Trivia Sepak Bola

3 Argumen Milan Seharusnya Tidak Mendepak Stefano Pioli

Johan KristiandiJohan Kristiandi - Senin, 06 Mei 2024
3 Argumen Milan Seharusnya Tidak Mendepak Stefano Pioli
Stefano Pioli (Twitter)

BolaSkor.com - AC Milan dikabarkan akan memecat Stefano Pioli pada akhir musim ini. Namun, setidaknya ada tiga alasan kenapa Rossoneri seharusnya tidak mengakhiri hubungannya dengan pelatih asal Italia tersebut. Berikut adalah ulasannya.

Kesabaran Milan kepada Pioli mencapai batasnya. Manajemen Milan menilai, Pioli sudah gagal mencapai target yang diharapkan pada musim ini.

Namun, bukan berarti tidak ada alasan untuk mempertahankan Pioli. Berikut ini adalah tiga argumen kenapa Il Diavolo Rosso seharusnya tidak mendepak Pioli.

Baca Juga:

Musim Terakhir Olivier Giroud Bersama AC Milan

AC Milan Disarankan Tidak Pecat Stefano Pioli

Lima Syarat Jadi Pelatih Baru AC Milan

Terbukti Berprestasi

Alasan pertama adalah Pioli terbukti membawa Milan meraih prestasi. Hal itu adalah sinyal kuat jika Pioli sejatinya pandai meramu strategi.

Pioli adalah sosok sentral di balik keberhasilan Milan meraih Scudetto pada musim 2021-2022. Ketika itu, Milan memenangi persaingan yang ketat dengan Inter Milan.

Selain itu, Pioli juga membawa Milan kembali berlaga di Liga Champions. Keberhasilan itu sangat berarti karena tidak hanya menempatkan Milan di posisi seharusnya, tetapi juga menambah pundi-pundi dari keikutsertaan di Liga Champions.

Sementara itu, pada musim ini posisi Milan di Serie A juga tidak terlalu buruk. Milan menduduki peringkat kedua klasemen sementara. Itu adalah peringkat yang masuk akal melihat laju Inter yang memang sulit dihentikan klub lainnya.

Tidak Didukung Manajemen dan Skuad Mumpuni

Keterpurukan Milan tidak hanya bisa ditujukan kepada Pioli saja. Sebab, ada peran manajemen dalam hal sejumlah keputusan-keputusan bermasalah.

Bergabung pada musim panas 2019, Pioli tidak datang dalam kondisi terbaik Milan. Ia beberapa kali mengalami pergantian manajemen.

Selain itu, Pioli juga tidak ditunjang dengan kekuatan finansial untuk membeli pemain baru. Milan justru kehilangan sejumlah pemain penting, seperti Hakan Calhanoglu, Sandro Tonali, dan Gianluigi Donnarumma.

Perginya pemain-pemain tersebut bukanlah murni dari kesalahan Pioli. Ada peran manajemen yang gagal mempertahankan pemain kunci.

Selain itu, rekrutan anyar Milan juga kerap gagal bersinar. Keadaan kian memburuk usai Paolo Maldini disingkirkan. Walhasil, Pioli tidak mendapatkan pemain yang dibutuhkan.

Dengan demikian, akan sangat sulit berharap lebih, khususnya berbicara banyak di kompetisi Eropa, jika skuad yang diasuh Pioli masih jauh dari kata bertabur bintang.

Pengganti Tidak Meyakinkan

Alasan terakhir adalah sulit mencari pengganti yang lebih baik dari Pioli. Apalagi, Milan tidak punya banyak opsi.

Kabarnya, Dua target Milan adalah Antonio Conte dan Thiago Motta. Namun, kedua pelatih itu punya rencana berbeda. Motta dikabarkan akan menjadi pelatih Juventus, sedangkan Conte merapat ke Napoli.

View this post on Instagram

A post shared by Bolaskor.com (@bolaskorcom)

Kemudian, Milan mengalihkan radar ke Julen Lopetegui. Namun, muncul penolakan dari suporter Rossoneri.

Milan kian tidak punya banyak pilihan lantaran keterbatasan dalam mengucurkan dana untuk mendapatkan pelatih baru. Padahal, beberapa target Milan saat ini masih terikat konrak. Jadi, Milan butuh uang untuk menebusnya.

Stefano Pioli Breaking News AC Milan Trivia Sepak Bola
Ditulis Oleh

Johan Kristiandi

Life is too short, but i will live for you.
Posts

14.812

Berita Terkait

Italia
AC Milan Konfirmasi Paulo Fonseca sebagai Pengganti Stefano Pioli
Paulo Fonseca resmi latih AC Milan.
Arief Hadi - Kamis, 13 Juni 2024
AC Milan Konfirmasi Paulo Fonseca sebagai Pengganti Stefano Pioli
Ragam
Rekor Serba Tertua dalam Sejarah Euro
Pepe sangat berpeluang untuk memecahkan rekor pemain tertua di Euro.
Yusuf Abdillah - Kamis, 13 Juni 2024
Rekor Serba Tertua dalam Sejarah Euro
Piala Eropa
Euro 2024: Skuad Muda Inggris Bikin Wayne Rooney Khawatir
Rooney khawatir kurangnya pengalaman dapat merusak peluang Inggris.
Yusuf Abdillah - Kamis, 13 Juni 2024
Euro 2024: Skuad Muda Inggris Bikin Wayne Rooney Khawatir
Timnas
Erick Thohir Belum Berhitung Peluang Timnas Indonesia di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Ketua Umum PSSI itu menunggu hasil drawing pada 27 Juni 2024.
Rizqi Ariandi - Kamis, 13 Juni 2024
Erick Thohir Belum Berhitung Peluang Timnas Indonesia di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Ragam
Rekor Serba Termuda dalam Sejarah Euro
Lamine Yamal berpeluang menjadi pemain termuda.
Yusuf Abdillah - Kamis, 13 Juni 2024
Rekor Serba Termuda dalam Sejarah Euro
Timnas
Hasil Undian Kualifikasi Piala Asia U-20 2025: Masuk Grup Mudah, Indonesia Jadi Tuan Rumah
Timnas Indonesia U-20 satu grup dengan Yaman, Timor Leste, dan Maladewa.
Rizqi Ariandi - Kamis, 13 Juni 2024
Hasil Undian Kualifikasi Piala Asia U-20 2025: Masuk Grup Mudah, Indonesia Jadi Tuan Rumah
Piala Eropa
Koeman Ragukan Cedera Lewandowski, Pelatih Polandia Jawab dengan Sindiran
Lewandowski mengalami cedera paha saat pertandingan pemanasan melawan Turki.
Yusuf Abdillah - Kamis, 13 Juni 2024
Koeman Ragukan Cedera Lewandowski, Pelatih Polandia Jawab dengan Sindiran
Piala Eropa
Euro 2024: Dikarantina, John Stones Bisa Lewatkan Laga Pembuka Inggris
Bek Inggris John Stones dikarantina di kamar tidurnya karena sakit.
Yusuf Abdillah - Kamis, 13 Juni 2024
Euro 2024: Dikarantina, John Stones Bisa Lewatkan Laga Pembuka Inggris
Ragam
Cerita Klasik Euro: Ketika 'Football's Coming to Rome' pada 2020
Skenario Inggris dihancurkan Italia.
Yusuf Abdillah - Kamis, 13 Juni 2024
Cerita Klasik Euro: Ketika 'Football's Coming to Rome' pada 2020
Timnas
Hasil Undian Kualifikasi Piala Asia U-17 2025: Indonesia Satu Grup dengan Australia dan Kuwait
Satu tim lainnya adalah Kepulauan Mariana Utara.
Rizqi Ariandi - Kamis, 13 Juni 2024
Hasil Undian Kualifikasi Piala Asia U-17 2025: Indonesia Satu Grup dengan Australia dan Kuwait
Bagikan