BolaSkor.com - Timnas Curacao membawa warna baru yang unik di gelaran Piala Dunia 2026. Alih-alih menerapkan aturan super ketat, mereka justru memiliki resep kebahagiaan tersendiri dengan mengizinkan pasangan atau WAGs menginap bersama di hotel tim yang berada di Florida.
Kebijakan longgar ini sangat kontras dengan pendekatan tradisional banyak tim besar, seperti memori buruk skuad Inggris pada Piala Dunia 2006 silam.
Kala itu, kehadiran WAGs The Three Lions yang terlalu glamor justru dituding sebagai biang kehancuran dan pengganggu fokus utama timnas.
Baca Juga:
Klasemen Sementara Grup I-J Piala Dunia 2026: Prancis dan Argentina Tak Terbendung
Hasil Piala Dunia 2026: Kena Comeback Aljazair, Yordania Pulang Lebih Awal
Daftar Tim yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Terkini Argentina, Prancis, dan Norwegia
Namun, bagi Curacao, kehadiran orang-orang tercinta justru menjadi senjata psikologis yang sangat ampuh. Curacao juga masih bersaing di Piala Dunia 2026 meski kalah 1-7 melawan Jerman, namun imbang 0-0 kontra Curacao dan meraih satu poin.
Dokter tim Curacao, Suzanne Huurman, menjelaskan bahwa para pemain dibebaskan untuk berbagi kamar tinggal dengan rekan setim atau keluarga mereka.
Dukungan Emosional dan Kehangatan Keluarga
Sebagai satu-satunya dokter wanita di Piala Dunia kali ini, Huurman menambahkan bahwa keintiman dan waktu bersama keluarga sangat membantu tim untuk beradaptasi. Hubungan intim bahkan sangat direkomendasikan untuk memberikan dukungan emosional bagi pemain.
"Pemain dapat tinggal bersama rekan satu tim mereka di kamar yang sama dan, ketika ada anak-anak, pihak keluarga akan menerima kamar tambahan," ungkap Huurman memberikan rincian mengenai kebijakan unik tersebut, dilansir dari Dailymail.
"Ini adalah sesuatu yang cukup unik dalam sepak bola tim nasional. Curacao adalah negara kecil, dengan masyarakat yang sangat ceria, hangat, dan berorientasi pada keluarga, sesuatu yang sangat mengingatkan saya pada Brasil."
Dokter Huurman juga tidak memungkiri dampak positif dari pemenuhan kebutuhan biologis para pemain selama turnamen berlangsung. "Ya, saya percaya seks membantu, tetapi mungkin lebih pada sisi emosional daripada efek fisiologis langsung," paparnya.
Faktor mental dinilai sangat krusial mengingat durasi kompetisi akbar ini memakan waktu yang cukup lama di negeri orang.
"Dalam turnamen yang panjang seperti ini, kehadiran keluarga di sekitar dapat sedikit mengurangi rasa rindu rumah dan membawa ketenangan," tambah Huurman.
Kebijakan ini juga menjadi solusi finansial yang meringankan, sebab mayoritas pemain Curacao tidak merumput di kompetisi elite dunia.
"Bagi banyak keluarga, akan terlalu mahal untuk bepergian dan tinggal selama berminggu-minggu di Amerika Serikat dengan biaya sendiri," jelasnya.
Demi menjaga ketenangan pikiran skuad, federasi sepak bola Curacao pun turun tangan menanggung seluruh biaya akomodasi tersebut.
"Federasi memutuskan untuk menanggung biaya ini agar para pemain dapat memiliki pasangan dan anak-anak mereka di dekatnya. Beberapa dari mereka mungkin akan khawatir atau stres," pungkas Huurman.