Cesare Prandelli yang biasanya hanya menurunkan satu penyerang yaitu, Mario Balotelli, kemungkinan bakal menurunkan dua orang penyerang sejak laga dimulai. Nama Ciro Immobile akan menjadi starting line-up dalam laga ini. Prandelli ingin Italia bermain menyerang sejak menit awal, dan tidak memberikan ruang gerak untuk sang lawan Uruguay. Di lini belakang juga masuk nama defender tangguh Juventus Leonardo Bonucci. Masuknya nama pemain 27 tahun tersebut jelas guna memperkokoh benteng pertanahan Italia. Hal tersebut guna mengantisipasi serangan duo eksplosif Uruguay, Edinson Cavani dan Luis Suarez. Masuknya nama Bonucci menambah jumlah pemain belakang menjadi 5 orang pemain. Sementara di kubu Uruguay, pelatih Oscar Washington Tabarez tampaknya tetap akan memainkan formasi saat menang mmenghadapi Inggris di laga kedua lalu. Duet maut Edinson Cavani dan Luis Suarez tetap akan menjadi andalan di lini depan La Celeste. Selain kedua nama tersebut, Italia harus mewaspadai gelandang muda Nicolas Lodeiro. Gelandang asal klub Corinthians ini tentu sudah sangat mengenal iklim cuaca d Brasil, terlebih dalam dua laga awal, Lodeiro menjadi salah satu pemain yang seringkali merepotkan pertahanan lawan. Lodeiro juga memiliki kelebihan dalam eksekusi bola-bola mati. Di lini belakang Uruguay, Diego Godin akan tetap menjadi komando utama jantung pertahanan selain nama Jose Gimenez dan Alvaro Pereira. Susunan Pemain: Italia: 1. Buffon (Gk) (C); 2. De Scigio, 3. Chiellini, 19 Bonucci, 15. Barzagli 4. Darmiani; 21. Pirlo, 23. Veratti, 8. Marchisio; 9. Balotelli, 17. Immobile. Pelatih: Cesare Prandelli (Italia). Uruguay: 1. Muslera (Gk); 3. Godin (C), 13. J.M Gimenez, 6. A. Pereira, 22. M. Caceres; 17. E. Arevalo Rios, 20. A. Gonzales, 14. N. Lodeiro, 7. C. Rodriguez, 21. E. Cavani, 9. L. Suarez. Pelatih: Oscar Washington Tabarez (Italia).
Susunan Pemain Italia vs UruguayGrup D
BolaSkor - Selasa, 24 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Minggu, 21 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Uruguay vs Cape Verde: Menguji Pertahanan Kuat Blue Sharks
Selasa, 16 Juni 2026
Klasemen Sementara Grup H Piala Dunia 2026: Spanyol di Bawah Arab Saudi
Selasa, 16 Juni 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Arab Saudi vs Uruguay Tanpa Pemenang, Iran Imbang Kontra Selandia Baru
Senin, 15 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Arab Saudi vs Uruguay: Motivasi dari Tim Asia di Piala Dunia 2026
Senin, 15 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Satu Hari sebelum Pertandingan, Uruguay Terjebak di Meksiko
Kamis, 04 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1994: Penalti Roberto Baggio dan Suka Cita Brasil di Amerika Serikat
Minggu, 31 Mei 2026
Skuad Resmi Timnas Uruguay untuk Piala Dunia 2026: Tidak Ada Luis Suarez dan Nahitan Nandez
Jumat, 29 Mei 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1982: Dibayangi Skandal Totonero, Paolo Rossi Jadi Pahlawan Timnas Italia di Spanyol
Minggu, 24 Mei 2026
Profil Grup H Piala Dunia 2026: Spanyol dan Uruguay Terlalu Kuat untuk Arab Saudi-Cape Verde
Selasa, 19 Mei 2026
Antonio Conte Tinggalkan Napoli, Kembali Latih Timnas Italia?
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026