BolaSkor.com - Final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol bukan sekadar duel perebutan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.
Pertandingan di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7) WIB, juga menghadirkan kisah menarik yang sempat gagal terwujud.
Ya, laga ini sejatinya mempertemukan dua tim yang seharusnya sudah berhadapan dalam Finalissima 2026, ajang yang mempertemukan juara Copa America dengan kampiun Euro.
Baca Juga:
Hati-hati Spanyol! Argentina Gacor dalam Situasi Tertekan
Soal Tudingan Argentina Jadi 'Anak Emas' FIFA, Messi Beri Respons Menohok
Argentina sebagai kampiun Copa America 2024 dijadwalkan menghadapi Spanyol selaku kampiun Euro 2024 pada 27 Maret 2026 di Lusail Stadium, Qatar. Namun, pertandingan tersebut akhirnya batal digelar.
Finalissima 2026 Batal Digelar

Timur Tengah Memanas, Laga Finalissima Terancam Batal
Menurut laporan Reuters, situasi keamanan di Timur Tengah yang memburuk akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel membuat penyelenggaraan Finalissima 2026 tidak memungkinkan.
UEFA dan CONMEBOL sempat mencari berbagai alternatif agar pertandingan tetap terlaksana. Sejumlah opsi seperti memindahkan laga ke Madrid atau Italia hingga menggunakan format kandang dan tandang sempat dibahas.
Namun, perbedaan pandangan mengenai lokasi netral serta padatnya kalender internasional membuat kedua konfederasi gagal mencapai kesepakatan.
Alhasil, Finalissima 2026 resmi dibatalkan dan trofi tersebut tidak memiliki pemenang.
Meski demikian, takdir justru mempertemukan Argentina dan Spanyol di panggung yang jauh lebih megah: final Piala Dunia 2026.
Mengenal Sejarah Finalissima

Finalissima bukanlah kompetisi baru dalam sepak bola internasional.
Turnamen ini pertama kali digelar pada 1985 dengan nama Artemio Franchi Cup atau European/South American Nations Cup, yang mempertemukan juara Eropa dan juara Amerika Selatan.
Konsepnya mirip Piala Interkontinental di level klub, yakni mempertemukan dua kekuatan terbesar sepak bola dunia.
Edisi pertama berlangsung di Paris pada 1985. Saat itu, Prancis yang diperkuat Michel Platini sukses mengalahkan Uruguay 2-0 dan menjadi juara pertama.
Delapan tahun kemudian, Argentina menjuarai edisi kedua setelah mengalahkan Denmark lewat adu penalti usai bermain imbang 1-1 di Mar del Plata.
Setelah itu, kompetisi sempat vakum hampir tiga dekade karena kehadiran Piala Konfederasi FIFA dan padatnya agenda internasional.
Finalissima kembali dihidupkan pada 2022 melalui kerja sama UEFA dan CONMEBOL.
Wembley menjadi saksi dominasi Argentina yang mengalahkan Italia 3-0. Lionel Messi tampil gemilang dan dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.
Kemenangan itu membuat Argentina mengoleksi dua trofi Finalissima, setelah sebelumnya juga menjadi juara pada 1993.
Sepanjang sejarah, hanya ada tiga negara yang pernah mengangkat trofi Finalissima: Prancis pada 1985 serta Argentina 1993 dan 2022.