Barcelona- Kritikan yang menimpa Lionel Messi pada musim ini akibat menurunnya performa membuat pemain berjuluk La Pulga itu dihujani kritikan dan cacian. Namun para rekan setim Messi, baik di Barcelona maupun Timnas Argentina selalu melindungi Messi dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang membela Messi. Yang terakhir adalah Neymar, megabintang Barcelona asal Brasil dalam pernyataannya kepada harian Sport. "Dalam pendapat saya, Messi adalah pemain terbaik yang pernah ada. Saya tidak pernah melihat kehebatan seperti yang Messi lakukan. Saya akan terus membela Messi sampai saya mati. Messi adalah solusi Barcelona dan tidak pernah menjadi masalah bagi Barcelona." ujar Neymar. Musim ini, Messi memang tampil jauh di bawah standarnya. Sempat absen lama akibat cedera hamstring, kapten Timnas Argentina itu hanya tampil 46 kali musim ini di seluruh ajang dan hanya mencetak 41 gol. Memang, jumlah gol yang dicetak Messi musim ini masih tergolong fantastis, yakni 41 gol. Akan tetapi, jika melihat history karier sepakbola pemain kelahiran 24 Juni 1987 itu, 41 gol Messi musim ini adalah yang terendah dalam lima musim terakhir! Musim 2009-2010, Messi sukses menggenlontorkan 47 gol dari 53 kali penampilan. Musim berikutnya, 2010-2011, 53 gol dari 55 kali penampilan. 2011-2012 menjadi puncak karier Messi dengan 73 gol dari 60 pertandingan. Musim lalu pun, Messi juga masih mencatat 60 gol dari 50 penampilan. Ditamabah kegagalan Barcelona dalam meraih satu trofi pun musim ini, maka Messi pun menjadi sasaran tembak para kritikus dan fans Barcelona yang menganggap bahwa performa jelek Messi musim ini adalah salah satu penyebab kegagalan Barcelona di semua kompetisi.
Neymar: Saya Akan Membela Lionel Messi Sampai Saya Mati!
BolaSkor - Minggu, 25 Mei 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 30 Juni 2026
Ancelotti Ungkap Alasan Tidak Memainkan Neymar Melawan Jepang
Senin, 29 Juni 2026
Brasil vs Jepang: Ancelotti Berharap Neymar Bisa Bermain Lebih Lama
Minggu, 28 Juni 2026
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Sabtu, 27 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Pelatih Argentina Bakal Cadangkan Lionel Messi Lawan Yordania
Kamis, 25 Juni 2026
Tanpa Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, El Clasico Saat Ini Tidak Terlalu Diminati
Kamis, 25 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Neymar Samai Rekor Pele hingga Ronaldo Usai Comeback Lawan Skotlandia
Rabu, 24 Juni 2026
Tidak Benci Barcelona, Jose Mourinho Ungkap Alasan Kembali Latih Real Madrid
Selasa, 23 Juni 2026
Tutorial Cara Menghentikan Lionel Messi yang Sudah Mencetak 5 Gol di Piala Dunia 2026
Senin, 22 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Cedera Hamstring, Raphinha Masih Dipertahankan Brasil
Sabtu, 20 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Ancelotti Pastikan Neymar Comeback Lawan Skotlandia
PILIHAN EDITOR
Selasa, 30 Juni 2026
Keterpurukan Timnas Jerman: Tidak Lagi Ditakuti Lawan, Bukan Tim Diesel, dan Terlalu Fokus dengan Sepak Bola Indah
Senin, 29 Juni 2026
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Senin, 29 Juni 2026
Cuma Loloskan Dua Tim ke Babak Gugur, Piala Dunia 2026 Jadi Cerminan Sepak Bola Asia
Minggu, 28 Juni 2026
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Kamis, 25 Juni 2026
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Kamis, 25 Juni 2026
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026