BolaSkor.com - Aparel jersey Timnas Indonesia, Kelme, akhirnya buka suara soal insiden lepasnya nameset jersey yang digunakan penggawa Timnas Indonesia.
Publik sempat menyoroti aparel tersebut saat Timnas Indonesia berlaga di FIFA Series 2026, Maret lalu. Hal itu dikarenakan nameset di jersey yang dikenakan beberapa pemain, seperti Dony Tri Pamungkas dan Ole Romeny , terlihat terlepas dan tidak menempel erat.
CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, meminta maaf dan menjelaskan bahwa teknologi serta bahan yang digunakan sejatinya sudah disesuaikan untuk kebutuhannya. Namun, memang ada beberapa faktor yang akhirnya membuat insiden itu terjadi.
Baca Juga:
Sukses Hajar China, Timnas Indonesia U-17 Alihkan Fokus ke Qatar
Kisah Perjuangan Timnas Indonesia Diangkat ke Layar Lebar
Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, Ada Marselino Ferdinan
"Soal yang lagi ramai tentang nameset copot, berdasarkan yang kami telusuri ada tiga komponen. Pertama untuk nameset bisa nempel bergantung pada material jersey, terus material nameset, dan proses melakukan pressing-nya," ujar Kevin di Jakarta, Rabu (06/05).
Masalah di Mesin

Kelme memperkenalkan jersey anyar Timnas Indonesia di Plaza Utara Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (12/3) malam WIB. (PSSI)
Kelme mengaku telah melakukan evaluasi menyeluruh selama kurang lebih satu bulan setelah FIFA Series pada akhir Maret lalu. Dari hasil evaluasi mereka menemukan kendala dalam proses penempelan nameset.
"Kami melakukan penelusuran menyeluruh sekitar satu bulan setelah FIFA Series di akhir Maret. Ada persoalan di proses pressing-nya. Soal penempelan itu bergantung juga ke mesin penempel, operator penempel, dan SOP-nya," tutur Kevin.
Kevin menyebut pihaknya sudah memiliki standar operasional tersendiri terkait proses pemasangan nameset. Namun, terdapat detail teknis tiap mesin yang berdampak pada hasil akhir.
"Kelme sudah memberikan SOP soal temperatur 160 derajat yang ditekan 15 detik. Tapi ada satu hal yang kami lewatkan dan kami memohon maaf. Tidak semua mesin press itu sama. Satu mesin dan mesin lainnya itu perlu perlakuan yang berbeda. Kami memohon maaf terhadap hal ini."
Evaluasi ke Depannya

Ketum PSSI Erick Thohir bersama CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya. (PSSI)
Kevin berjanji pihaknya akan melakukan pendampingan khusus kepada jersey pemain yang bermasalah. Untuk konsumen yang mengalami hal serupa, Kelme juga membuka tempat pengaduan khusus.
"Jadi ke depannya apa yang kami lakukan adalah, khususnya untuk terkait dengan masalah nameset ini adalah: kami akan, satu, untuk yang terkait dengan players, kami akan melakukan pendampingan dengan adanya tim ahli untuk proses pressing-nya supaya bisa ada proses monitoring terkait bagaimana sih SOP-nya sudah dijalankan atau belum," ungkap Kevin.
"Kalaupun sudah, ada yang perlu di-tweak lagi enggak nih dari mesinnya? Karena seperti yang tadi saya sampaikan, setiap mesin ternyata itu beda-beda, enggak bisa sama dengan SOP yang sama."
"Nah jadinya dari situ juga nanti kita akan mengaudit SOP juga. Harapannya adalah untuk yang boks yang terkait players, ini tidak terjadi lagi dengan action yang tadi kita
sudah lakukan," sambungnya.
Penulis: Gazza Roosaryatama