Football

Sport

Feature

Result

Show

Liga Champions Eropa Berita

Tanpa Sepakan Tepat Sasaran, Liverpool Bermain bak Tim Divisi Bawah saat Melawan PSG

Arief Hadi - Kamis, 09 April 2026

BolaSkor.com - Dejavu pertemuan musim lalu terjadi kembali musim ini namun dengan hasil berbeda. Paris Saint-Germain (PSG) tumbang 0-1 di Parc des Princes musim lalu lawan Liverpool dan kali ini, menang.

Les Parisiens menang 2-0 di Parc des Princes, Kamis (09/04) dini hari WIB, melalui gol Desire Doue (11') dan Khvicha Kvaratskhelia (65') dengan 74 persen penguasaan bola serta 17 tendangan (tujuh tepat sasaran).

Bahkan, PSG bisa mencetak lebih banyak gol dengan peluang yang mereka ciptakan atas tim arahan Arne Slot.

Baca Juga:

Arne Slot Sebut Liverpool Beruntung Hanya Kalah 2-0 dari PSG

PSG Libas Liverpool, Luis Enrique Terkejut dengan Perubahan Taktik Arne Slot

Liverpool Tidak Berdaya di Tangan PSG, Arne Slot Berharap Tuah Anfield

"Tidak ada rasa frustrasi, ini sepak bola. Anda harus menerimanya dan mengakui bahwa kami menampilkan performa hebat melawan tim papan atas seperti Liverpool," ujar pelatih PSG, Luis Enrique di laman resmi UEFA.

"Kami bersabar dan kami berpikir jernih. Kami mampu menunjukkan betapa hebatnya para pendukung kami. Kami sangat senang dengan apa yang mampu kami tunjukkan malam ini."

Liverpool Tanpa Sepakan Tepat Sasaran

Aksi
Aksi Florian Wirtz saat Liverpool bertandang ke markas PSG. (Liverpoolfc.com)

Liverpool, untuk kali pertama dalam kurun waktu enam tahun, gagal melepaskan satu pun sepakan tepat sasaran di Liga Champions.

Eks pemain yang kini jadi pandit sepak bola, Jamie Carragher, menilai Liverpool bermain bak tim divisi bawah.

"Rasanya seperti menonton tim dari divisi bawah," kata Carragher di acara CBS Sports Golazo.

"Sebenarnya itu hasil yang bagus untuk Liverpool, karena seharusnya (PSG) bisa, dan memang seharusnya, lima atau enam gol."

"Perbedaan kelas sangat mengkhawatirkan dari sudut pandang Liverpool. Bagaimana bisa sampai seburuk itu?"

"Manajer telah mencoba sesuatu tetapi dia salah besar secara taktik, bagaimana dia melakukannya," imbuh Carragher.

"Mereka sebenarnya lebih terbuka dengan formasi lima bek daripada dengan formasi empat bek karena mereka menerapkan man-to-man di seluruh lapangan, dan tiga bek tengah harus menutupi lebar lapangan."

"Tetapi, yang juga harus saya katakan adalah bahwa ini bukan hanya sistem Liverpool dan kesalahan taktik, PSG benar-benar luar biasa. Rasanya seperti menonton Barcelona asuhan Pep Guardiola," pungkas Carragher.

Baca Artikel Asli