Rosell memutuskan mundur dari kursi Presiden Barcelona setelah tersangkut kasus pembohongan publik terkait biaya transfer Neymar dari Santos. Barca dikabarkan membayar sebesar 95 juta Euro (1,56 triliun Rupiah) untuk memboyong Neymar dari Santos awal musim ini. Nilai tersebut 38 juta Euro lebih banyak dengan harga transfer yang diumumkan secara resmi oleh Rosell, yakni sebesar 57 juta Euro (936 miliar Rupiah). Selain itu, Rosell dituduh mendapat keuntungan pribadi dari kesepakatan kepindahan Neymar ke Barcelona dari Santos. Bahkan Rosell akan dipanggil pengadilan tinggi di Spanyol setelah mendapat aduan dari salah satu anggota klub Barcelona atau socios yang bernama Jordi Cases. Sejak memimpin dari 2010, Rosell mengantarkan Barca meraih kesuksesan dengan merengkuh satu titel Liga Champions, satu Piala Dunia Antar Klub, dua gelar Liga Spanyol, satu Piala Raja dan Super Eropa, dan tiga Piala Super Spanyol. Belum lagi jika menghitung trofi dari sektor olahraga lain Barcelona seperti basket (11 titel domestik), hoki (6 titel domestik), dan futsal (10 titel domestik, 1 eropa). Raihan-raihan ini membuat Rosell tetap bangga meski tak mampu menuntaskan masa jabatan. "Selama empat tahun ini, kami telah menikmati kesenangan dan juga menderita karena kami adalah Barcelonistas, sebanyak yang dinikmati dan diderita oleh generasi Blaugrana selama lebih dari satu abad," katanya seperti dikutip Guardian. "Di seluruh tahun-tahun ini, kami telah melihat bahwa kesuksesan kami adalah hasil dari kejayaan kami di lapangan dan mengatasi rintangan yang ada di luar lapangan: politik, hal eksternal, dan yang lebih buruk, beberapa kali tekanan datang justru dari lingkungan kami sendiri. Adalah sebuah kebanggaan bisa melayani Barcelonistas. Adalah sebuah kehormatan untuk bisa menjadi presiden dari FC Barcelona," ungkap pria 49 tahun itu. Jabatan presiden Los Cules kini akan dipegang oleh Josep Maria Bartomeu. Dia akan memimpin Barcelona hingga tahun 2016 mendatang.
Rosell: Saya Tinggalkan Barcelona dengan Bangga
BolaSkor - Jumat, 24 Januari 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 24 Juni 2026
Tidak Benci Barcelona, Jose Mourinho Ungkap Alasan Kembali Latih Real Madrid
Senin, 22 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Cedera Hamstring, Raphinha Masih Dipertahankan Brasil
Sabtu, 20 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Ancelotti Pastikan Neymar Comeback Lawan Skotlandia
Jumat, 19 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Timnas Brasil Kembali Tanpa Neymar Lawan Haiti
Rabu, 10 Juni 2026
Kontrak Bek Barcelona Berakhir Musim Ini, AC Milan Siap Ajukan Tawaran
Rabu, 10 Juni 2026
Ada Udang di Balik Batu, Tawaran Real Madrid untuk Julian Alvarez Bertujuan Menyulitkan Barcelona
Rabu, 10 Juni 2026
Ketika Atletico Mengejek Tawaran Real Madrid untuk Julian Alvarez: Lebih Lucu dari Barcelona
Selasa, 09 Juni 2026
Thomas Tuchel Buka Suara tentang Bergabungnya Anthony Gordon ke Barcelona
Minggu, 07 Juni 2026
Blak-blakan, Bernardo Silva Mengakui Barcelona Mengirim Tawaran
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026