Piala Dunia 2026

5 Pertandingan Final Piala Dunia Paling Bikin Deg-degan

Jelang final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina di New York New Jersey Stadium, simak lima pertandingan final Piala Dunia paling menegangkan sepanjang sejarah, mulai dari Brasil vs Italia 1994 hingga Argentina vs Prancis 2022.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Minggu, 19 Juli 2026
5 Pertandingan Final Piala Dunia Paling Bikin Deg-degan
Zinedine Zidane (Zimbio)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Setidaknya ada lima pertandingan final Piala Dunia yang bikin deg-degan para penontonnya. Berikut adalah ulasannya.

Timnas Spanyol akan menghadapi timnas Argentina pada pertandingan final Piala Dunia 2026, di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7) dini hari WIB.

Pertandingan tersebut diprediksi akan berjalan menarik mengingat kedua tim diperkuat pemain bintang lima.

Baca Juga:

10 Fakta Statistik Menarik Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina

Superkomputer Prediksi Skor Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Juara Bertahan Gagal Pertahankan Gelar

Argentina Kerap Bermain Kasar, Spanyol Lontarkan Psywar kepada Wasit Laga Final Piala Dunia 2026

Selain itu, Argentina dan Spanyol punya gaya main yang berbeda. La Furia Roja mengandalkan kombinasi umpan dalam melancarkan serangan.

Sementara itu, Argentina sangat superior ketika Lionel Messi tidak terbendung.

Selain duel Spanyol kontra Argentina yang diprediksi akan berjalan sengit, final Piala Dunia juga kerap menghadirkan laga yang membuat deg-degan. Berikut adalah lima di antaranya:

Belanda 0-1 Spanyol (2010)

Duel Belanda melawan Spanyol menjadi satu di antara laga final yang paling mendebarkan. Gol kemenangan baru tercipta pada empat menit sebelum babak perpanjangan waktu berakhir.

Belanda melaju ke semifinal setelah menumbangkan sejumlah lawan berat, seperti Brasil dan Uruguay.

Sementara itu, Spanyol mendepak Portugal dan Jerman pada fase gugur.

Bagi Belanda, pertandingan kali ini adalah kesempatan menjadi juara setelah gagal pada edisi 1974 dan 1978. Namun, apa yang didapatkan setelah peluit panjang justru kembali menjadi raja tanpa mahkota.

Pertandingan pun berjalan dengan keras. Wasit Howard Webb yang bertugas pada pertandingan itu mengeluarkan belasan kartu kuning dan satu kartu merah.

Setelah pertandingan sempat dikira akan berlanjut ke tendangan penalti, Andres Iniesta muncul sebagai pahlawan La Furia Roja berkat golnya pada menit ke-116.

Italia 1-1 (5-3 Pen) Prancis (2006)

Stadion Olimpiade Berlin menjadi saksi bisu di balik satu di antara final terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia. Italia dan Prancis bertarung hingga adu tendangan penalti untuk mendapatkan label tim terbaik di dunia.

Awalnya, Zinedine Zidane membawa Prancis unggul terlebih dahulu pada menit ke-7.

Kemudian, Marco Materazzi menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada delapan menit berselang.

Tensi pertandingan pun terasa panas. Bahkan, Zidane mendapatkan kartu merah langsung usai menanduk Materazzi.

Kehilangan sang jenderal, mental para pemain Les Bleus pun merosot. Pada adu tendangan penalti, David Trezeguet menjadi pesakitan setelah gagal mencetak gol.

Pada sisi lainnya, lima algojo Italia sukses menjalankan tugasnya.

Brasil 0-0 (3-2 Pen) Italia (1994)

Final Piala Dunia 1994 menjadi kesempatan bagi Italia untuk membalaskan dendam kepada Brasil setelah sebelumnya keok pada final 1970.

Namun, misi tersebut gagal terlaksana karena Brasil kembali menjadi juara. Kali ini, pemenang ditentukan melalui adu tendangan penalti.

Kedua tim bermain tanpa gol pada waktu normal dan babak tambahan. Walhasil, laga yang berlangsung di Rose Bowl, California, Amerika Serikat itu berlanjut ke babak tos-tosan.

Pada saat itulah mimpi buruk Italia terjadi. Kegagalan Roberto Baggio sebagai penendang penalti terakhir Italia membuat Brasil menang dengan skor 3-2.

Argentina 3-3 (4-2 Pen) Prancis (2022)

Spanyol
Spanyol vs Argentina (Foto: fox sports)

Label absolute cinema layak ditempelkan pada pertandingan final Piala Dunia 2022 yang mempertemukan Argentina melawan Prancis. Kedua tim berbalas gol hingga laga ditentukan melalui adu tendangan penalti.

Awalnya, Argentina unggul 2-0 terlebih dahulu lewat gol tendangan penalti Lionel Messi dan aksi Angel Di Maria.

Kemudian, Prancis menyamakan kedudukan hanya dalam tempo satu menit. Kylian Mbappe menjadi aktornya. Karena skor 2-2 bertahan hingga 90 menit, pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Drama kembali terjadi pada babak tambahan. Setelah Messi membawa Argentina kembali memimpin, Mbappe tidak mau kalah dengan mencetak gol ketiganya.

Tekad dan ambisi Argentina menjadi juara pun terlihat pada adu tendangan penalti. Emiliano Martinez menunjukkan tajinya. Sementara itu, keempat eksekutor Argentina tidak ada yang gagal.

Dengan demikian, Argentina meraih trofi Piala Dunia ketiga sepanjang sejarah. Lionel Messi pun mewujudkan impiannya selama ini untuk membawa Argentina juara Piala Dunia.

Jerman Barat 3-2 Hungaria (1954)

Hungaria menjadi satu di antara kekuatan besar sepak bola dunia pada tahun 1950-an.

Bahkan, Hungaria berhasil membantai Jerman Barat 8-3 pada laga fase grup Piala Dunia 1954.

Namun, cerita berjalan berbeda pada laga final. Hungaria yang sempat unggul 2-0 justru tumbang 3-2. Helmut Rahn menjadi bintang kemenangan Jerman Barat dengan mencetak brace.

Trivia Sepak Bola Breaking News Piala Dunia 2026 Timnas Argentina Timnas Spanyol

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Jadwal
Jadwal dan Link Live Streaming Palermo vs Juventus, Disiarkan Langsung Televisi Nasional dan YouTube
Jadwal Palermo vs Juventus di laga pramusim 2026, lengkap dengan link live streaming YouTube Rans Entertainment dan siaran langsung MDTV.
Yusuf Abdillah - Senin, 10 Agustus 2026
Jadwal dan Link Live Streaming Palermo vs Juventus, Disiarkan Langsung Televisi Nasional dan YouTube
Inggris
Arsenal Masih Berburu Pemain Baru, Mikel Arteta Butuh Tambahan Winger
Mikel Arteta mengisyaratkan Arsenal masih akan aktif di bursa transfer musim panas 2026 setelah gagal mendapatkan Vinicius Junior.
Yusuf Abdillah - Senin, 10 Agustus 2026
Arsenal Masih Berburu Pemain Baru, Mikel Arteta Butuh Tambahan Winger
Piala Dunia
AFC, UEFA, dan Concacaf Bersatu Tekan FIFA
AFC, UEFA, dan Concacaf menilai kontroversi FFE bukan hanya soal komunikasi yang buruk, tetapi juga menunjukkan adanya kegagalan dalam proses pengambilan keputusan.
Yusuf Abdillah - Senin, 10 Agustus 2026
AFC, UEFA, dan Concacaf Bersatu Tekan FIFA
Prediksi
Prediksi dan Statistik Deportivo La Coruna vs Real Madrid: Los Blancos Lanjutkan Tren
Prediksi Deportivo La Coruna vs Real Madrid di laga uji coba pramusim, Kamis (13/8) pukul 02.00 WIB. Simak statistik, H2H, susunan pemain, dan prediksi skor.
Yusuf Abdillah - Senin, 10 Agustus 2026
Prediksi dan Statistik Deportivo La Coruna vs Real Madrid: Los Blancos Lanjutkan Tren
Spanyol
Kondisi Belum Bugar, Bernardo Silva Kena Sindir Jose Mourinho
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, menyoroti kondisi fisik Bernardo Silva yang dinilainya belum ideal setelah kembali dari liburan.
Yusuf Abdillah - Senin, 10 Agustus 2026
Kondisi Belum Bugar, Bernardo Silva Kena Sindir Jose Mourinho
Inggris
Manchester United Terus Berburu Talenta Muda, Giliran Gelandang Leicester Jadi Incaran
Manchester United bergerak untuk merekrut gelandang muda Leicester City, Louis Page.
Yusuf Abdillah - Senin, 10 Agustus 2026
Manchester United Terus Berburu Talenta Muda, Giliran Gelandang Leicester Jadi Incaran
Italia
Luka Modric Bongkar Kesalahan AC Milan Musim Lalu yang Bikin Gagal ke Liga Champions
Gelandang AC Milan, Luka Modric, masih menyimpan kekecewaan setelah Rossoneri gagal lolos ke Liga Champions musim lalu.
Yusuf Abdillah - Senin, 10 Agustus 2026
Luka Modric Bongkar Kesalahan AC Milan Musim Lalu yang Bikin Gagal ke Liga Champions
Inggris
Bruno Guimaraes Bakal Hadirkan Warna Baru dalam Permainan Arsenal
Mikel Arteta melihat Bruno Guimaraes sebagai sosok yang bisa memberikan energi baru di lini tengah Arsenal.
Yusuf Abdillah - Senin, 10 Agustus 2026
Bruno Guimaraes Bakal Hadirkan Warna Baru dalam Permainan Arsenal
Italia
Trevoh Chalobah Gabung Como, Cesc Fabregas Jadi Alasan Utama
Trevoh Chalobah mengungkapkan bahwa sosok Cesc Fabregas menjadi salah satu alasan utama di balik keputusannya melanjutkan karier di Italia.
Yusuf Abdillah - Senin, 10 Agustus 2026
Trevoh Chalobah Gabung Como, Cesc Fabregas Jadi Alasan Utama
Inggris
Curtis Jones Tak Masuk Skuad Liverpool, Kode Hengkang ke Inter Milan?
Curtis Jones tidak masuk skuad Liverpool saat menghadapi Monaco dalam laga uji coba pramusim di Anfield.
Yusuf Abdillah - Senin, 10 Agustus 2026
Curtis Jones Tak Masuk Skuad Liverpool, Kode Hengkang ke Inter Milan?
Bagikan