Football

Sport

Feature

Result

Show

Italia

Langgar FFP, AC Milan Terancam Didepak dari Liga Europa

Johan Kristiandi - Rabu, 23 Mei 2018

BolaSkor.com - UEFA telah menggeluarkan pernyataan resmi terkait penyelidikan kasus pelanggaran financial fair play (FFP) yang diduga dilakukan AC Milan. Dalam pernyataan resmi tersebut, Rossoneri dinyatakan bersalah.

UEFA telah memonitor pergerakan finansial AC Milan selama beberapa bulan terakhir. Apalagi, proposal finansial yang telah diajukan Milan pada Desember telah ditolak mentah-mentah.

Masalah bermula ketika AC Milan dengan investor barunya, Rossoneri Sport Investment Lux, berbelanja jor-joran pada bursa transfer musim panas 2017. Bahkan, Rossoneri mengeluarkan sekitar 250 juta euro.

Kabarnya, uang tersebut dihasilkan setelah sang pemilik anyar melakukan peminjaman pada pihak ketiga. Sayang, ketika waktu pelunasan telah jatuh tempo, Rossoneri Sport Investment Lux gagal melunasinya.

"Bagian investigasi dari badan pengendalian keuangan UEFA Club (CFCB) telah memutuskan AC Milan melanggar regulasi financial fair play (FFP). Khususnya persyaratan untuk manyamakan pengeluaran dan pendapatan," tulis pernyataan resmi UEFA.

"Setelah pemeriksaan yang teliti terhadap semua dokumentasi dan penjelasan yang disediakan oleh pihak klub, CFCB Investigatory Chamber menganggap bahwa keadaan kasus tidak memungkinkan kesimpulan dari perjanjian penyelesaian," lanjut bunyi pernyataan tersebut.

"Secara khusus, CFCB Investigatory Chamber berpendapat bahwa, di antara faktor-faktor lain, masih ada ketidakpastian sehubungan dengan pinjaman dan catatan yang harus dibayar kembali pada Oktober 2018."

Akibatnya, AC Milan terancam dijatuhi hukuman oleh UEFA. Il Diavolo Rosso terancam tidak bisa mendaftarkan pemain anyar ke Liga Europa. pengurangan jumlah pemain yang boleh didaftarkan, hingga yang terberat didepak dari Liga Europa.

"The Adjudicatory Chamber akan mengambil keputusan atas kasus ini pada waktunya."

"CFCB Investigatory Chamber akan berkomunikasi lebih lanjut pada bulan Juni dengan keputusan lain terkait dengan pemantauan klub yang sedang diselidiki atau berdasarkan perjanjian penyelesaian."

Baca Artikel Asli