Gol tunggal kemenangan Belgia yang dicetak oleh pemain pengganti Divock Origi berawal dari aksi Hazard yang melewati beberapa pemain Rusia sebelum melepaskan umpan silang pendek ke Origi dari dalam kotak penalti. Assist di pertandingan malam tadi menjadi yang kedua bagi Hazard sepanjang Brasil 2014 ini. Namun, jika berbicara statistik permainan Hazard melawan Rusia, Hazard lebih dari sekedar sutradara di balik kesuksesan Belgia lolos dari fase grup Piala Dunia Brasil 2014. Bermain selama 94 menit, mobilitas Hazard mencapi 10,225 km dengan melakukan 46 kali sprint. Hazard yang beroperasi dari sektor kiri menjadi daerah dominan Belgia untuk menyerang pertahanan Rusia dengan 48 %. Sisanya, 41 % dari sektor kanan penyerangan Belgia dan 11 % dari sektor tengah. Hazard juga mencatat 66 % akurasi pasing dengan 25 kali passing sukses dari 38 kali total passing selama 94 menit, melakukan empat tembakan ke arah gawang Rusia, serta sukses melakukan 17 kali dribble sukses ke arah pertahanan Rusia maupun kotak penalti Rusia. Hazard pun mengaku puas dalam komentar pasca pertandingan dalam keterangan pers yang dilansir dari situs resmi FIFA. Playmaker asal Chelsea itu mengaku puas bisa menjadi game-changer melawan Rusia dengan assistnya kepada Divock Origi. "Kami tidak bermain baik selain dari 10 menit terakhir, namun pergantian pemain kami membawa angin segar. Secara personal, saya puas. Saya berusaha membuat perbedaan dalam pertandingan dan hari ini, saya melakukan itu di bagian akhir pertandingan." ujar Hazard. Menyisakan satu pertandingan terakhir melawan Korea Selatan di kota Sao Paulo pada tanggal 27 Juni mendatang, Belgia hanya perlu hasil imbang untuk memastikan diri lolos ke babak 16 Besar dengan menyandang status juara grup H.
Hazard: Saya Bangga Bisa Memberikan Perbedaan
BolaSkor - Minggu, 22 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 29 September 2026
Hasil UEFA Nations League: Italia Pesta Gol, Prancis Menang Dramatis
Senin, 28 September 2026
Berikut Cara Menonton serta Jadwal Live Streaming Belgia vs Prancis
Senin, 28 September 2026
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Belgia vs Prancis: Momentum di Era Baru Van Bommel dan Zidane
Sabtu, 26 September 2026
Belgia Akhiri Kutukan Berusia 54 Tahun atas Italia, Era Mark van Bommel Baru Dimulai
Sabtu, 26 September 2026
Italia Tumbang: Comeback Mancini Berakhir Pahit, Gli Azzurri Disiuli Fans
Sabtu, 26 September 2026
Hasil UEFA Nations League: Italia Dipermalukan di Kandang, Prancis Menang Tipis
Jumat, 25 September 2026
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Italia vs Belgia: Sama-sama Memasuki Era Baru
Sabtu, 11 Juli 2026
Buat Blunder Fatal Berujung Kekalahan Belgia, Senne Lammens Dapat Wejangan dari Legenda Spanyol
Jumat, 10 Juli 2026
Jeremy Doku, Faktor X Belgia yang Dapat Mengejutkan Spanyol
PILIHAN EDITOR
Jumat, 02 Oktober 2026
Drama di Penghujung Karier Cristiano Ronaldo: Diawali dari Erik ten Hag, Diakhiri oleh Jorge Jesus
Selasa, 15 September 2026
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
Senin, 07 September 2026
Kisah Cinderella Como, dari Serie D ke Panggung Tertinggi Liga Champions
Kamis, 03 September 2026
Analisis Taktik Xabi Alonso di Chelsea: Penguasaan Bola Rendah, Transisi Bermain Jadi Kunci
Selasa, 01 September 2026
Berakhir Pahit di Piala Dunia 2026, Warisan Lionel Messi Bertahan Selamanya dengan Timnas Argentina
Rabu, 26 Agustus 2026
Cerita Perjalanan Carlos Baleba: Darah Sepak Bola dari Keluarga, Bakti kepada Ibu
Rabu, 26 Agustus 2026
Siapa Igor Thiago? Menyempil di Antara Pemain Arsenal dan Duo Manchester dalam PFA Team of the Year
Senin, 24 Agustus 2026
Siapakah Alphadjo Cisse? Pemain 19 Tahun yang Mencetak Gol pada Debut bersama AC Milan
Jumat, 21 Agustus 2026
Prediksi Premier League 2026/2027: Arsenal Juara Lagi, Manchester United Bisa Bikin Kejutan
Kamis, 20 Agustus 2026