Timnas Jepang, yang paling dijagokan mengangkat citra Asia, gagal tampil maksimal di ajang Piala Dunia 2014. Tim Samurai Biru baru mendapatkan satu angka dari dua pertandingannya di Grup C. Jepang takluk 2-1 melawan Pantai Gading di pertandingan pembuka Grup C yang berlangsung di Stadion Arena Penambucho, 15 Juni lalu. Padahal, kala itu Jepang sempat memimpin terlebih dahulu di babak pertama. Keisuke Honda kemudian hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Yunani di partai kedua sepuluh hari berselang. Jelang pertandingan terakhir Grup C menghadapi Kolombia yang akan dihelat di Stadion Arena Pantanal, Cuiaba, Rabu (25/6) dini hari WIB, Zaccheroni membeberkan kelemahan utama timnya yang berimbas pada kegagalan meraih poin maksimal. "Satu-satunya cacat kami adalah permasalahan mental. Kami tak puas dengan hasil yang kami dapat sejauh ini. Tim ini dalam empat tahun terakhir selalu mampu memberikan kegembiraan dan kepuasan di tiap pertandingan," ungkap Zaccheroni dilansir situs resmi FIFA. "Saya berharap kami bisa menunjukkan bagian positif itu di partai melawan Kolombia nanti. Kami tak cukup cepat. Sementara, serangan balik adalah kunci permainan kami," pelatih berkewarganegaraan Italia itu menambahkan. Hasil negatif di dua laga tersebut mengecilkan peluang Jepang untuk melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2014. Tim Samurai Biru saat ini berada di posisi ketiga berbekal satu angka. Raihan poin maksimal melawan Kolombia adalah harga mati yang wajib didapat jika Jepang tak ingin peluang tersebut benar-benar tertutup.
Pelatih: Jepang Cacat Mental!
BolaSkor - Selasa, 24 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 24 Juni 2026
Klasemen Lengkap Piala Dunia 2026 Usai Matchday 2
Selasa, 23 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Kolombia vs RD Kongo: The Leopards Emban Misi Ambisius
Minggu, 21 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Kunci Kemenangan Bersejarah Jepang atas Tunisia
Minggu, 21 Juni 2026
Rating Pemain Jepang saat Membantai Tunisia: Ayase Ueda, Penyerang Nomor 9 yang Sudah Langka
Minggu, 21 Juni 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Jepang Tempel Ketat Belanda, Tunisia Angkat Koper Usai Kalah 0-4
Sabtu, 20 Juni 2026
Jepang Ingin Suguhkan Permainan Berkualitas dalam Laga Bersejarah Lawan Tunisia
Sabtu, 20 Juni 2026
Jepang Waspadai Efek Pelatih Baru Tunisia
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026