BolaSkor.com - Ketua Umum (Ketum) Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, membantah ada perubahan regulasi peserta cabang olahraga sepak bola putra dan putri Asian Games Nagoya 2026.
Sejauh ini, mimpi Timnas Indonesia U-23 dan Timnas Putri Indonesia berkiprah di Asian Games 2026 masih bias.
Dewan Olimpiade Asia (OCA) bersama Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) masih mengambil 16 peserta cabor sepak bola putra dan putri dari Asian Games 2026, berpatok dari 16 tim Piala Asia U-23 2026 dan Piala Asia Wanita 2026.
Indonesia tidak bisa ikut serta lantaran tidak lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2025 dan Piala Asia Wanita 2026.
Baca Juga:
Rayakan Ulang Tahun ke-74, NOC Indonesia Harap Olahraga Bisa Jadi Cahaya dalam Kegelapan
NOC Indonesia Dorong Atlet Tak Takut Laporkan Tindakan Kekerasan dan Pelecehan Seksual
Belakangan tersiar kabar bahwa OCA menghapus aturan pembatasan jumlah peserta untuk sepak bola putra dan putri di Asian Games 2026. Bahkan, kabar ini diramaikan oleh akun ASEAN Football.
Hal ini langsung dibantah Raja Sapta Oktohari. Menurutnya, NOC Indonesia belum mendapat konfirmasi resmi dari OCA.
Apalagi, AINAGOC sebagai panitia Asian Games 2026 mengirim surat resmi ke NOC Indonesia bahwa belum ada perubahan soal regulasi peserta cabang olahraga sepak bola putra dan putri.
“Jadi kami mendengar ada informasi mengenai perubahan aturan sepak bola Asian Games. Sampai saat ini NOC Indonesia belum menerima apa pun dari OCA sehingga kami tidak merespons secara langsung,” ujar Okto ketika ditemui di Jakarta, Jumat (13/3).
Terus Berkomunikasi dan Dorong AFC
Lebih lanjut, Okto mengatakan, NOC Indonesia mendorong PSSI untuk berkomunikasi dengan AFC.
Pasalnya, kebijakan ini lahir dari AFC, sebagai otoritas regulator sepak bola di Asia, yang kemudian dilaksanakan oleh OCA.
“Kami sudah berkomunikasi dengan OCA sehingga kami menyampaikan kepada masyarakat Indonesia, khususnya pencinta sepak bola Indonesia, bahwa per hari ini belum ada perubahan,” ucap Okto.
“Kami akan terus menyuarakan bersama negara-negara lain yang dirugikan dengan kebijakan yang diambil oleh OCA tanpa sosialisasi terkait pembatasan 16 tim di Asian Games Nagoya 2026,” tambahnya.