Komisi Disiplin (Komdis) FIFA sebelumnya memberikan hukuman larangan bermain sembilan laga kepada Suarez. Selain itu, mantan pemain Liverpool itu juga dilarang beraktivitas di dunia sepak bola selama empat bulan dan diharuskan membayar denda. Hukuman itu diberikan akibat aksi tak terpujinya menggigit bahu Giorgio Chiellini di Piala Dunia 2014. Ini adalah ketiga kalinya Suarez menggigit lawan. Korban pertama adalah gelandang PSV Eindhoven, Otman Bakkal, yang lehernya digigit pada November 2010 silam. Kemudian, bek Chelsea, Branislav Ivanovic, yang menjadi korban. Lengannya digigit El Pistolero pada laga Liga Inggris 21 April 2013 lalu. Akan tetapi usai mengajukan banding ke CAS, pemain berusia 27 tahun itu diperbolehkan ikut berlatih, datang ke stadion, atau terlibat di aktivitas sepak bola lainnya. Namun, ia tetap tak boleh bermain di laga resmi selama empat bulan. Suarez baru bisa memperkuat Barcelona di laga kompetitif saat menghadapi Real Madrid, Minggu (26/10/2014) mendatang. Selain itu, mantan pemain Liverpool itu diperbolehkan memperkuat Blaugrana dalam pertandingan ujicoba. "Saya sangat senang bisa kembali bermain sepak bola. Saya sebelumnya berada dalam situasi yang membuat saya merasa tak nyaman. Saya sudah membayar kesalahan saya dan sudah meminta maaf. Kejadian ini seharusnya sudah bisa dilupakan," tutur Suarez seperti dilansir situs resmi Barcelona. "Saatnya saya memikirkan masa depan, yakni bermain di Barcelona. Ini adalah klub impian saya. Saya merasa bersyukur atas apa yang telah klub lakukan selama beberapa pekan belakangan. Mereka memperlakukan saya dengan baik dan saya sangat mengapresiasinya," ia menambahkan. Suarez bisa tampil saat Barcelona berlaga di turnamen Joan Gamper Trophy, Senin (18/8/2014) melawan klub asal Meksiko, Leon.
Hukuman Diringankan, Suarez Siap Bayar Lunas Kesalahannya
BolaSkor - Sabtu, 16 Agustus 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Jumat, 26 Juni 2026
Luis Suarez: Saatnya Uruguay Tunjukkan Mentalitas 'Garra Charrua' saat Hadapi Spanyol
Kamis, 25 Juni 2026
Piala Dunia 2026 Disebut Kehilangan Kredibilitas, Presiden FIFA Dikritik Legenda Jerman
Kamis, 25 Juni 2026
Assim Madibo Dijatuhi Sanksi oleh FIFA Usai Sebabkan Ismael Kone Cedera
Rabu, 24 Juni 2026
Tidak Benci Barcelona, Jose Mourinho Ungkap Alasan Kembali Latih Real Madrid
Sabtu, 20 Juni 2026
Istvan Kovacs, Wasit yang Akan Mengenakan Seragam Spesial pada Laga Jepang vs Tunisia
Rabu, 17 Juni 2026
Presiden FIFA Puji Kehebatan Messi Usai Jadi Top Skorer Sepanjang Masa Piala Dunia
Minggu, 14 Juni 2026
FIFA Tetap Bayar Penuh Wasit Somalia yang Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026
Jumat, 12 Juni 2026
Ditolak Masuk Amerika Serikat, Omar Artan Cetak Sejarah Jadi Wasit Afrika Pertama yang Pimpin Piala Super Eropa
Jumat, 12 Juni 2026
Kalahkan Oman dan Mozambik, Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik 4 Tingkat
PILIHAN EDITOR
Selasa, 30 Juni 2026
Keterpurukan Timnas Jerman: Tidak Lagi Ditakuti Lawan, Bukan Tim Diesel, dan Terlalu Fokus dengan Sepak Bola Indah
Senin, 29 Juni 2026
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Senin, 29 Juni 2026
Cuma Loloskan Dua Tim ke Babak Gugur, Piala Dunia 2026 Jadi Cerminan Sepak Bola Asia
Minggu, 28 Juni 2026
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Kamis, 25 Juni 2026
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Kamis, 25 Juni 2026
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026