Piala Asia Futsal 2026: Dikepung Raksasa, Pelatih Indonesia Anggap Setiap Laga Final
BolaSkor.com - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, buka suara soal peta kekuatan dan persaingan Grup A Piala Asia Futsal 2026. Kompetisi tersebut digelar di Jakarta pada 27 Januari hingga 7 Februari mendatang.
Grup A berisikan Indonesia sebagai tuan rumah, Irak, Kirgiztan, dan Korea Selatan.
Hector Souto menjelaskan bahwa di antara empat tim di Grup A, hanya Indonesia yang kekuatannya tidak teruji di babak kualifikasi.
Baca Juga:
Kelme Juga Jadi Apparel Resmi Timnas Futsal Indonesia
Kisah Timnas Futsal Indonesia yang Sempat Tersasar saat SEA Games 2025
Sejarah! Timnas Futsal Indonesia Raih Emas SEA Games 2025 Usai Hajar Tuan Rumah Thailand 6-1
Indonesia lolos otomatis karena berstatus sebagai tuan rumah. Menurut Souto, ekspektasi publik akan berbeda dengan cara ia mempersiapkan timnya menghadapi turnamen ini.
"Dari semua peserta dalam kompetisi ini, kami adalah satu-satunya yang tidak lolos. Semua orang di kompetisi ini lolos, kami tidak lolos, kami tidak bermain di babak kualifikasi," kata Souto.
"Jadi, terkait hal itu, ekspektasi orang-orang berbeda dengan cara kami mempersiapkan turnamen."
"Kita harus menyadari bahwa ketiga tim nasional di sini benar-benar kuat, kami menganalisis mereka secara mendalam," tuturnya.
Indonesia Dikepung Tiga Raksasa

Aksi pemain Timnas Futsal Indonesia, Evan Soumilena. (FFI)
Di atas kertas, Indonesia berada di kepungan tiga raksasa futsal Asia. Irak dan Kirgiztan menjadi dua tim yang dalam beberapa tahun terakhir kekuatannya terus membaik.
Sementara itu, Korea Selatan tengah membangun kembali kekuatannya di bawah asuhan pelatih Portugal, Paulo Fernandes.
Kirgiztan dan Irak lolos ke putaran final setelah menjadi juara grup di babak kualifikasi dengan catatan sempurna. Kedua tim menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan.
Sedangkan, Korea Selatan meraih tiket putaran final Piala Asia Futsal 2026 dengan menjadi runner-up Grup B, di bawah Thailand.
Yang disoroti oleh Souto dari Korea Selatan adalah keberhasilan mereka menahan imbang Thailand di babak kualifikasi, serta hanya kebobolan dua kali dari tiga pertandingan.
"Kirgiztan mengalami perkembangan besar tahun lalu, beberapa kali lolos ke Eropa dan memiliki warisan dari Juiz Bernat dan transfer ke Djetibaev. Pelatih Djetibaev, mereka memainkan pertandingan yang luar biasa, mereka mendapatkan posisi pertama di grup," ujar Souto.
"Irak juga mendapatkan posisi pertama di grup. Saya tidak perlu berbicara tentang pelatih mereka (Joao Carlos), karena semua orang mengenalnya dari kariernya di Brasil, di Foz do Catarata, di Marreco."
"Dan juga Paulo Fernandes, jika Anda mengenalnya dan rekam jejaknya. Dia adalah pelatih yang sangat bagus dari Portugal, sudah di Benfica, sudah di Sporting."
"Anda lihat empat pertandingan terakhir Korea, mereka hanya kebobolan dua gol, dan itu pun dalam hasil imbang melawan Thailand, mereka bisa mengalahkan Bahrain. Jadi, terkadang ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataan," tuturnya.
Setiap Laga adalah Final
Timnas Futsal Indonesia saat menghadapi Australia, Selasa (5/11). (FFI)
Melihat kekuatan tiga tim di Grup A, Souto mengatakan setiap pertandingan Piala Asia Futsal 2026 adalah final.
Indonesia akan mengawali perjuangannya dengan menghadapi Korea Selatan pada Selasa (27/1).
Setelah itu, Indonesia bertemu Kirgistan (29/1) dan terakhir menjamu Irak (31/1).
Semua pertandingan Indonesia digelar di Indonesia Arena, Jakarta.
"Kami sangat menyadari apa yang harus kami lakukan dan kami tahu bahwa setiap pertandingan adalah final," tutur Souto.