La Nyalla berhalangan hadir lantaran menjadi tersangka kasus penyelewengan dana hibah saat menjabat sebagai Ketua Kadin Jawa Timur.
"KLB harus dijalankan dan saya berdoa supaya nanti bisa memilih PSSI yang baik. Saya meminta semua keluarga PSSI untuk bersatu kembali. Semua tokoh yang pernah terlibat dalam dualisme harus diterima kembali ke rumah besar PSSI."
"Saya mendukung agar organisasi ini dipimpin orang yang telah teruji. Agar PSSI diisi orang-orang yang peduli dan bekerja untuk sepak bola. PSSI harus dihindarkan dari perusak sepak bola. Saya hanya berharap doa dari anggota agar bisa tabah dalam menjalani masalah saat ini," ujar Hinca membacakan surat dari La Nyalla.>
Suasana di Arena KLB PSSI, Hotel Mercure, Jakarta, Rabu (3/8/2016). sumber:pojoksatu.id
Beberapa pengurus PSSI era Djohar Arifin juga tampak menghadiri KLB kali ini, seperti mantan anggota Exco Sihar Sitorus yang bertindak sebagai pemilik klub Pro Duta dan mantan manajer timnas Indonesia, Habil Marati.
"Saya pernah dan berulang kali akan menyerahkan mandat kepemimpinan jika anggota PSSI yang meminta kembali mandatnya. Karena itu saya harus konsisten dan mengembalikan mandat itu kepada saudara sekalian," ucap Hinca mengutip pesan dari La Nyalla.>(sumber:cnnindonesia.com)