Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

3 Alasan Chelsea Ambil Keputusan Tepat jika Tunjuk Julian Nagelsmann Jadi Pelatih

Tiga alasan Chelsea sudah tepat mendekati Julian Nagelsmann untuk mengisi kursi pelatih.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Rabu, 05 April 2023
3 Alasan Chelsea Ambil Keputusan Tepat jika Tunjuk Julian Nagelsmann Jadi Pelatih
Julian Nagelsmann (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Chelsea dikabarkan sedang melakukan pendekatan untuk memboyong eks pelatih Bayern Munchen, Julian Nagelsmann. Dengan mempertimbangkan beberapa alasan, pilihan Chelsea memburu tanda tangan Nagelsmann sudah tepat.

Kesabaran Chelsea kepada Graham Potter menemui titik akhir. Setelah kalah dari Aston Villa di kandang, manajemen Chelsea akhirnya mendepak Potter dari jabatan pelatih kepala.

Sejauh ini, belum ada pengganti yang mengisi kursi yang kosong. Namun, beredar kabar jika Chelsea sedang mendekati Julian Nagelsmann.

Baca Juga:

Resmi, Chelsea Pecat Graham Potter

Baru Dibantai Manchester City, Liverpool Bertekad Bangkit di Markas Chelsea

3 Kandidat Pengganti jika Chelsea Pecat Graham Potter

Berikut ini adalah tiga alasan Chelsea sudah tepat mendekati Julian Nagelsmann untuk mengisi kursi pelatih.

Bukan Pelatih Sembarangan

Bayern Munchen memang mendepak Julian Nagelsmann ketika musim sedang berlangsung. Namun, bukan berarti apa yang dilakukan pelatih asal Jerman itu buruk.

Sejak ditunjuk sebagai pelatih Bayern pada musim panas 2021, Nagelsmann sudah 84 kali memimpin. Dari kesempatan itu, ia mencatatkan 60 kemenangan dan 14 hasil imbang. Nagelsmann hanya 10 kali merasakan kekalahan.

Bahkan, ketika dipecat, Bayern hanya berjarak satu poin dari pemimpin klasemen Bundesliga. Selain itu, Bayern juga melangkah ke perempat final Liga Champions.

Untuk urusan prestasi, Nagelsmann juga telah terbukti. Ia tiga kali membawa Die Roten meraih titel domestik, termasuk trofi Bundesliga 2021-2022.

Dengan catatan tersebut, Nagelsmann jelas bukanlah pelatih sembarangan. Ia punya potensi membawa Chelsea kembali ke jalur prestasi.

Masih Muda

Kelebihan lainnya adalah usia Nagelsmann yang baru 35 tahun. Nagelsmann merupakan pelatih muda yang punya kans lebih berkembang di masa depan.

Meski tergolong muda, tetapi jam terbang Nagelsmann sudah cukup banyak. Ia mengawali karier kepelatihan dengan menjadi pemandu bakat Augsburg pada awal 2008.

Setelah itu, Nagelsmann mendapatkan kepercayaan menjadi asisten manajer di Hoffenheim sebelum dipromosikan menjadi pelatih kepala. Kemampuannya kian terasah dengan memimpin RB Leipzig.

Kematangan Nagelsmann dalam meramu taktik juga terlihat. Bayern Munchen bermain dengan sistematis dan punya pola permainan yang jelas. Biasanya, ia menerapkan formasi 4-2-3-1.

Dengan begitu, Nagelsmann jadi satu di antara opsi teratas jika Chelsea memang serius membangun tim dari awal. Pengalaman memimpin laga bisa terus menempa kemampuan Nagelsmann menjadi lebih baik.

Terbiasa Tangani Pemain Bintang

Satu di antara kesulitan menjadi pelatih Chelsea adalah menukangi pemain bintang. Untuk urusan itu, Nagelsmann sudah berpengalaman.

Menjadi pelatih yang baik tidak hanya urusan mempersiapkan strategi. Selain itu, pelatih juga perlu menjadi pemimpin dan memegang kendali para pemain bintang di dalam tim. Jika gagal, masalah internal akan bermunculan.

Untuk yang satu ini, Nagelsmann sudah terbiasa. Ia terbiasa menukangi pemain-pemain bintang di Bayern. Selama memimpin Bayern, tidak banyak kabar miring seputar hubungan Nagelsmann dengan para pemainnya. Nagelsmann paham bagaimana caranya memimpin para pemain bintang.

Chelsea Breaking News Trivia Sepak Bola Julian Nagelsmann

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Liga Indonesia
Bukan Luis Milla, Pelatih Dewa United Banten FC Muka Baru di Sepak Bola Indonesia
Luis Milla dipastikan bukan pelatih Dewa United Banten FC untuk Super League 2026/2027. Osmar Loss menjadi kandidat terkuat pengganti Jan Olde Riekerink.
Rizqi Ariandi - Rabu, 15 Juli 2026
Bukan Luis Milla, Pelatih Dewa United Banten FC Muka Baru di Sepak Bola Indonesia
Jadwal
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Cara menonton Prancis vs Spanyol secara gratis pada semifinal Piala Dunia 2026. Simak jadwal live TVRI, jam tayang, link live streaming, preview pertandingan, dan analisis kekuatan kedua tim.
Johan Kristiandi - Rabu, 15 Juli 2026
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Piala Dunia
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
John Terry membandingkan Jude Bellingham dengan salah satu pemain terbaik sepanjang masa, Zinedine Zidane.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
Piala Dunia
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Menurut mantan kapten Chelsea John Terry, kualitas skuad Inggris saat ini lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, Argentina.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Piala Dunia
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai Spanyol masih layak disebut sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang pertemuan kedua tim di babak semifinal.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Usianya baru 19 tahun, tetapi Pau Cubarsi sudah menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang Spanyol.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Piala Dunia
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Analisis
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Membedah kekuatan dan kelemahan timnas Argentina jelang melawan Inggris di semfinal Piala Dunia 2026. Benarkah Tim Tango terlalu bergantung kepada Lionel Messi?
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Liga Indonesia
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Aqil Savik mengungkap alasan menolak tawaran beberapa klub demi bergabung dengan Persija Jakarta. Eks kiper Persib itu siap bersaing di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Piala Dunia
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Lamine Yamal punya satu harapan besar setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-19. Bukan hadiah mewah atau perayaan meriah, melainkan kemenangan atas Prancis dan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Bagikan