Football

Sport

Feature

Result

Show

Analisis Feature Piala Dunia Internasional Berita

Kolom Piala Dunia 2026: Spanyol dan Kedigdayaan di Amerika

Tengku Sufiyanto - Kamis, 11 Juni 2026

BolaSkor.com -

"Momen terindah dalam karier saya, yang paling indah. Ketika saya berada di sana, dengan Piala Dunia di tangan saya (tahun 1986), saya merasa bahwa saya menyentuh langit," Diego Maradona.

Kutipan ini merupakan ungkapan Maradona saat juara Piala Dunia 1986 . Menerangkan bahwa Piala Dunia adalah pencapaian paling teratas untuk pesepak bola dunia.

Saya menyaksikan langsung Piala Dunia sejak 1994, dan baru dua dekade setelahnya di Brasil, ikut serta menulis pesta akbar sepak bola dunia sebagai jurnalis sepak bola.

Sesuatu ingatan yang pernah lekat di dalam otak saya adalah bagaimana Spanyol digdaya di Piala Dunia 2010. Sebuah filosofi permainan Tiki-Taka yang indah dipertontonkan ke penjuru dunia.

Kini, genderang tabuh Piala Dunia 2026 segera dimulai. Pesta akbar sepak bola dunia itu akan dibuka secara resmi di Estadio Azteca, Meksiko, Meksiko City, Kamis (11/6) sore waktu setempat atau malam WIB.

Piala Dunia edisi ke-23 ini untuk pertama kalinya digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dengan 48 tim peserta. Jauh lebih banyak dari edisi-edisi sebelumnya.

Tuan rumah Meksiko menghadapi Afrika Selatan, sebagai laga pembuka. Sebuah pertandingan ulangan pembukaan Piala Dunia 2010. Apa ini sebuah kebetulan, dan Spanyol nanti menjadi juara?

Baca Juga:

Daftar Line-up dan Link Streaming Pembukaan Piala Dunia 2026 di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat

Kilas Balik Piala Dunia 2022: Turnamen Penuh Kejutan yang Ditutup dengan Final Spektakuler

Jadwal dan Link Streaming Pertandingan Piala Dunia 2026, 12 Juni 2026

Timnas
Timnas Spanyol (x/SEFutbol)

Prancis dan Portugal memang menjadi unggulan teratas diprediksi menjadi juara dunia. Belum lagi ada sang juara bertahan, Argentina dan pemegang gelar terbanyak Brasil.

Belanda juga diunggulkan menjadi juara, dari prediksi ekonom ternama asal Jerman, Joachim Klement. Beliau sudah 3 kali tepat memprediksi juara Piala Dunia dalam tiga edisi sebelumnya, 2014 (Jerman), 2018 (Prancis), dan 2022 (Argentina).

Akan tetapi, saya melihat Spanyol bisa mengulangi pencapaian di Afrika Selatan.
Sang juara dunia 2010 itu datang dengan komposisi pemain yang cukup muda , 26,8 tahun, dan merata di setiap lininya.

Lamine Yamal, Nico Williams, Dani Olmo, Pedri, Fabian Ruiz, hingga sang kapten Rodri menjdi andalan. Yamal menjadi pemain dengan harga pasar tertinggi Rp3,84 triliun, dan Pedri Rp2,67 triliun, yang masuk ke dalam lima besar.

Tak lupa, Spanyol punya pelatih jenius yakni Luis de la Fuente. Pelatih berumur 64 tahun itu sudah mengenal betul karakter La Furi Roja, sejak ditunjuk jadi pelatih kepala pada Desember 2022.

Sukses mengantarkan Spanyol juara Piala Eropa 2024. Kemudian, pernah sukses bersama kelompok umur 19, 21, dan 23 tahun timnas Spanyol.

Statistik Sempurna Spanyol

Timnas
Timnas Spanyol (@SEFutbol)

Jika ditarik data dari Transfermarkt, Spanyol datang ke Piala Dunia 2026 dengan statistik yang begitu gemilang. Lolos langsung ke Benua Amerika dengan meraih 5 kemenangan dan 1 hasil imbang, tanpa kekalahan.

Hebatnya lagi Spanyol menjadi tim paling produktif tetapi sedikit kebobolan di kualifikasi zona Eropa. La Furia Roja mencetak 21 gol dan hanya kebobolan 2 gol.

Hasil ini, membuat Spanyol datang ke Piala Dunia 2026 dengan status peringkat kedua Ranking FIFA.

Kolektivitas dan False Nine Mematikan Spanyol

Timnas
Timnas Spanyol (Foto: FIFA)

Spanyol punya permainan kolektivitas luar biasa di setiap lininya. Uniknya di Piala Dunia 2026 ini, La Furia Roja bisa mengandalkan formasi false nine, tanpa striker murni, di mana gelandang serang jadi striker murni.

False nine ini sudah terbukti membawa Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.

Dani Olmo bisa berperan sebagai false nine seperti Cesc Fabregas ketika itu. Ia ditopang dua penyerang sayap cepat, Lamine Yamal dan Nico Williams.

Ingat Spanyol punya Luis de La Fuente. Pelatih berusia 64 tahun ini memiliki pemikiran strategi di luar nalar.

Luis de La Fuente kerap bisa memecah deadlock. Hal ini dibuktikan kala mengalahkan Jerman di perempat final Piala Eropa 2024.

Spanyol dan Kedigdayaan di Amerika

Timnas
Timnas Spanyol (Foto: AI)

Spanyol satu grup dengan Cape Verde, Uruguay, dan Arab Saudi di Grup H. La Furia Roja memulai langkahnya menghadapi Cape Verde pada Senin (15/4) malam WIB.

Kemudian melawan Arab Saudi pada 21 Juni. Enam hari berselang melawan Uruguay di laga pamungkas.

Saya memprediksi Spanyol bisa dengan mudah lolos ke fase babak 32 besar dengan status juara grup. Di babak 32 besar, Spanyol bisa bertemu antara Aljazair atau Austria.

Selanjutnya, Spanyol bisa bertemu Kroasia di babak 16 besar. Jika mulus, Spanyol bisa bertemu Belgia atau Turki di babak 8 besar. Lawan yang di atas kertas di bawah Spanyol.

Di babak semifinal, Spanyol bisa bertemu 3 tim unggulan, yakni Prancis atau Jerman atau Belanda.

Jika lolos, maka Spanyol bisa bertemu Portugal, Inggris, Brasil, atau Argentina di babak final.

Menjadi juara adalah keberhasilan kembali Spanyol di Tanah Amerika. Sebuah kedigdayaan seperti Christopher Columbus pada 1492.

La Furia Roja!

Tulisan ini merupakan Kolom dari Head BolaSkor.com - Tengku Sufiyanto, berdasarkan fakta, statistik, dan opini.

Baca Artikel Asli