Football

Sport

Feature

Result

Show

Timnas Indonesia Berita

Merayakan 96 Tahun PSSI: Mengenang Akar Persatuan di Gelora Delta Sidoarjo

Arief Hadi - Senin, 20 April 2026

BolaSkor.com - Federasi sepak bola Indonesia, PSSI, genap menginjak usia 96 tahun. Berbeda dengan perayaan megah sebelumnya, tahun ini PSSI memperingati hari jadinya secara khidmat dan sederhana di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu (19/04).

Acara tersebut dihadiri oleh para pengurus PSSI mulai dari Wakil Ketua Umum PSSI, Zainuddin Amali dan Ratu Tisha Destria, Sekjen PSSI, Yunus Nusi, perwakilan Exco PSSI, Ahmad Riyadh hingga pengurus Asprov PSSI Jatim.

Baca Juga:

PSSI Konfirmasi, Kabar Shin Tae-yong Melatih Timnas Indonesia Kelompok Umur Tidak Benar

PSSI dan I League Ingin Gelar Kompetisi Tambahan Musim Depan, Piala Indonesia Dihidupkan Lagi?

PSSI Matangkan Kompetisi 2026/2027 Lebih Awal, Regulasi hingga Sinkronisasi Timnas Jadi Fokus

Momen bertambahnya usia ini menjadi ajang refleksi mendalam mengenai sejarah panjang federasi sejak berdiri pada 1930.

Para legenda Timnas Indonesia dari berbagai generasi seperti Evan Dimas, Anang Ma'ruf, hingga Hadi Ismanto juga turut hadir.

PSSI Buah Kegigihan Tokoh-tokoh Masa Lalu

Waketum
Waketum PSSI Zainudin Amali. (PSSI)

Momentum sakral dimulai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Waketum PSSI. Potongan pertama diberikan kepada perwakilan legenda, Hadi Ismanto, sebagai simbol penghormatan atas dedikasi mereka terhadap sejarah sepak bola Indonesia.

Wakil Ketua Umum PSSI I, Zainudin Amali, dalam sambutannya menekankan pentingnya menghargai perjuangan para klub pendiri.

Ia mengingatkan bahwa keberadaan PSSI hingga hari ini adalah buah dari kegigihan tokoh-tokoh masa lalu yang berjuang di tengah keterbatasan.

"Perjalanan perjuangan klub pendiri luar biasa, dan dengan hari ini PSSI masih ada. Awal bagaimana PSSI berdiri tentu tidak mudah," ujar Amali.

"Pada saat itu 96 tahun lalu, bagaimana mempersatukan klub-klub daerah, makanya dulu itu nama klub selalu ada kata 'persatuan'."

Sejarah mencatat bahwa kata "Persatuan" yang melekat pada banyak klub legendaris di Indonesia bukan sekadar nama.

Ini merupakan representasi visi untuk menyatukan elemen-elemen bangsa melalui olahraga di era pra-kemerdekaan.

Persaudaraan, Esensi Lahirnya PSSI

Amali juga menyoroti fenomena rivalitas di sepak bola modern. Ia berpesan agar tensi tinggi yang terjadi di lapangan hijau tidak merembet menjadi perpecahan di kehidupan sosial. Baginya, esensi dari lahirnya PSSI adalah persaudaraan.

"Jadi maknanya adalah kita sebagai masyarakat sepak bola ya harus bersatu. Istilah Pak Sekjen, pertarungan dan pertandingan itu hanya 2x45 menit. Setelah itu, ya kembali 'guyub' lagi, bersatu lagi sebagai keluarga sepak bola, sebagai warga Indonesia," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa konflik yang berkepanjangan akibat sepak bola justru mencederai filosofi dasar federasi. Esensi 'persatuan' di balik berdirinya PSSI.

"Jangan sampai terpecah belah gara-gara sepak bola. Itu sudah melukai prinsip dari lahirnya PSSI," pungkasnya.

Di usia yang hampir mencapai satu abad ini, PSSI juga menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan. Mulai dari kualitas kompetisi domestik hingga prestasi Timnas Indonesia.

PSSI bertekad membangun tim yang solid untuk menembus Piala Dunia 2030. Hal ini merupakan tujuan besar terdekat yang disasar oleh seluruh elemen pengurus sepak bola Tanah Air. (Arjuna Pratama)

Baca Artikel Asli