BolaSkor.com - Pengurus Pusat (PP) The Jakmania merilis pernyataan sikap terkait perubahan venue pertandingan pekan ke-29 Super League 2025/2026 antara PSIM Yogyakarta dan Persija Jakarta.
Laga PSIM vs Persija Jakarta digelar pada Rabu (22/4). Awalnya, pertandingan itu akan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Namun, karena tidak mendapatkan izin dari kepolisian Bantul, tuan rumah PSIM memindahkan pertandingan kontra Persija Jakarta ke Stadion Kapten I Wayan Dipta di Bali.
Baca Juga:
Pelatih Persija Jakarta Girang Laga Kontra PSIM Yogyakarta Dipindahkan ke Bali
Resmi, Duel PSIM vs Persija Jakarta Dipindah dari Bantul ke Bali
Klasemen Super League Terbaru: Persija dan Borneo Membayangi Persib
Bukan cuma dipindah dari Bantul ke Bali, laga PSIM vs Persija juga berstatus tanpa penonton. Keputusan ini menuai reaksi keras dari The Jakmania yang menyayangkan sekaligus mempertanyakan keputusan tersebut.
"Pengurus Pusat the Jakmania menyayangkan keputusan pemindahan pertandingan antara PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta dari Bantul ke Bali serta pelaksanaan pertandingan tanpa kehadiran penonton," bunyi pernyataan terbuka The Jakmania.
"Kami memahami bahwa pertimbangan utama dari pihak keamanan adalah menjaga situasi vang kondusif demi keamanan dan kenyamanan bersama."
"Namun kami meyakini bahwa dengan perencanaan, koordinasi, dan mitigasi yang tepat, pertandingan tetap dapat diselenggarakan di lokasi semula dengan kehadiran penonton secara aman dan terkendali."
Siapa yang Bertanggung Jawab atas Kerugian yang Dialami The Jakmania?

Aksi The Jakmania saat mendukung Persija Jakarta menghadapi Persis Solo di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (31/7) sore WIB. (Media Persija)
The Jakmania juga turut menyayangkan belum hadirnya solusi yang komprehensif dari regulator liga maupun federasi dalam menyikapi situasi seperti ini.
Menurut The Jakmania, sepak bola Indonesia tidak akan berkembang secara maksimal apabila masih dihadapkan pada praktik "laga usiran" yang justru menjauhkan esensi pertandingan dari para pendukungnya.
"Kami juga menegaskan bahwa keputusan ini berdampak langsung terhadap Jakmania. Banyak teman-teman yang sudah memesan transportasi dan penginapan jauh hari dengan harapan bisa datang, bersilaturahmi, dan menjaga hubungan baik dengan saudara-saudara kami di Yogyakarta."
"Kerugian yang timbul bukan hanya secara materi, tetapi juga secara emosional. Pertanyaannya, siapa yang akan bertanggung jawab atas kerugian tersebut?"
Lebih lanjut, The Jakmania meminta PSSI dan I League untuk bertanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan dari keputusan tersebut, serta memastikan ke depan setiap kebijakan diambil melalui mekanisme yang jelas, terukur, dan sesuai dengan jalurnya.
"Kami percaya bahwa sepak bola adalah tentang kebersamaan, persatuan, dan koneksi antara tim dengan suporternya. Ketika hal tersebut terus terputus oleh keputusan-keputusan yang reaktif tanpa solusi jangka panjang, maka sulit bagi kita untuk berbicara tentang kemajuan sepak bola nasional."
The Jakmania Hormati Keputusan, Apresiasi Brajamusti dan Maident

Brajamusti membawa spanduk yang menunjukkan persaudaraan dengan The Jakmania. (X/InfokomJakmania)
Menutup pernyataannya, The Jakmania tetap menghormati keputusan akhir dari panpel PSIM yang memindahkan pertandingan kontra Persija ke Bali.
The Jakmania juga mengapresiasi upaya dari Brajamusti dan Mataram Independent (Maident) yang memperjuangkan pertandingan PSIM vs Persija tetap digelar di Bantul, meskipun pada akhirnya gagal.
"Kami tetap menghormati keputusan yang telah diambil namun berharap ke depan tidak ada lagi pertandingan yang harus dipindahkan atau digelar tanpa penonton karena ketidaksiapan dalam mengelola risiko yang seharusnya dapat diantisipasi bersama."
"Apresiasi sebesar-besarnya kepada Keluarga Besar Brajamusti dan Maident yang telah berusaha sekuat tenaga untuk melancarkan laga dapat diselenggarakan di Bantul. Semoga kita dapat kembali bersilaturahmi dan merayakan sepak bola dalam keadaan yang sebaik-baiknya."