Memang masih menunggu akan seperti apa peran bintang Spanyol tersebut, yang jelas skuat United masih kuat terlebih jika Mata diduetkan dengan bintang Jepang Shinji Kagawa. Memiliki visi dan teknik permainan yang mumpuni, hal itu yang dimiliki oleh kedua bintang Manchester United Juan Mata dan Shinji Kagawa. Tak seharusnya dibandingkan, namun patut ditunggu bagaimana jika keduanya dimainkan secara bersamaan. Gambarannya kedua pemain tersebut tentu akan menambah solid lini tengah Setan Merah. Belum lagi jika dua penyerang utama Wayne Rooney dan Robin van Persie sudah pulih dari cedera, tentu akan sangat berbahaya melihat keempatnya beraksi bersamaan. Jika keempatnya digabungnkan, kekuatan United bukan tak mungkin bisa menandingi skuat mahal Manchester City, permainan cerdas Arsenal, dan kecepatan para gelandang muda Chelsea. Dengan skuat yang semakin kuat seharusnya David Moyes lebih memiliki kesempatan untuk mengkreasikan berbagai taktik dan strategi untuk memperbaiki performa United. Melihat musim ini, The Red Devil yang nyaris tak berpeluang mendapat gelar tentu akan menargetkan akhir musim di zona Liga Champions. Dengan skuat yang dimiliki sekarang bukan tidak mungkin United akan parkir di tempat tersebut pada akhir musim. Mata dan Kagawa bisa diibaratkan dengan sebuah motor produksi Amerika Serikat Harley Davidson dengan mesin dua silinder. Kekuatan keduanya jika digabungkan maka akan menghasilkan kecepatan dan akselarasi yang luar biasa. Hal ini tentu sangat dinantikan oleh para suporter United di seluruh dunia, dan tentunya David Moyes sebagai arsitek. Patut ditunggu bagaimana David Moyes memaksimalkan peran Mata dan Kagawa.
Mata dan Kagawa Ibarat Mesin Dua Silinder
BolaSkor - Selasa, 28 Januari 2014
- #David Moyes
- #Skuat
- #Spanyol
- #Wayne Rooney
- #Manchester United
- #Zona Liga Champions
- #Liga Inggris
- #Shinji Kagawa
- #Juan Mata
- #Robin Van Persie
- #Jepang
Bagikan
BERITA TERKAIT
Senin, 22 Juni 2026
Manchester United Disarankan Segera Rekrut Bintang Belanda di Piala Dunia 2026
Senin, 22 Juni 2026
Lamine Yamal dan 9 Daftar Pencetak Gol Termuda di Piala Dunia
Senin, 22 Juni 2026
Ungkapan Menyentuh Lamine Yamal Usai Cetak Gol Pertamanya di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Kunci Kemenangan Bersejarah Jepang atas Tunisia
Minggu, 21 Juni 2026
Kesalahan Berpikir, Membandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi atau Diego Maradona
Minggu, 21 Juni 2026
Rating Pemain Jepang saat Membantai Tunisia: Ayase Ueda, Penyerang Nomor 9 yang Sudah Langka
Minggu, 21 Juni 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Jepang Tempel Ketat Belanda, Tunisia Angkat Koper Usai Kalah 0-4
Sabtu, 20 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Erick Thohir Jagokan Argentina dan Prancis, Jepang Bisa Buat Kejutan
Sabtu, 20 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Tunisia vs Jepang: Berebut Kemenangan Pertama
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026