Timnas Jerman berhasil mengulang prestasi di Piala Dunia 1990. Bertanding melawan Argentina di partai pamungkas Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Estadio do Maracana, Rio de Janeiro, Senin (14/7) dini hari WIB, Tim Panser menang 1-0. Kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga 90 menit waktu normal. Pertandingan kemudian dilanjutkan ke babak tambahan. Gol tunggal kemenangan Tim Panser akhirnya lahir di menit ke-113 melalui sontekan Mario Goetze usai menerima umpan silang Andre Schurrle. Schweinsteiger merupakan bagian dari skuat Jerman ketika dikalahkan Italia pada semifinal Piala Dunia 2006 dan Spanyol pada 2010. Keberhasilan ini tentunya ia rasakan bak sebuah oase di tengah padang gurun. Apalagi, keberhasilan ini datang dua pekan sebelum hari ulang tahunnya yang ke-30. "Rasanya luar biasa. Ada beberapa pertandingan, terlebih saat melawan Prancis, yang tidak mudah. Tapi, kami selalu percaya pada diri kami sendiri. Kami melakukan hal yang sama saat menghadapi Argentina," ungkap Schweinsteiger dilansir Goal. "Kami semua bertekad untuk bisa melakukannya dan pada akhirnya kami mampu membuktikannya. Sejak tahun 2006, kami selalu menjejaki partai semifinal. Namun, kini kami berhasil mengambil satu langkah maju," ia menambahkan. Salah satu partai terbaik Jerman pada Piala Dunia kali ini adalah ketika mengalahkan tuan rumah Brasil 7-1 di babak semifinal. Toni Kroos dan Andre Schurrle kala itu menjadi pahlawan kemenangan Tim Panser berbekal lesakkan masing-masing dua gol. "Hal yang paling penting adalah kami memiliki kualitas. Kami memiliki pemain berkualitas, mentalitas dan tradisi juara dalam permainan kami," ia memungkasi.
Schweinsteiger: Mental & Tradisi Juara Jerman Luar Biasa
BolaSkor - Senin, 14 Juli 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Selasa, 14 Juli 2026
Harga Tiket Inggris vs Argentina Melambung, Jauh Lebih Mahal daripada Prancis Lawan Spanyol
Selasa, 14 Juli 2026
Argentina Minta Pakai Jersey Tandang saat Lawan Inggris, Apa Alasannya?
Selasa, 14 Juli 2026
5 Momen Terhebat Inggris vs Argentina di Piala Dunia
Selasa, 14 Juli 2026
Profil dan Statistik 4 Kiper Utama di Semifinal Piala Dunia 2026
Selasa, 14 Juli 2026
Membedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Inggris di Era Thomas Tuchel
Selasa, 14 Juli 2026
Semifinal Piala Dunia 2026: Inggris Tak Terpaku Hentikan Lionel Messi
Senin, 13 Juli 2026
Membedah 4 Skenario Final Piala Dunia 2026: Balas Dendam, Rivalitas, dan Sejarah Baru
Senin, 13 Juli 2026
Pemain Naturalisasi Baru Timnas Indonesia Mitchell Baker Dukung Prancis dan Argentina di Piala Dunia 2026
Senin, 13 Juli 2026
Penantian 20 Tahun Berakhir, Lionel Messi Akhirnya Menghadapi Inggris
PILIHAN EDITOR
Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Selasa, 14 Juli 2026
Membedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Inggris di Era Thomas Tuchel
Selasa, 14 Juli 2026
Menilik 4 Pelatih di Semifinal Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Jadi yang Terbaru
Selasa, 14 Juli 2026
Kisah di Balik Rakun Taksidermi, Oleh-oleh Erling Haaland dari Piala Dunia 2026
Senin, 13 Juli 2026
5 Pertandingan Ikonik Prancis vs Spanyol: Dari Blunder Arconada hingga Hujan Gol di Stuttgart
Senin, 13 Juli 2026
Bedah Kekuatan Spanyol: Satu-satunya Tim yang Dianggap Bisa Menggagalkan Prancis Juara
Senin, 13 Juli 2026
Membedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Prancis, Tim yang Nyaris Sempurna
Senin, 13 Juli 2026