BolaSkor.com - Setidaknya ada lima pertandingan final Piala Dunia yang bikin deg-degan para penontonnya. Berikut adalah ulasannya.
Timnas Spanyol akan menghadapi timnas Argentina pada pertandingan final Piala Dunia 2026, di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7) dini hari WIB.
Pertandingan tersebut diprediksi akan berjalan menarik mengingat kedua tim diperkuat pemain bintang lima.
Baca Juga:
10 Fakta Statistik Menarik Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina
Argentina Kerap Bermain Kasar, Spanyol Lontarkan Psywar kepada Wasit Laga Final Piala Dunia 2026
Selain itu, Argentina dan Spanyol punya gaya main yang berbeda. La Furia Roja mengandalkan kombinasi umpan dalam melancarkan serangan.
Sementara itu, Argentina sangat superior ketika Lionel Messi tidak terbendung.
Selain duel Spanyol kontra Argentina yang diprediksi akan berjalan sengit, final Piala Dunia juga kerap menghadirkan laga yang membuat deg-degan. Berikut adalah lima di antaranya:
Belanda 0-1 Spanyol (2010)
Duel Belanda melawan Spanyol menjadi satu di antara laga final yang paling mendebarkan. Gol kemenangan baru tercipta pada empat menit sebelum babak perpanjangan waktu berakhir.
Belanda melaju ke semifinal setelah menumbangkan sejumlah lawan berat, seperti Brasil dan Uruguay.
Sementara itu, Spanyol mendepak Portugal dan Jerman pada fase gugur.
Bagi Belanda, pertandingan kali ini adalah kesempatan menjadi juara setelah gagal pada edisi 1974 dan 1978. Namun, apa yang didapatkan setelah peluit panjang justru kembali menjadi raja tanpa mahkota.
Pertandingan pun berjalan dengan keras. Wasit Howard Webb yang bertugas pada pertandingan itu mengeluarkan belasan kartu kuning dan satu kartu merah.
Setelah pertandingan sempat dikira akan berlanjut ke tendangan penalti, Andres Iniesta muncul sebagai pahlawan La Furia Roja berkat golnya pada menit ke-116.
Italia 1-1 (5-3 Pen) Prancis (2006)
Stadion Olimpiade Berlin menjadi saksi bisu di balik satu di antara final terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia. Italia dan Prancis bertarung hingga adu tendangan penalti untuk mendapatkan label tim terbaik di dunia.
Awalnya, Zinedine Zidane membawa Prancis unggul terlebih dahulu pada menit ke-7.
Kemudian, Marco Materazzi menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada delapan menit berselang.
Tensi pertandingan pun terasa panas. Bahkan, Zidane mendapatkan kartu merah langsung usai menanduk Materazzi.
Kehilangan sang jenderal, mental para pemain Les Bleus pun merosot. Pada adu tendangan penalti, David Trezeguet menjadi pesakitan setelah gagal mencetak gol.
Pada sisi lainnya, lima algojo Italia sukses menjalankan tugasnya.
Brasil 0-0 (3-2 Pen) Italia (1994)
Final Piala Dunia 1994 menjadi kesempatan bagi Italia untuk membalaskan dendam kepada Brasil setelah sebelumnya keok pada final 1970.
Namun, misi tersebut gagal terlaksana karena Brasil kembali menjadi juara. Kali ini, pemenang ditentukan melalui adu tendangan penalti.
Kedua tim bermain tanpa gol pada waktu normal dan babak tambahan. Walhasil, laga yang berlangsung di Rose Bowl, California, Amerika Serikat itu berlanjut ke babak tos-tosan.
Pada saat itulah mimpi buruk Italia terjadi. Kegagalan Roberto Baggio sebagai penendang penalti terakhir Italia membuat Brasil menang dengan skor 3-2.
Argentina 3-3 (4-2 Pen) Prancis (2022)

Spanyol vs Argentina (Foto: fox sports)
Label absolute cinema layak ditempelkan pada pertandingan final Piala Dunia 2022 yang mempertemukan Argentina melawan Prancis. Kedua tim berbalas gol hingga laga ditentukan melalui adu tendangan penalti.
Awalnya, Argentina unggul 2-0 terlebih dahulu lewat gol tendangan penalti Lionel Messi dan aksi Angel Di Maria.
Kemudian, Prancis menyamakan kedudukan hanya dalam tempo satu menit. Kylian Mbappe menjadi aktornya. Karena skor 2-2 bertahan hingga 90 menit, pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Drama kembali terjadi pada babak tambahan. Setelah Messi membawa Argentina kembali memimpin, Mbappe tidak mau kalah dengan mencetak gol ketiganya.
Tekad dan ambisi Argentina menjadi juara pun terlihat pada adu tendangan penalti. Emiliano Martinez menunjukkan tajinya. Sementara itu, keempat eksekutor Argentina tidak ada yang gagal.
Dengan demikian, Argentina meraih trofi Piala Dunia ketiga sepanjang sejarah. Lionel Messi pun mewujudkan impiannya selama ini untuk membawa Argentina juara Piala Dunia.
Jerman Barat 3-2 Hungaria (1954)
Hungaria menjadi satu di antara kekuatan besar sepak bola dunia pada tahun 1950-an.
Bahkan, Hungaria berhasil membantai Jerman Barat 8-3 pada laga fase grup Piala Dunia 1954.
Namun, cerita berjalan berbeda pada laga final. Hungaria yang sempat unggul 2-0 justru tumbang 3-2. Helmut Rahn menjadi bintang kemenangan Jerman Barat dengan mencetak brace.

