Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

10 Hal yang Mungkin Belum Anda Ketahui Mengenai Ralf Rangnick

Ralf Rangnick telah ditunjuk sebagai manajer interim Manchester United.
Arief HadiArief Hadi - Rabu, 01 Desember 2021
10 Hal yang Mungkin Belum Anda Ketahui Mengenai Ralf Rangnick
Ralf Rangnick (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Manchester United telah mengonfirmasi pelatih berusia 63 tahun, Ralf Rangnick sebagai manajer interim hingga akhir musim 2021-2022 menggantikan Ole Gunnar Solskjaer. Selepas kontraknya berakhir Rangnick akan menjadi konsultan bagi United selama dua tahun ke depan.

"Manchester United dengan senang hati mengumumkan penunjukan Ralf Rangnick sebagai manajer sementara hingga akhir musim, sang pelatih sedang mengerjakan visa yang dibutuhkan (untuk bekerja di Inggris)," demikian pernyataan di laman resmi United.

"Setelah periode ini, Ralf dan klub telah sepakat bahwa ia akan melanjutkan peran konsultan selama dua tahun ke depan."

Rangnick bukan salah satu dari pelatih top di Eropa jika itu kaitannya dengan raihan trofi, tapi di Jerman ia mendapatkan respek tinggi karena inovasinya dengan gaya main sepak bola yang kini dikenal dengan istilah gegenpressing.

Baca Juga:

4 Pemain Man United yang Posisinya Terancam karena Kedatangan Rangnick

Nostalgia - Ketika Jurgen Klopp Diajari Gegenpressing oleh Ralf Rangnick

Man United Tampil Beda, Carrick Bantah Campur Tangan Rangnick

Sebelum melatih United Rangnick melatih Stuttgart, Hannover, Schalke, Hoffenheim, dan RB Leipzig. Selain menjadi pelatih Rangnick juga dapat berperan sebagai Direktur Teknik atau Olahraga dengan talentanya mengembangkan pemain-pemain muda.

Ada juga hal-hal menarik lainnya yang mungkin belum banyak diketahui mengenai Ralf Rangnick. Berikut 10 hal yang mungkin tak diketahui mengenai Rangnick dilansir dari laman resmi United:

1. Lahir di Tahun Kelam dalam Sejarah Man United

Rangnick lahir pada 29 Juni 1958, sebulan setelah United kalah di final Piala FA kontra Bolton Wanderers dengan skor 0-2 di Wembley (dari gol Nat Lofthouse). Meski kalah perjalanan United ke final tidak mudah dan butuh perjuangan.

Di tahun yang sama juga terjadi momen kelam dalam sejarah klub, ketika kecelakaan pesawat atau Tragedi Munchen terjadi saat pesawat yang mengangkut skuad dan staf pelatih Man United gagal lepas landas dengan baik.

2. Tak Asing dengan Inggris

Kala masih menjadi pelajar Rangnick sempat tinggal lama di Inggris dan belajar di Universitas Sussex, bahkan sempat jadi pemain di Southwick. Rangnick punya gelar sarjana Inggris dan dari sana kecintaannya akan sepak bola datang.

Rangnick pernah mengunjungi Goldstone Ground (Brighton), Highbury (Arsenal), dan Upton Park (West Ham United). "Kenangan itu masih membuat saya merinding. Ini tentang sepak bola, gairah, emosi, dan cinta olahraga."

3. Kenang Laga Brighton vs Liverpool pada 1979

Sebagai fans Brighton, Rangnick mengingat laga yang disaksikannya pada 1979 antara Brighton vs Liverpool. Pemuda-pemuda Brighton yang tampil kala itu bermain melawan Man United di final Piala FA 1983. Rangnick fans Brighton dan ia mengingat betul laga-laga tim berjuluk The Seagulls.

4. Pernah Main di Klub Inggris

Pada musim 1979-1980 Rangnick muda pernah bermain di level non-liga, Southwick. Rangnick bermain 11 laga di Divisi Satu Sussex County dan tim berakhir sebagai runner-up. Tapi karier Rangnick di sana tak panjang karena cedera dan ia butuh operasi. Posisi bermainnya adalah gelandang atau full-back.

5. Idolakan Garry Birtles

Kala masih bermain Rangnick punya satu idola: legenda Nottingham Forest, Garry Birtles. Birtles tampil apik di bawah arahan Brian Clough di Nottingham yang memenangi dua titel Liga Champions pada 1979 dan 1980. Birtles setelahnya sempat gabung United, mencetak 11 gol, dan kembali ke Forest pada 1982.

6. Pencetus Gegenpress

Terinspirasi dari nama-nama pelatih legendaris seperti Valeriy Lobanovskyi dan Arrigo Sacchi, Rangnick mengembangkan istilah permainan gegenpress yang mendapatkan respek dari kolega mudanya seperti Jurgen Klopp, Thomas Tuchel, dan Julian Nagelsmann.

7. Metode Jam Hitung Mundur

Metode menarik yang pernah digunakan Rangnick di sesi latihan bernama hitung mundur dengan menggunakan jam. Itu dibuat unguk mengembangkan kecepatan pemain-pemainnya dalam berpikir.

"Kami memiliki jam hitung mundur yang dibuat khusus untuk kami. Asisten pelatih mengaktifkannya dan mulai berdetak. Kami menggunakannya untuk permainan yang disebut aturan delapan detik," tutur Rangnick kala masih melatih Hoffenheim.

"Para pemain dapat mendengar detak itu dan mereka tahu mereka harus mendapatkan bola kembali dalam waktu delapan detik atau, jika mereka menguasai bola, mereka perlu melepaskan tembakan dalam waktu 10 detik."

"Ini bisa menjengkelkan bagi mereka pada awalnya, tetapi apa yang kami perhatikan adalah jenis pelatihan ini dapat memengaruhi pemain. Dalam beberapa minggu, mereka menyesuaikan gaya permainan mereka dan itu menjadi naluri."

Menarik dinanti apakah Rangnick akan menerapkan hal yang sama di Man United.

8. Pernah Bertemu Man United

Semifinal Liga Champions 2011, Schalke arahan Rangnick bertemu Man United besutan Sir Alex Ferguson. Man United terlalu kuat bagi Schalke dan lolos dengan agregat gol 6-1 hasil dari kemenangan 2-0 dan 4-1.

Perjalanan Schalke kala itu layak diapresiasi. Mereka keluar sebagai pemuncak klasemen di grup yang berisikan Benfica, Lyon, dan Hapoel Tel Aviv. Lalu menyingkirkan Valencia dan Inter Milan (menang agregat gol 7-3) di fase gugur.

9. Nyaris Latih Timnas Inggris

Pada 2016 Rangnick nyaris melatih timnas Inggris dan Direktur Teknik FA, Dan Ashworth menghubunginya. "Selepas Piala Eropa, dia (Ashworth) memanggil saya lagi dan bertanya apakah saya datang untuk wawancara untuk timnas Inggris," terang Rangnick di FourFourTwo.

Rangnick sempat tertarik melatih Inggris, tapi pada akhirnya direksi lebih menginginkan pelatih dari Inggris untuk melatih Inggris dan pada akhirnya Sam Allardyce melatih Three Lions.

10. Ide untuk Sepak Bola

Lima pergantian pemain ada karena pandemi virus corona, tapi Rangnick ingin aturan itu terus berlanjut. Apa alasannya?

"Itu (lima pergantian pemain) membuat permainan lebih cepat, mengurangi cedera dan membuat skuad dalam semangat yang lebih baik," ucap Rangnick.

Selain itu, Rangnick juga punya ide agar ada perubahan ukuran gawang agar gol lebih banyak tercipta dan jadi hiburan untuk fans.

"Saya yakin kita harus mendiskusikan masalah yang saya angkat 15 tahun lalu. Apakah dimensi gawang masih masuk akal? Ketika gawang ditetapkan setinggi 2,44m dan lebar 7,32m, rata-rata orang - dan itu termasuk penjaga gawang - adalah 10 cm lebih pendek," papar Rangnick.

"Jika Anda membuat gawang lebih lebar 30 cm dan lebih tinggi 20 cm, Anda pasti akan melihat beberapa gol lagi."

Trivia Sepak Bola Ralf Rangnick Sosok Manchester United Breaking News

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Timnas
RCTI Gandeng Reza Arap Siarkan Piala AFF 2026 Gratis di Youtube
Reza Arap resmi menjadi Official Digital Partner MNC Group untuk menyiarkan seluruh pertandingan Piala AFF 2026 gratis di YouTube dengan izin resmi Sportfive.
Rizqi Ariandi - Kamis, 16 Juli 2026
RCTI Gandeng Reza Arap Siarkan Piala AFF 2026 Gratis di Youtube
Piala Dunia
Tidak Ada Perbedaan Besar antara Thomas Tuchel dengan Gareth Southgate
Kyle Walker buka suara terkait kegagalan timnas Inggris ke final Piala Dunia 2026 usai dikalahkan Argentina.
Yusuf Abdillah - Kamis, 16 Juli 2026
Tidak Ada Perbedaan Besar antara Thomas Tuchel dengan Gareth Southgate
Liga Indonesia
NK Istra Tolak Tawaran Persija untuk Eks Striker Hertha Berlin, Dinamo Zagreb Turut Mengintai
Persija Jakarta mendapat penolakan dari NK Istra setelah mengajukan tawaran 500 ribu Euro untuk Smail Prevljak. Macan Kemayoran juga bersaing dengan Dinamo Zagreb.
Rizqi Ariandi - Kamis, 16 Juli 2026
NK Istra Tolak Tawaran Persija untuk Eks Striker Hertha Berlin, Dinamo Zagreb Turut Mengintai
Italia
Alejandro Garnacho Tak Masuk Rencana Xabi Alonso di Chelsea, AS Roma Siap Menampung
Masa depan Alejandro Garnacho di Chelsea dipastikan akan segera berakhir. Winger asal Argentina itu disebut tidak masuk dalam rencana pelatih baru Xabi Alonso untuk musim depan.
Yusuf Abdillah - Kamis, 16 Juli 2026
Alejandro Garnacho Tak Masuk Rencana Xabi Alonso di Chelsea, AS Roma Siap Menampung
Piala Dunia
Hati-hati Spanyol! Argentina Gacor dalam Situasi Tertekan
Lionel Scaloni memuji mentalitas Argentina yang selalu mengeluarkan kemampuan terbaik saat berada di bawah tekanan.
Yusuf Abdillah - Kamis, 16 Juli 2026
Hati-hati Spanyol! Argentina Gacor dalam Situasi Tertekan
Piala Dunia
Soal Tudingan Argentina Jadi 'Anak Emas' FIFA, Messi Beri Respons Menohok
Kapten Argentina, Lionel Messi, angkat bicara mengenai berbagai tuduhan yang menyebut La Albiceleste mendapat perlakuan istimewa dan kerap diuntungkan sepanjang Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Kamis, 16 Juli 2026
Soal Tudingan Argentina Jadi 'Anak Emas' FIFA, Messi Beri Respons Menohok
Ragam
Spanyol vs Argentina: Kisah Spesial Lionel Scaloni dan Luis de la Fuente, dari Ruang Kelas Menuju Panggung Final Piala Dunia
Final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua sosok yang pernah memiliki hubungan guru dan murid: Lionel Scaloni dan Luis de la Fuente.
Yusuf Abdillah - Kamis, 16 Juli 2026
Spanyol vs Argentina: Kisah Spesial Lionel Scaloni dan Luis de la Fuente, dari Ruang Kelas Menuju Panggung Final Piala Dunia
Piala Dunia
4 Rekor Buruk yang Dicatat Inggris usai Gagal ke Final Piala Dunia 2026
Timnas Inggris memperpanjang sejumlah catatan buruk dalam sejarah mereka di Piala Dunia.
Yusuf Abdillah - Kamis, 16 Juli 2026
4 Rekor Buruk yang Dicatat Inggris usai Gagal ke Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia
FA Pasang Badan, Thomas Tuchel Tetap Pimpin Inggris Menuju Euro 2028
Posisi Thomas Tuchel sebagai pelatih timnas Inggris dipastikan tetap aman meski The Three Lions gagal melangkah ke final Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Argentina di semifinal.
Yusuf Abdillah - Kamis, 16 Juli 2026
FA Pasang Badan, Thomas Tuchel Tetap Pimpin Inggris Menuju Euro 2028
Inggris
Xabi Alonso Blak-blakan Ungkap Alasan Terima Pinangan Chelsea
Pelatih baru Chelsea, Xabi Alonso, akhirnya buka suara mengenai keputusannya bergabung dengan The Blues.
Yusuf Abdillah - Kamis, 16 Juli 2026
Xabi Alonso Blak-blakan Ungkap Alasan Terima Pinangan Chelsea
Bagikan