BolaSkor.com - Operator Super League, I.League, mengambil langkah tegas untuk gelaran Super League musim depan. Semua klub kini wajib berkandang di domisili masing-masing.
Artinya, tak akan ada lagi klub musafir musim depan. Hal itu dikarenakan tiap klub harus bermain sesuai dengan domisili yang didaftarkannya.
Contoh nyata pada musim ini ialah PSBS Biak yang berkandang di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Padahal, klub tersebut domisilinya ialah Biak, Papua.
Baca Juga:
Dewa United hingga Persib, Ini Daftar Klub yang Lolos Club Licensing AFC dan Super League
5 Penyerang Sayap dari Lima Klub Papan Atas Super League 2025/2026, Siapa Paling Efektif?
Garudayaksa Diyakini Dapat Bersaing di Super League Musim Depan
Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, secara tegas mengatakan bahwa tiap tim wajib mendaftarkan stadion untuk laga kandang sesuai dengan domisili masing-masing klub.
"Dalam domisilinya itu ada persyaratan administrasi secara legal, didaftarkan ada domisili, ada kaitan juga dengan lapor ke Asprov setempat. Maka itu menjadi pegangan kita untuk klub memainkan stadion disesuaikan dengan yang didaftarkan di lisensi klub. Itu saja," kata Asep.
Potensi Pengurangan Poin

Duel udara pemain Semen Padang dengan PSBS Biak di Stadion Haji Agus Salim pada laga pekan kelima Super League 2025/2026, Kamis (11/9). (I League)
Asep mengatakan bahwa bagi tim-tim yang masih musafir dan tidak berkandang di domisilinya musim depan, akan terancam mendapatkan pengurangan poin.
"Iya, dia (tim peserta) harus pulang. Kalau pun tidak bisa, pasti ada sanksi. Memulai kompetisi dengan poin minus. Bisa jadi potensi (pengurangan poin), ya," ucapnya.
Menurut Asep, semua sudah diatur dalam regulasi dan wajib untuk dilaksanakan oleh seluruh tim peserta Super League musim depan. Adapun tiga klub promosi dari Championship Indonesia, yakni Garudayaksa FC, PSS Sleman, dan Adhyaksa FC diketahui sudah mengantongi lisensi Super League.
Kasus Khusus

Aksi Adam Alis saat menghadapi Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5). (Persib.co.id)
Asep mengatakan bahwa dalam beberapa kesempatan, mungkin akan diperbolehkan sebuah tim melakoni laga kandang di luar domisilinya. Dengan catatan, memang ada alasan jelas kenapa laga itu tidak bisa dilangsungkan di domisilinya.
Seperti contohnya laga Persija Jakarta vs Persib Bandung pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 yang terpaksa digelar di Stadion Segiri, Samarinda, karena tidak mendapatkan izin dari kepolisian untuk dilangsungkan di Jakarta.
"Iya, karena kalau tidak Force Majeure atau situasi memang tak terhindarkan, kan, tidak mungkin juga di sisa empat hari kita baru pindah. Jadi, itu juga salah satu fakta di lapangan yang kita hadapi seperti itu," jelasnya.
Penulis: Gazza Roosaryatama