Persela mungkin kalah posisi di papan klasemen akhir Indonesia Super League (ISL) 2012-2013 lalu. Tapi di atas rumput stadion, statistik menunjukkan Laskar Joko Tingkir lebih unggul dan pantas ditempatkan sebagai favorit peraih tripoin di laga mendatang. Faktor pertama adalah rekor pertemuan Persela dan Persepam dalam setahun terakhir. Tiga kali bertemu, Persela memenangkan dua laga yakni skor 4-0 saat mengawali ISL 2012-2013 di Stadion Surajaya, serta 2-0 di ajang Inter Island Cup 2014 pads Januari kemarin. Persela hanya kalah tipis 1-0 di laga penutup ISL 2012-2013 yang digelar di Stadion Ahmad Yani. Saat itu Persepam menang lewat sebiji gol Rossy Noprihanis yang sekaligus memastikan posisi Persepam di 10 besar klasemen akhir, melampaui Persela dua strip di bawahnya. Faktor kedua adalah rekor kandang Persela musim ini. Di dua pertandingan, Roman Golian dkk selalu mencetak tiga gol. Lawannya pun tak main-main, yakni Persebaya Surabaya dan PSM Makassar. Jelas konfidensi anak-anak Kota Soto tak bisa diabaikan. Yang jelas, walau memiliki sejumlah keunggulan, kubu tuan rumah tidak mau sesumbar. Pelatih Persela Eduard Tjong meminta timnya tidak merasa menang sebelum tiga angka benar-benar di tangan. "Tugas kami adalah meneruskan apa yang telah dilakukan di pertandingan sebelumnya. Semua ditentukan di lapangan, sejauh mana pemain bisa fokus dan bermain dengan potensi terbaik. Persela memiliki peluang lebih besar untuk menang dan itu tergantung kami sendiri bagaimana memanfaatkannya," terang Eduard Tjong, Jumat (7/3). Dari sisi persiapan, dirinya merasa tim sudah sangat siap menyambut pertandingan derby tersebut. Tanpa persoalan cedera atau skorsing kartu, pelatih bersapa Edu optimistis bisa menjadikan Surajaya sebagai ladang angka.
Persela Di Atas Angin Jelang Jamu Persepam MU
BolaSkor - Jumat, 07 Maret 2014
- #Persela Lamongan
- #Persepam Madura United
- #Indonesia Super League
- #Surajaya
- #Eduard Tjong
- #Isl
- #Persela Di Atas Angin Jelang Jamu Persepam MU
- #Laskar Joko Tingkir
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 24 Juni 2026
Revolusi Medis Sepak Bola: Persebaya dan Mayapada Hospital Surabaya Ciptakan Ekosistem Sports Medicine Pertama di Indonesia
Senin, 08 Juni 2026
Persija Rekrut STY dan Peralta, Persib Tak Gentar
Minggu, 31 Mei 2026
Jalani Empat Kompetisi, Skuad Persib Musim 2026/2027 Diperbesar
Jumat, 22 Mei 2026
Marc Klok Jadi Pemain Persib Paling Sedih Menjelang Penentuan Juara
Sabtu, 09 Mei 2026
Persija vs Persib: Federico Barba Prediksi Laga Sengit di Stadion Segiri
Sabtu, 09 Mei 2026
Tanggapan Ketua Viking Persib Club Usai Marc Klok Dilaporkan The Jakmania
Sabtu, 09 Mei 2026
Persija Jakarta vs Persib Bandung, Laga Terbesar di Asia Tenggara
Selasa, 05 Mei 2026
Persib vs Persija, Thom Haye Sebut Bukan Soal Gengsi
Selasa, 05 Mei 2026
Persib Fokus 3 Laga Sisa, Marc Klok Tekankan Rivalitas dengan Persija
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026