Football

Sport

Feature

Result

Show

Liga Indonesia Indonesia Berita

Persebaya Kalah dari Persijap, Bernardo Tavares Kesal dengan Wasit yang Dinilai Kontroversi

Tengku Sufiyanto - Minggu, 22 Februari 2026

BolaSkor.com - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya kepada perangkat pertandingan yang memimpin laga kontra Persijap Jepara.

Pasalnya, pertandingan pekan ke-22 Super League 2025/2026 di Stadion Bumi Kartini, Sabtu (21/2) malam WIB itu, dinilai Bernardo Tavares ada beberapa keputusan keliru dari perangkat pertandingan.

Pertandingan berakhir 1-3 untuk kekalahan Persebaya. Dalam situasi tertinggal 0-1, terjadi beberapa kali situasi di kotak penalti Persijap. Namun wasit mengabaikan klaim-klaim yang diajukan Persebaya.

"Yang saya tahu adalah bahwa di babak pertama seharusnya penalti. Dan saya tidak tahu mengapa semua ini begitu lucu bagi Indonesia. Di China atau pun Inggris, itu penalti," kecamnya.

"Kami seharusnya mendapat tiga penalti dalam pertandingan. VAR tidak mau melihat ini. VAR seharusnya bertaruh apakah penalti itu diberikan, saat di babak pertama dan di babak kedua," tambah Tavares.

Baca Juga:

Hasil Super League 2025/2026: Brace Alex Martins Bawa Dewa United Bungkam Borneo FC

Hasil Super League 2025/2026: Gol Andrew Jung Bawa Persib Bandung Kalahkan Persita di GBLA

Seharusnya Dapat 3 Penalti

Momen pertama yang dimaksud pelatih asal Portugal itu terjadi di akhir babak pertama. Alfan Suaib terjatuh saat berduel memperebutkan bola. Tetapi wasit justru melanjutkan laga tanpa melihat VAR.

Momen kedua terjadi di babak kedua tatkala Diogo Brito menahan tandukan Gustavo Fernandes. Wasit sempat melihat VAR dan akhirnya mengubah keputusannya menjadi No Penalty.

Satu-satunya hadiah penalti yang diberikan wasit terjadi di penghujung laga. Setelah protes keras dari Gali Freitas, wasit akhirnya mengecek VAR. Bruno Moreira pun mencetak gol hiburan dari titik putih.

"Saya sudah melihat pemain dengan lengan seperti itu. Saya sudah melihat banyak penalti tetapi oke, keputusannya bukan penalti. Setelah itu, saya merasa kami kurang baik dalam mengontrol emosi karena kami berharap mendapat penalti," keluhnya.

Bruno Moreira saat melakukan eksekusi penalti ke gawang Persijap Jepara di Stadion Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (21/2). (Persebaya.id)

Kontrol emosi yang buruk pada akhirnya berbuah kartu merah untuk Persebaya. Rachmat Irianto kedapatan VAR melayangkan tinjunya ke bagian wajah Gustavo Franca.

"Kami perlu lebih baik dalam mengendalikan emosi karena aku baru saja berada di sini. Ini kartu merah pertama selama jadi pelatih di Persebaya, tapi sebelumnya tim sudah punya enam. Jadi saat ini sudah dapat tujuh kartu merah. Terlalu banyak. Terlalu banyak," ucapnya.

"Saya pikir kami perlu bertanggung jawab. Ini membuat saya frustasi, Persebaya adalah tim terbanyak mendapatkan kartu merah, tujuh kartu merah. Kami harus mengubahnya" imbuh Tavares.

Selanjutnya, Persebaya akan bertemu PSM Makassar di Gelora Bung Tomo, Surabaya Rabu (25/2) malam WIB. Ini akan jadi kali pertama Bernardo Tavares menghadapi mantan tim yang dibesarkannya. (Laporan Kontributor Arjuna Pratama)

Baca Artikel Asli