Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Trivia Sepak Bola

3 Alasan Manchester United Wajib Mempertahankan Mason Greenwood

Tiga alasan Manchester United pantang menjual Mason Greenwood.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Kamis, 14 Maret 2024
3 Alasan Manchester United Wajib Mempertahankan Mason Greenwood
Mason Greenwood (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Keputusan Manchester United terkait masa depan Mason Greenwood masih menjadi tanda tanya. Namun, melihat situasi saat ini, setidaknya ada tiga alasan kenapa Manchester United wajib mempertahankan Mason Greenwood.

Mason Greenwood tersandung kasus penganiayaan kepada pacarnya. Akibatnya, Manchester United mengeluarkan pemain asal Inggris itu dari dalam skuad.

Setelah hasil penyelidikan menyatakan tidak bersalah, Greenwood tidak lantas kembali ke Man United. Ia justru dipinjamkan ke Getafe karena desakkan yang besar dari publik Inggris.

Baca Juga:

Membangun Skuad Manchester United Lebih Penting ketimbang Mendirikan Stadion Baru

Borussia Dortmund Salahkan Manchester United atas Buruknya Performa Jadon Sancho

Raja Penalti Manchester United Itu adalah Bruno Fernandes

Menurut laporan yang berembus, Man United mempertimbangkan menjual Greenwood pada musim panas mendatang. Barcelona adalah satu di antara klub yang terpincut.

Akan tetapi, ada tiga alasan kenapa Manchester United lebih baik mepertahankan Greenwood. Sang pemain diprakirakan akan berguna bagi Man United di masa depan.

Potensial

Setelah Marcus Rashford, Mason Greenwood adalah satu di antara pemain dari akademi Manchester United yang paling potensial. Greenwood dengan cepat beradaptasi di tim utama.

Sebelum pada akhirnya tersandung kasus, Greenwood telah tampil dalam 129 pertandingan. Dari jumlah itu, ia mengemas 35 gol dan 12 assist untuk Setan Merah.

Catatan tersebut menjadi bukti jika Greenwood adalah permata yang sudah dimiliki Man United. Bahkan, setelah satu tahun menepi, Greenwood tetap bermain apik bersama Getafe dengan menorehkan 8 gol dan 5 assist dalam 26 pertandingan musim ini.

Mengingat usia yang masih 22 tahun, Greenwood jelas punya banyak waktu untuk semakin mengilap. Dengan begitu, terlalu sayang bagi Man United jika melewatkan Greenwood.

Opsi Menarik dan Murah

Satu di antara pekerjaan manajemen Manchester United saat ini adalah mengatasi masalah di sektor sayap. Jadon Sancho dan Antony yang berada pada posisi itu masih belum sesuai harapan. Bahkan, Sancho kini disekolahkan di Borussia Dortmund.

Kembalinya Greenwood ke dalam tim bisa menjadi solusi untuk masalah tersebut. Seperti yang diulas di alasan pertama, Greenwood adalah pemain potensial yang patut mendapatkan kesempatan.

Selain itu, Greenwood juga bisa mengisi posisi striker utama di tengah masa depan Anthony Martial yang masih abu-abu.

Nilai positif lainnya adalah Greenwood bisa menghemat pengeluaran Manchester United. Dengan begitu, Man United tidak perlu mengeluarkan uang untuk memboyong winger anyar.

View this post on Instagram

A post shared by Bolaskor.com (@bolaskorcom)

Kasus Telah Selesai

Satu di antara problem utama Mason Greenwood bertahan di Manchester United adalah tekanan dari publik Inggris. Namun, Man United bisa tutup telinga dan mata karena sang striker terbukti tidak bersalah.

Greenwood sudah dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan yang ditujukan sejak Februari 2023. Bahkan, penyelidikan internal Man United juga berakhir dengan hasil serupa.

Dengan demikian, sejatinya tekanan kepada Man United karena memainkan Greenwood menjadi tidak berdasar. Performa yang impresif dari Greenwood juga bisa membungkam cibiran untuk Man United.

Mason Greenwood Breaking News Manchester United Trivia Sepak Bola

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Bak Pandit Sepak Bola, Donald Trump Ikutan Kritik Taktik Thomas Tuchel
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertanyakan keputusan Thomas Tuchel mengubah pendekatan tim menjadi terlalu defensif saat sudah unggul.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Bak Pandit Sepak Bola, Donald Trump Ikutan Kritik Taktik Thomas Tuchel
Ragam
Fakta Unik Piala Dunia, Peraih Sepatu Emas Lebih Sering Gagal Juara
Sejak turnamen pertama digelar, hanya dua pemain yang berhasil meraih Sepatu Emas sekaligus membawa negaranya menjadi juara dunia.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Fakta Unik Piala Dunia, Peraih Sepatu Emas Lebih Sering Gagal Juara
Liga Indonesia
League Cup Mulai 3 November 2026, I.League Umumkan Kalender Kompetisi 2026-2027 Terbaru
Penantian panjang pecinta sepak bola tanah air soal kompetisi League Cup akhirnya terjawab. Turnamen tersebut akan bergulir 3 November 2026.
BolaSkor - Sabtu, 18 Juli 2026
League Cup Mulai 3 November 2026, I.League Umumkan Kalender Kompetisi 2026-2027 Terbaru
Piala Dunia
Final Piala Dunia 2026: Spanyol Harus Waspadai Statistik Mengerikan Argentina
Argentina datang ke final Piala Dunia 2026 bukan hanya dengan status juara bertahan, tetapi juga membawa statistik yang membuat lawan harus selalu waspada hingga peluit akhir berbunyi.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Final Piala Dunia 2026: Spanyol Harus Waspadai Statistik Mengerikan Argentina
Piala Dunia
Presiden Argentina Javier Milei Absen di Final Piala Dunia 2026, Pilih Pertahankan Ritual Pembawa Hoki
Presiden Argentina Javier Milei dipastikan tidak akan hadir langsung menyaksikan final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol yang berlangsung pada Senin (20/7) dini hari WIB.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Presiden Argentina Javier Milei Absen di Final Piala Dunia 2026, Pilih Pertahankan Ritual Pembawa Hoki
Ragam
Kilas Balik Piala Dunia: Ketika Debutan Kroasia Tampil Ngotot di Perebutan Peringkat Ketiga
Kroasia menandai debut mereka di Piala Dunia dengan merebut peringkat ketiga.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Kilas Balik Piala Dunia: Ketika Debutan Kroasia Tampil Ngotot di Perebutan Peringkat Ketiga
Piala Dunia
Final Piala Dunia 2026 Dibayangi Kabut Asap, Kualitas Udara Jadi Sorotan Jelang Spanyol vs Argentina
Jelang laga final Piala Dunia 2026 di New York, penyelenggara dihadapkan pada ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan di Kanada.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Final Piala Dunia 2026 Dibayangi Kabut Asap, Kualitas Udara Jadi Sorotan Jelang Spanyol vs Argentina
Ragam
5 Pertandingan Perebutan Peringkat Ketiga Paling Seru di Piala Dunia
Berikut lima pertandingan perebutan tempat ketiga paling seru yang pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
5 Pertandingan Perebutan Peringkat Ketiga Paling Seru di Piala Dunia
MotoGP
Mario Aji dan Veda Ega Riding di Jakarta Sambil Sapa Penggemar
Keseruan ini dimulai dari Hotel Artotel, Senayan, Jakarta Selatan hingga Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat pada Jumat (17/7) sore WIB.
Tengku Sufiyanto - Jumat, 17 Juli 2026
Mario Aji dan Veda Ega Riding di Jakarta Sambil Sapa Penggemar
Piala Dunia
Nimbus Si Kucing Ramal Pemenang Prancis vs Inggris
Nimbus, si kucing peramal Piala Dunia 2026, memprediksi Prancis akan mengalahkan Inggris pada perebutan tempat ketiga. Simak hasil ramalan, akurasi Nimbus, dan prediksi Superkomputer Opta.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Nimbus Si Kucing Ramal Pemenang Prancis vs Inggris
Bagikan