barcola mengejutkan karena tidak masuk nominasi Ballon d'Or 2026.
Arief Hadi - Kamis, 10 September 2026
5 Nama Besar yang Tidak Masuk Nominasi Ballon d'Or 2026
Ragam
Profil Sabah FK, Lawan Manchester United di Liga Champions
Sabah FK menjadi lawan Manchester United di Liga Champions. Simak sejarah klub, Valdas Dambrauskas, jersey pink, dan perjalanan mereka ke fase liga.
Arief Hadi - Kamis, 10 September 2026
Profil Sabah FK, Lawan Manchester United di Liga Champions
Ragam
Sederet Rekor yang Dapat Terukir di Liga Champions Pekan Ini
Haaland hingga Zion Suzuki berpeluang mencetak sejarah di Liga Champions. Simak lima rekor yang bisa terukir pada matchday pertama.
Arief Hadi - Selasa, 08 September 2026
Sederet Rekor yang Dapat Terukir di Liga Champions Pekan Ini
Bagikan