BolaSkor.com - Pada 13 Juni 2014, Stadion Arena Fonte Nova di Salvador, Brasil, menjadi saksi salah satu kemenangan paling ikonik Belanda di Piala Dunia.
Dalam laga ulangan empat tahun sebelumnya, Oranje menghancurkan juara bertahan Spanyol dengan skor telak 5-1, lewat penampilan gemilang dan gol-gol spektakuler dari Arjen Robben dan Robin van Persie.
Malam itu, Robben dan Van Persie mencatat sejarah sebagai duo pemain Belanda pertama yang sama-sama mencetak dua gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Baca Juga:
Piala Dunia 2026: Eks Tangan Kanan Sir Alex Ferguson Lewati Rekor yang Bertahan 16 Tahun
Lionel Messi Lewati Rekor Cristiano Ronaldo di Piala Dunia yang Bertahan 8 Tahun
Rekor itu bertahan selama 12 tahun, hingga akhirnya disamai oleh generasi baru Oranje, Brian Brobbey dan Cody Gakpo.
Menariknya, Belanda memetik kemenangan dengan skor sama, 5-1, namu kali ini, Swedia yang harus merasakan keganasan Belanda.
“Saya tidak tahu soal rekor itu, tapi saya sangat bangga,” ujar Brobbey di laman FIFA.
“Robin van Persie dan Arjen Robben adalah legenda di Belanda. Disebut sejajar dengan mereka adalah sesuatu yang membuat saya merasa bangga.”
Dalam laga melawan Swedia, Brobbey langsung memberi dampak besar. Dalam 17 menit pertama, striker itu sudah mencetak dua gol.
“Rasanya luar biasa bisa langsung memberikan pengaruh. Tim juga bermain sangat baik, jadi ini perasaan yang sangat menyenangkan,” katanya.
Reaksi Cody Gakpo

Di paruh kedua, giliran Cody Gakpo yang unjuk kebolehan. Setelah lebih dulu menyumbang assist untuk salah satu gol Brobbey, Gakpo akhirnya mencetak dua gol hanya dalam rentang sembilan menit.
Penampilan itu memastikan kemenangan Belanda sekaligus membuat namanya masuk ke daftar rekor bersejarah.
“Ini daftar yang sangat bagus untuk menjadi bagiannya,” kata Gakpo.
“Robben dan Van Persie, lalu sekarang Brian dan saya. Tentu ini sesuatu yang patut dibanggakan.”
Bagi Gakpo, momen ini terasa semakin spesial karena ia masih ingat jelas pertandingan legendaris melawan Spanyol pada 2014. Saat itu usianya baru 15 tahun dan menyaksikan semuanya dari rumah.
“Pertandingan itu sangat emosional untuk ditonton di TV, terutama karena kami kalah dari Spanyol di final 2010. Jadi ketika bertemu mereka lagi di 2014, semua orang berharap kami bisa menang, meski kami tahu betapa kuatnya mereka."
"Saya ingat mereka unggul lebih dulu lewat penalti, tapi setelah sundulan Van Persie, semuanya berubah. Kami bermain luar biasa malam itu. Saya masih ingat setiap golnya,” lanjut Gakpo.
Dua golnya ke gawang Swedia, menambah koleksi Gakpo menjadi lima dari tujuh penampilan di Piala Dunia. Sebelumnya dia mencetak tiga gol di Qatar 2022.
“Saya tentu senang bisa mencetak gol lagi hari ini dan mencetak dua. Tapi secara keseluruhan, ini adalah kerja kolektif."