BolaSkor.com – Pembukaan Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) 2026, menghadirkan pesan kuat tentang urgensi penyelarasan pembiayaan cabang olahraga sebagai fondasi utama peningkatan prestasi nasional.
Dalam forum yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan olahraga ini, NOC Indonesia menegaskan perannya sebagai jembatan aspirasi cabang olahraga (cabor) kepada pemerintah, khususnya terkait tantangan pendanaan yang dihadapi atlet dan federasi.
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa komunikasi yang terbuka dan selaras antar stakeholder menjadi kunci untuk memastikan pembinaan atlet berjalan optimal, terlebih menjelang agenda multievent penting seperti Asian Games dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Baca Juga:
Jelang Asian Beach Games 2026, Task Force Safeguarding NOC Indonesia Ambil Langkah Strategis
Safeguarding NOC Indonesia Buat Sistem Perlindungan dan Pelaporan bagi Para Atlet untuk Semua Cabor
"Kami mendengarkan langsung berbagai masukan dan keluhan dari cabang olahraga, khususnya terkait pembiayaan," ujar Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari.
"Prestasi tidak bisa instan, butuh proses panjang dan dukungan berkelanjutan. Karena itu, semua kepentingan harus diselaraskan dengan satu tujuan utama: mendorong prestasi olahraga Indonesia di panggung dunia."
Komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk Olahraga Indonesia
Okto menambahkan, komitmen Presiden RI Prabowo Subianto terhadap olahraga telah terlihat jelas, namun perlu diikuti dengan keberpihakan nyata dalam proses anggaran, terutama dalam mendukung program pelatihan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.
"Kami berharap ada keberpihakan yang lebih maksimal dalam pembiayaan. NOC Indonesia bersama 72 anggota dalam waktu dekat akan bersurat kepada Kementerian Keuangan untuk membuka ruang komunikasi langsung. Kami yakin, dengan duduk bersama, akan ada solusi konkret," imbuh Okto.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang dialog dan terus menyerap aspirasi dari NOC Indonesia dan cabang olahraga terkait kebutuhan pendanaan.
"Kami di Kemenpora mendengarkan masukan dari NOC Indonesia dan cabang olahraga mengenai pendanaan. Namun jangan pernah meragukan komitmen Presiden dalam membangun olahraga nasional. Beliau adalah bagian dari olahraga itu sendiri," tambah Erick.
Efisiensi Anggaran
Erick menjelaskan, pemerintah saat ini tengah melakukan efisiensi anggaran agar lebih tepat sasaran, sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pembinaan atlet yang bersifat berjenjang.
"Untuk pengiriman ke Asian Games 2026 sudah aman. Saat ini kami juga mengajukan skema pelatnas jangka panjang kepada Menteri Keuangan, sesuai arahan Presiden," jelas Erick yang juga IOC Member satu-satunya dari Indonesia tersebut.
"Karena pembinaan tidak hanya untuk satu event, tapi berkelanjutan, mulai dari jangka pendek, menengah hingga Olimpiade."
Lebih lanjut, Erick menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari para pemangku kebijakan yang juga memiliki latar belakang olahraga, guna memperkuat pemahaman terhadap kebutuhan pembinaan atlet nasional.
Pembukaan Rapat Anggota tahun ini juga menghadirkan nuansa berbeda, dengan penekanan pada inovasi dan diplomasi olahraga internasional.
Kehadiran tokoh global serta penguatan hubungan dengan organisasi dunia menjadi bagian dari strategi NOC Indonesia untuk memastikan posisi Indonesia semakin diperhitungkan di panggung olahraga internasional.