Saat Pep masih di Barcelona dan Mourinho membela Real Madrid, keduanya sering terlibat perang komentar. Seringkali, tajuk utama pemberitaan media di Spanyol kala itu dihiasi perang kata-kata dari kedua juru racik. Saking kesalnya, Guardiola kala itu menyebut Mou sebagai ahli provokasi. Perang komentar antara Mou dan Guardiola terakhir kali terjadi di ajang Piala Super Eropa 30 Agustus 2013. Keduanya kini membela klub baru, Guardiola bersama Bayern Muenchen dan Mou bersama Chelsea. Pertandingan sendiri akhirnya berkesudahan 5-4 bagi kemenangan Bayern melalui babak adu penalti. Mou kala itu menyebut Chelsea sebagai tim terbaik yang pernah kalah di sepanjang sejarah Piala Super Eropa. Tak terima, Guardiola membalasnya dengan mengatakan bahwa Mou tak bisa menerima kekalahan dan menyebut timnya unggul segala-galanya, baik dari segi penguasaan bola maupun peluang. "Saya rasa Bayern Muenchen kian hari semakin membaik di bawah asuhan Guardiola. Saya rasa rezim kehebatan Bayern dimulai pada masa Louis van Gaal. Dia mulai membersihkan tim dan memainkan Thomas Mueller, Bastian Schweinsteiger, Holger Badstuber, dan Toni Kroos. Setelahnya, Jupp Heynckes melakukan kerja luar biasa dan memenangkan Liga Champions," puji Mou dilansir Yahoo Sports. "Kini, Guardiola adalah pelatih fantastis. Saya rasa kemampuannya dalam melathi kian matang. Pada beberapa tahun terakhir, klub yang dibelanya tampil luar biasa," pelatih berjuluk The Special One itu menambahkan. Bersama Guardiola, Bayern musim ini berhasil merengkuh trofi Piala Dunia Antarklub dan Piala Super Eropa. Bayern juga hingga saat ini kokoh di puncak klasemen Liga Jerman dengan raihan 65 angka, unggul 20 poin dari Borussia Dortmund di tempat kedua. Hebatnya lagi, Bayern belum terkalahkan di Liga Jerman musim ini.
Mourinho: Guardiola Bikin Performa Bayern Kian Mengilap
BolaSkor - Jumat, 07 Maret 2014
- #Chelsea
- #Josep Guardiola
- #Liga Jerman
- #Mou Puji Kiprah Guardiola Di Bayern
- #Bayern Muenchen
- #Jose Mourinho
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 24 Juni 2026
Tidak Benci Barcelona, Jose Mourinho Ungkap Alasan Kembali Latih Real Madrid
Rabu, 24 Juni 2026
Chelsea Amankan Servis Marco Palestra, Xabi Alonso Turut Terlibat
Rabu, 24 Juni 2026
Marco Palestra Hempaskan Inter Milan demi Chelsea, Pilih Gaji Tinggi daripada Tampil di Liga Champions
Jumat, 19 Juni 2026
AC Milan Rilis Jadwal Pramusim, Lawan Chelsea di GBK dan Manchester United
Rabu, 17 Juni 2026
Umumkan Kedatangan Bernardo Silva, Real Madrid Jadi Bintang di Bursa Transfer Musim Panas 2026
Senin, 15 Juni 2026
Rekrut Marc Cucurella dari Chelsea, Real Madrid Telah Tambah Empat Amunisi Baru
Jumat, 12 Juni 2026
Real Madrid Resmi Kontrak Jose Mourinho Tiga Tahun, Trofi Liga Champions Ke-16 Jadi Target
Rabu, 10 Juni 2026
Latih Real Madrid, Jose Mourinho Pamit ke Benfica
Senin, 08 Juni 2026
Florentino Perez Terpilih Kembali sebagai Presiden Real Madrid, Comeback Jose Mourinho Jadi Kenyataan
Kamis, 04 Juni 2026
4 Pelatih Pecatan Chelsea Bakal Adu Taktik di Piala Dunia 2026
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026