Selama lima tahun terakhir, gelar Ballon d'Or hanya diperebutkan oleh Messi dan Ronaldo. CR7 berhasil meraihnya bersama Manchester United pada 2008. Sementara setelahnya, Messi meraih empat gelar secara beruntun dan Ronaldo harus puas di tempat kedua selama empat kali pula. Dalam sebuah pidato di pertemuan Oxford Union Society (Perhimpunan Debat Universitas Oxford), Jumat (25/10/13), Blatter memuji kemampuan Lionel Messi. Presiden berusia 77 tahun itu dan kemudian menjadikan rambut Ronaldo sebagai bahan ejekan. Sontak, pernyataan sang Presiden tersebut disambut kritikan dari berbagai insan sepak bola. Mantan pemain Paulo Futre menyebutnya sebagai bukti nyata kebencian Blatter terhadap Ronaldo. Real Madrid juga melayangkan surat teguran yang menuntut sang Presiden meminta maaf. Hal itu akhirnya benar-benar dilakukan Blatter. Seperti dilansir Marca, Blatter pada Rabu (30/10/2013) waktu setepat, mengirimkan surat kepada Federasi Sepakbola Portugal (FPF) yang berisi permintaan maafnya terhadap Ronaldo. Blatter juga membalas surat teguran dari Madrid dengan menyatakan permintaan maafnya. Blatter juga menekankan bahwa Ronaldo dan Messi berada di level permainan yang sama. Blatter kabarnya juga menghubungi Ronaldo via telepon untuk menyatakan permohonan maafnya. Namun, hal itu dibantah oleh mantan pemain Manchester United itu. "Saya tak punya telepon. Sekretaris saya lupa memberitahu saya tentang hai ini," ungkap Ronaldo dilansir Goal. CR7 baru-baru ini mendapatkan gelar Pemain Terbaik dari harian ternama Spanyol, Marca, atas penampilan cemerlangnya musim lalu. "Yang terpenting adalah menikmati hadiah ini dan Alfredo Di Stefano datang untuk memberikan gelar ini. Saya menonton videonya, dia fenomenal."
Ronaldo Olok-olok Balik Presiden FIFA
BolaSkor - Senin, 02 Desember 2013
- #Fifa
- #Ballon D'Or
- #Real Madrid
- #Lionel Messi
- #Olok-olok Blatter Pada Ronaldo
- #Sepp Blatter
- #Barcelona
- #Cristiano Ronaldo
- #Florentino Perez
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 15 Juli 2026
Prediksi dan Statistik Inggris vs Argentina: Pertemuan Dua Rival Klasik dalam Sejarah Sepak Bola Dunia
Selasa, 14 Juli 2026
Semifinal Piala Dunia 2026: Inggris Tak Terpaku Hentikan Lionel Messi
Senin, 13 Juli 2026
Kontroversi Kartu Merah Balogun di Piala Dunia 2026: Ketua Komdis FIFA Ternyata Ambil Keputusan Sendiri
Senin, 13 Juli 2026
Penantian 20 Tahun Berakhir, Lionel Messi Akhirnya Menghadapi Inggris
Senin, 13 Juli 2026
Bukan Sekedar Wacana, Piala Dunia 2030 Bisa Diikuti 64 Tim
Minggu, 12 Juli 2026
Kontroversi Spidercam di Perempat Final, FIFA Tolak Protes Norwegia
Minggu, 12 Juli 2026
Lionel Messi Ukir Sejarah Lagi, Jadi Raja Assist Piala Dunia Sepanjang Masa
Minggu, 12 Juli 2026
Susunan Pemain Argentina vs Swiss: Julian Alvarez Temani Lionel Messi
Sabtu, 11 Juli 2026
Hadapi Argentina, Swiss Ungkap Rencana Hentikan Lionel Messi
Sabtu, 11 Juli 2026
Head to Head Argentina vs Swiss: Albiceleste Lebih Superior
PILIHAN EDITOR
Rabu, 15 Juli 2026
8 Fakta Menarik Usai Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 Setelah Menyingkirkan Prancis
Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Selasa, 14 Juli 2026
Membedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Inggris di Era Thomas Tuchel
Selasa, 14 Juli 2026
Menilik 4 Pelatih di Semifinal Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Jadi yang Terbaru
Selasa, 14 Juli 2026
Kisah di Balik Rakun Taksidermi, Oleh-oleh Erling Haaland dari Piala Dunia 2026
Senin, 13 Juli 2026
5 Pertandingan Ikonik Prancis vs Spanyol: Dari Blunder Arconada hingga Hujan Gol di Stuttgart
Senin, 13 Juli 2026
Bedah Kekuatan Spanyol: Satu-satunya Tim yang Dianggap Bisa Menggagalkan Prancis Juara
Senin, 13 Juli 2026
Membedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Prancis, Tim yang Nyaris Sempurna
Senin, 13 Juli 2026