BolaSkor.com - Inter Milan harus puas dengan hasil imbang 2-2 saat menghadapi Torino pada lanjutan laga Serie A di Olimpico Turin, Minggu (26/04). Padahal, Inter sempat unggul 2-0.
Laga yang terlihat dalam kendali justru berubah menjadi menegangkan di menit akhir, saat Torino bangkit dari ketertinggalan poin dan memaksa Inter kehilangan dua poin.
Cristian Chivu, pelatih Inter, juga menerima pertanyaan seputar skandal wasit Serie A yang ramai dibahas pekan ini. Tapi ia menolak membicarakannya.
Baca Juga:
Klasemen Terbaru Serie A: Scudetto Inter Milan Tak Terhindarkan, Perburuan Empat Besar Memanas
Hasil Serie A: AC Milan vs Juventus Berakhir Imbang, Inter Milan Urung Amankan Keunggulan
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Torino vs Inter Milan, Live Malam Ini Pukul 23.00 WIB
Alih-alih melakukannya, Chivu fokus dengan performa tim saat melawan Torino, bukan kontroversi di luar lapangan.
Bungkam soal Skandal Wasit Serie A
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu (Football-Italia)
Dari pada ikut memperburuk keadaan dengan situasi mengomentari wasit, Chivu menegaskan.
"Saya berbicara tentang sepak bola, saya seorang pelatih dan mereka membayar saya untuk mempersiapkan pertandingan sebaik mungkin dan menyampaikan ketenangan serta motivasi yang tepat," tegas Chivu.
"Saat skor 2-0, saya tidak melakukan pekerjaan saya dengan baik dan saya bertanggung jawab atas hal itu."
"Tapi tidak banyak yang berubah. Tiga poin tersisa dan kami ingin mengamankannya secepat mungkin."
Rotasi Pemain dan Masalah Performa Jadi Faktor
Selain membahas wasit, Chivu juga menuturkan alasan di balik absennya beberapa pemain kunci saat melawan Torino.
"(Hakan) Calhanoglu merasa kurang sehat. (Denzel) Dumfries masih belum dalam kondisi terbaiknya," tutur Chivu dikutip dari Sempre Inter.
"Saya berpikir untuk memberi (Alessandro) Bastoni beberapa menit karena dia sudah menjalani tiga sesi latihan bersama kami. Untuk Lautaro (Martinez), masih butuh waktu lama," terangnya.

Hakan Calhanoglu (X/FabrizioRomano)
Hakan Calhanoglu disebut dalam kondisi kurang fit, sementara Denzel Dumfries belum mencapai performa yang optimal, dan ada beberapa pemain lain yang masih menjalani tahap pemulihan.
Kondisi ini berdampak pada rotasi pemain yang tak terhindarkan dan berpengaruh kepada stabilitas permainan, terutama pada fase akhir pertandingan.
"Kami memberikan pujian kepada Torino karena mereka percaya diri, mereka menemukan energi dan membuat kami kesulitan ketika semuanya tampak terkendali," imbuh Chivu.
"Skor 2-0 seharusnya memberi kami ketenangan, tetapi ketika Anda kebobolan gol, Anda juga menerimanya secara mental."
Saat ini Inter berada di puncak klasemen dengan 79 poin, unggul (sembilan poin) dari Napoli di posisi kedua.
Penulis: Ariel Zaki Darmawan