Football

Sport

Feature

Result

Show

Ragam Feature Piala Dunia Internasional Berita

Profil Grup C Piala Dunia 2026: Brasil Unggulan, Satu Tiket Direbutkan Maroko, Haiti, dan Skotlandia

Arief Hadi - Jumat, 15 Mei 2026

BolaSkor.com - Musim panas 2026 akan berbeda dengan adanya Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di tiga lokasi berbeda: Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.

Format baru Piala Dunia 2026 juga akan diikuti 48 tim yang terbagi di 12 grup A-L. Tentu saja, pemilik trofi terbanyak Piala Dunia juga berpatisipasi.

Timnas Brasil tergabung di grup C bersama Skotlandia, tim yang kembali ke Piala Dunia setelah terakhir tampil pada 1974, Haiti, dan tim dari Afrika pertama yang mencapai perempat final pada 2022, Maroko.

Baca Juga:

Profil Tim Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Timnas Jerman, Raksasa Sepak Bola yang Tertidur

Profil Tim Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Timnas Prancis, Les Bleus Semakin Berbahaya di Era Didier Deschamps

Profil Tim Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Timnas Argentina, Last Dance Lionel Messi

Persaingan di grup tersebut menarik. Brasil unggulan lolos dan satu tiket tersisa direbutkan Maroko, Haiti, dan Skotlandia dengan posisi tiga berpotensi ke fase gugur via jalur tim ketiga terbaik.

Akan tapi, Brasil juga bisa dibuat kerepotan oleh Maroko dan Skotlandia yang bermain dengan gigih, atau kekuatan Haiti yang tidak dapat diprediksi. Berikut profil grup C Piala Dunia 2026:

1. Timnas Brasil

Timnas
Timnas Brasil. (yahoo sports)

Tim paling berpengalaman di grup dengan total 23 Piala Dunia (termasuk 2026) dan juara dunia dengan lima trofi (1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002).

Brasil masih dan akan selalu dilihat sebagai raksasa sepak bola dunia, meski terakhir juara 24 tahun silam.

Regenerasi pemain berbakat dari Negeri Samba terus ada meski tak lagi sama seperti dahulu, tetapi itu tak menutup fakta pemain-pemain yang berkarier di lima liga top Eropa.

Permainan Jogo Bonito telah memudar dan integrasi sepak bola modern tak terhindarkan. Kini, menjadi tugas untuk Carlo Ancelotti memaksimalkan potensi dari skuadnya.

Dengan metode kepelatihannya dalam memberi kebebasan pemain berekspresi, itu bisa membangkitkan potensi skuad Brasil karena pada dasarnya pemain Brasil bermain dengan satu hal: bermain untuk bersenang-senang.

Skuad timnas Brasil

Kiper: Alisson (Liverpool), Ederson (Fenerbahce), Weverton (Gremio).

Bek: Alex Sandro, Danilo, Leo Pereira (Flamengo), Bremer (Juventus), Ibanez (Al-Ahli), Wesley (Roma), Marquinhos (Paris St-Germain), Gabriel (Arsenal), Douglas Santos (Zenit St. Petersburg).

Gelandang: Bruno Guimaraes (Newcastle), Casemiro (Manchester United), Danilo Santos (Botafogo), Fabinho (Al-Ittihad), Lucas Paqueta (Flamengo).

Penyerang: Endrick (Lyon), Gabriel Martinelli (Arsenal), Igor Thiago (Brentford), Matheus Cunha (Manchester United), Raphinha (Barcelona), Vinicius Junior (Real Madrid), Luiz Henrique (Zenit St. Petersburg), Neymar (Santos), Rayan (Bournemouth).

2. Timnas Haiti

Timnas Haiti (Foto: FIFA)

52 tahun berlalu sejak Haiti bermain di Piala Dunia. Dalam kurun waktu tersebut, tidak relevan membandingkan kedua sisi Haiti.

Pada 1974 pencapaian terbaik Haiti sebatas fase grup. Kiprah mereka kali ini akan dinanti mengingat skuad arahan Sebastien Migne merata, beberapa bermain di liga top Eropa semisal Jean-Ricner Bellegarde (Wolverhampton Wanderers), Wilson Isidor (Sunderland), dan Josue Casimir (Auxerre).

Haiti melalui dua ronde di kualifikasi CONCACAF dengan baik. Pada ronde dua, Haiti finis sebagai runner-up grup C di belakang Curacao.

Lalu pada ronde ketiga di grup yang berisikan dua tim yang pernah bermain di Piala Dunia, Kosta Rika, Honduras, dan Nikaragua, Haiti hanya kalah sekali dan berada di puncak grup. Sepak terjang Haiti layak diperhatikan di Piala Dunia 2026.

Skuad timnas Haiti:

Kiper: Johnny Placide (Bastia), Alexandre Pierre (Sochaux), Josue Duverger (FC Cosmos Koblenz).

Bek: Carlens Arcus (Angers), Wilguens Pauguain (Zulte Waregem), Duke Lacroix (Colorado Springs), Martin Expérience (Nancy), Jean-Kevin Duverne (KAA Gent), Ricardo Ade (LDU Quito), Hannes Delcroix (Lugano), Keeto Thermoncy (Young Boys Berne).

Gelandang: Leverton Pierre (Vizela), Carl-Fred Sainthe (El Paso Locomotive), Jean-Jacques Danley (Philadelphia Union), Jean-Ricner Bellegarde (Wolves), Pierre Woodenski (Violette), Dominique Simon (Tatran Presov).

Penyerang: Louicius Deedson (Dallas), Ruben Providence (Almere City), Josue Casimir (Auxerre), Derrick Etienne (Toronto), Wilson Isidor (Sunderland), Duckens Nazon (Esteghlal), Frantzdy Pierrot (Caykur Rizespor), Yassin Fortune (Vizela), Lenny Joseph (Ferencvaros).

3. Timnas Maroko

Timnas
Timnas Maroko di Piala Dunia 2022 Qatar. (FIFA)

Tim Afrika pertama yang mencapai perempat final pada Piala Dunia 2022, serta mencapai final Piala Afrika 2025 yang secara kontroversi menjadi juara setelah Senegal diberi sanksi karena melakukan aksi walk out (WO).

Salah satu kelebihan Maroko adalah kolektivitas bermain meski memiliki bintang-bintang seperti Achraf Hakimi, Yassine Bounou, Brahim Diaz.

Maroko sudah bermain di enam Piala Dunia dengan catatan lima kemenangan, tujuh kekalahan, dan 11 hasil imbang dari 23 pertandingan.

Satu hal menarik yang dinanti adalah kiprah Mohamed Ouahbi. Peramu taktik berusia 49 tahun menggantikan Walid Regragui pada Maret 2026.

Dengan bekal melatih usia muda Maroko dari U-20 hingga U-23, Ouahbi tahu betul bagaimana kultur sepak bola Maroko. Ia akan menanggung beban warisan pendahulunya, Regragui, yang membawa Maroko ke perempat final Piala Dunia 2022.

Skuad timnas Maroko:

4. Timnas Skotlandia

Selebrasi
Selebrasi timnas Skotlandia (espn)

Skotlandia kembali ke Piala Dunia setelah terakhir tampil pada 1998. Total, termasuk 2026, Skotlandia bermain di sembilan Piala Dunia dengan posisi terbaik sebatas fase grup di sembilan edisi tersebut.

Skotlandia acapkali dinilai sebagai tim penghibur, tetapi jangan pernah mempertanyakan kegigihan dan daya juang tim berjuluk The Tartan Army tersebut.

Pemain-pemain ikonik seperti Kenny Dalglish, Billy Bremner, dan Joe Jordan merupakan legenda sepak bola Skotlandia.

Kini, skuad arahan Steve Clarke mengandalkan pemain berkarakter semisal Scott Mctominay, Andy Robertson, dan John McGinn sebagai andalan sekaligus pemimpin tim.

Konsistensi bermain Skotlandia juga tak lepas dari peran Steve Clarke. Sang pelatih memiliki gaya permainan pragmatis dan mengandalkan pemain-pemain inti untuk menjadi poros kekuatan Skotlandia.

Di eranya, Skotlandia juga bermain di dua Euro beruntun dari 2020 hingga 2024 dan Clarke selalu jadi sosok yang realistis kala membicarakan timnya.

Skuad timnas Skotlandia:

Kiper: Craig Gordon, Angus Gunn, Liam Kelly.

Bek: Grant Hanley, Jack Hendry, Aaron Hickey, Dom Hyam, Scott McKenna, Nathan Patterson, Anthony Ralston, Andy Robertson, John Souttar, Kieran Tierney.

Gelandang: Ryan Christie, Findlay Curtis, Lewis Ferguson, Ben Gannon-Doak, Billy Gilmour, John McGinn, Kenny McLean, Scott McTominay.

Penyerang: Che Adams, Lyndon Dykes, George Hirst, Lawrence Shankland, Ross Stewart.

Baca Artikel Asli