BolaSkor.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, membantah omongan di luar sana yang mengatakan bahwa Skuad Garuda membutuhkan sosok striker murni.
Menurutnya, yang diperlukan justru kemampuan mencetak gol dari semua pemain yang ada di dalam skuad, entah di manapun posisinya bermain di lapangan.
Herdman berharap semua pemain Timnas Indonesia memiliki naluri menyerang dan bisa mencetak gol tanpa harus bergantung kepada penyerang di lini depan.
Baca Juga:
Timnas Indonesia Dipastikan Full Lokal di Piala AFF 2026
Skuad Sementara Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik Diumumkan, Tak Ada Nama Baru
PSSI Rilis Harga Tiket Laga Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik, Termurah Rp300 Ribu
"Saya terus mendengar ‘Indonesia tidak punya penyerang tengah’, tapi tanggapan saya adalah solusinya adalah mengubah pola pikir para pemain. Semua orang harus ingin menyerang dan mencetak gol," ungkap Herdman kepada awak media termasuk BolaSkor.com di Jakarta, beberapa waktu lalu.
"Indonesia membutuhkan mentalitas di tim bahwa semua orang bisa mencetak gol dan kita harus membangun mentalitas pencetak gol. Baik Anda bek sayap, penyerang sayap, atau gelandang tengah, kita harus melihat momennya, kita harus melatih momen tersebut agar lebih banyak pemain menyerang kotak penalti, lebih banyak orang yang percaya mereka bisa masuk ke area mencetak gol," tuturnya.
Timnas Indonesia Terlalu Pasif

Aksi Rizky Ridho saat melawan Bulgaria, dalam FIFA Series 2026 di Stadion Utama GBK, Jakarta, Senin (30/3). (MP Media/BolaSkor.com/Didik Setiawan)
Herdman melihat bahwa Timnas Indonesia bermain terlalu pasif sebelum dipegang olehnya. Oleh karena itu, dia berharap mulai saat ini Skuad Garuda bisa tampil lebih menyerang.
"Indonesia dalam kampanye sebelumnya bagi saya terlalu pasif. Terlalu pasif. Bertahan, transisi, bertahan, transisi. Bagi kami, kami membutuhkan lebih banyak pemain yang berpikir ‘plus satu’, overload, gelandang tengah, bek tengah, bek sayap yang berusaha menembus barisan pertahanan," ucap Herdman.
"Jadi saya pikir mereka bermain sangat baik di dua pertiga lapangan, tetapi di sepertiga akhir, ada celah besar. Kami akan menutup celah itu di pemusatan latihan ini," tambahnya.
Erling Haaland Tidak Jatuh dari Langit

Aksi Mauro Zijlstra saat debut untuk Timnas Indonesia di laga kontra Chinese Taipei, Jumat (5/9). (BolaSkor.com/Arjuna Pratama)
Herdman berpikir realistis bahwa striker bagus tidak akan jatuh tiba-tiba hadir di Timnas Indonesia, terutama dalam waktu empat tahun ini sebelum Piala DUnia 2030.
Oleh karena itu, dia lebih berusaha untuk memperbaiki apa yang sudah ada sekarang, memberikan mentalitas baru, taktik baru, dan strategi yang lebih sesuai dengan apa yang diharapkannya.
"Karena seorang (Erling) Haaland mungkin tidak akan jatuh dari langit dalam empat tahun ke depan, mungkin saja. Di Kanada, Jonathan David muncul begitu saja, Tajon Buchanan, Alphonso Davies, hal itu bisa terjadi. Namun, di beberapa negara, hal itu mungkin tidak terjadi," ujar pelatih berusia 50 tahun itu.
"Jadi, bagi saya, saya bersiap untuk tidak bergantung pada momen munculnya penyerang tengah yang luar biasa ini. Kami akan melatih tim ini untuk mencetak gol dari setiap posisi. Itulah misinya," tegas Herdman.
Penulis: Gazza Roosaryatama