BolaSkor.com - Dejavu semifinal akan terjadi di final Liga Champions 2025/2026. Juara bertahan, Paris Saint-Germain (PSG), akan melawan Arsenal.
Pertandingan final akan dimainkan di Hungaria, tepatnya di Puskas Arena pada Sabtu (30/05) pukul 23.00 malam WIB.
Arsenal dalam misi mengakhiri penantian titel Eropa pertama melawan PSG yang unggul dari segi pengalaman.
Baca Juga:
Berada di Ambang Juara Premier League dan Liga Champions, Arsenal Telah Siapkan Rute Pawai
Dekati Akhir Penantian 22 Tahun, Peluang Juara Premier League Arsenal Kini Mencapai 87 Persen
Klasemen Terbaru Premier League: Arsenal Kian Dekat Akhiri Penantian Titel Liga
Terlebih, dalam perjalanan di fase gugur, PSG sudah teruji dengan menyingkirkan tim-tim besar seperti Chelsea, Liverpool, dan Bayern Munchen.
Sementara perjalanan Arsenal relatif lebih mudah menghadapi Bayer Leverkusen, Sporting CP, dan Atletico Madrid.
Prediksi Pandit Sepak Bola
Paris Saint-Germain (PSG) vs Arsenal (Laman Resmi Arsenal)
Gary Neville, pandit sepak bola, tidak melihat Arsenal memenangi titel Liga Champions dengan status mereka sebagai underdog (non-unggulan).
PSG jauh lebih baik dari gaya bermain, pengalaman, dan fakta di final musim lalu melumat Inter Milan dengan skor telak 5-0.
"Di final Liga Champions, mereka perlu memikirkan kemampuan dan kekuatan pertahanan mereka, dan memikirkan bagaimana mereka bisa mengalahkan tim yang lebih baik dari mereka selama 90 menit," papar Neville dikutip dari Sky Sports.
"Karena PSG lebih baik dari mereka, Anda tidak bisa mengabaikan itu. PSG adalah tim yang lebih baik daripada Arsenal saat ini, dan mereka telah membuktikannya selama dua musim terakhir."
"Bagi Mikel Arteta, ini adalah kesempatan untuk naik ke level yang lebih tinggi karena memenangkan Liga Champions akan luar biasa."
Menurut Nevill, Arsenal jauh lebih siap memenangi Premier League untuk kali pertama sejak 2004 ketimbang Liga Champions.
"Rasanya ini adalah momen yang tepat bagi Arsenal untuk memenangkan Premier League, tetapi rasanya bukan momen yang tepat bagi mereka untuk memenangkan Liga Champions," imbuh Neville.
"Rasanya ini adalah momen bagi PSG untuk memenangkan gelar juara liga dua kali berturut-turut dan bagi Luis Enrique untuk menempatkan dirinya di jajaran pelatih hebat yang telah melakukan hal ini," urainya.