BolaSkor.com - Dunia sepak bola Indonesia dikejutkan dengan kasus kekerasan di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United Banten FC U-20.
Laga dengan tensi panas itu berakhir dengan keributan pada akhir pertandingan hingga adanya kontak fisik dari kedua tim.
Salah satu pemain yang disoroti ialah penggawa Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga, yang tertangkap basah melayangkan tendangan kungfu kepada Rakha Nurkholis.
Kasus tersebut sudah berakhir damai setelah kedua tim melakukan pertemuan di Dewa United Arena, Pagedangan, Banten, Rabu (23/4/2026).
Namun, peristiwa itu cukup menjadi pukulan bagi beberapa pihak, termasuk pelatih Timnas Indonesia U-17 saat ini, Kurniawan Dwi Yulianto, yang merasa kecewa.
Baca Juga:
Dewa United dan Bhayangkara FC Berdamai Usai Insiden di EPA U-20
Terancam Sanksi Komdis PSSI Buntut Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Tetap Kejar Karier Sepak Bola
Sampaikan Permintaan Maaf, Pelaku Tendangan Kungfu Fadly Alberto Pasrah Terima Sanksi
"Tentunya melihat kejadian kemarin cukup sedih. Artinya, terlepas itu pemain Timnas atau bukan, tapi di kelompok junior tidak boleh terjadi," ungkap Kurniawan di Lapangan A Seanyan, Jumat (24/4/2026).
"Karena karier mereka masih panjang, kemudian hal-hal tersebut mencederai fairplay," tambahnya.
Ingatkan Para Pemain Muda

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto (BolaSkor.com/Arjuna Pratama)
Kurniawan mengingatkan para pemain muda, terutama anak asuhnya di Timnas Indonesia U-17 saat ini, untuk bisa selalu menjaga disiplin baik di dalam maupun di luar lapangan.
Dia berharap tak ada lagi kejadian-kejadian serupa yang terjadi di sepak bola Indonesia, terutama di kompetisi kelompok umur muda.
"Terus untuk para pemain sendiri kita selalu mengingatkan dan kita selalu buat aturan yang cukup ketat mengenai masalah disiplin, attitude," kata Kurniawan.
"Kemudian yang paling penting adalah adab, bagaimana mereka respect antarpemain, ofisial, dan orang-orang di sekitar, kita tekankan kepada para pemain kita," tegasnya.
Penulis: Gazza Roosaryatama