Kelengahan pasukan Die Roten sangat terasa ketika bertandang ke markas Augsburg dalam lanjutan Liga Jerman akhir pekan kemarin. Die Bayern dipaksa menyerah dengan skor 1-0. Tentu saja Guardiola tak ingin hal tersebut kembali terulang saat menghadapi MU pada leg kedua perempat final Liga Champions di Allianz Arena. “Ini kompetisi berbeda dari Liga Jerman. Kami sudah memenangkan Liga Jerman. Tentu saya sedih kami kalah di Augsburg, namun fokus kami dalam minggu terakhir adalah laga melawan United,” ujar Guardiola dilansir laman resmi UEFA. “Kami harus memastikan tetap menjaga performa, kami tak bisa membiarkan kejadian yang terjadi di Manchester, kami harus tak kebobolan. Kami bicara kepada tim apa yang harus dilakukan utnuk menang. Kami harus menyerang dengan baik.” Di leg pertama, tampak jelas permainan United hanya terkonsentrasi pada area pertahanan dengan mengandalkan skema serangan balik. Pep Guardiola pun memprediksi Man United akan kembali menggunakan pola strategi itu. “Mereka akan menunggu sampai kami kehilangan bola dan kemudian mereka akan berusaha menyerang balik. Jadi kami harus sangat fokus. Kami punya beberapa peluang bagus di Manchester, mereka hanya punya satu,” “Para pemain kami mengetahui setelah pengalaman di Manchester bagaimana United bermain. Pemain-pemain saya tahu kekuatan dan kelemahan mereka. Kami akan bermain di kandang, bersama fans kami bisa memenangkan pertandingan.” Guardiola memungkasi.
Ini Cara Jitu Bayern Muenchen Kalahkan MU
BolaSkor - Rabu, 09 April 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 26 Mei 2026
Michael Jordan Ramaikan Pesta Perpisahan Pep Guardiola
Senin, 25 Mei 2026
Pep Guardiola Beri Pesan Penting kepada Manchester City soal Penggantinya
Senin, 25 Mei 2026
Bukan Deretan Trofi, Pep Guardiola Ungkap Dua Hal Terpenting dalam Satu Dekade di Manchester City
Jumat, 22 Mei 2026
Sederet Statistik dari 10 Tahun Manchester City di Era Pep Guardiola
Jumat, 22 Mei 2026
Pekan Terakhir Premier League: Tottenham Terancam Degradasi, Man City Terakhir Kali Dilatih Guardiola
Jumat, 22 Mei 2026
Sang Pembuat Sejarah, Pep Guardiola Akrab dengan Rekor
Jumat, 22 Mei 2026
Akhir Sebuah Era! Pep Guardiola Resmi Tinggalkan Manchester City
Rabu, 20 Mei 2026
Prediksi Masa Depan Pep Guardiola jika Berpisah dengan Manchester City
Rabu, 20 Mei 2026
Jika Pep Guardiola Pergi, Man City Bisa Seperti Man United Setelah Ditinggal Sir Alex Ferguson
Rabu, 20 Mei 2026
Manchester City Imbang, Pep Guardiola Beri Ucapan Selamat kepada Arsenal
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026