BolaSkor.com - Penjaga gawang Cremonese, Emil Audero Mulyadi, mengalami insiden tidak menyenangkan pada pertandingan melawan Inter Milan.
Inter Milan berhasil menekuk Cremonese dengan skor 2-0 pada pertandingan lanjutan Serie A 2025/2026, di Stadio Giovanni Zini, Senin (2/2).
Dua gol Inter dikreasikan Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski. Tambahan tiga poin itu pun membawa Inter kini unggul delapan angka dari AC Milan yang berada di posisi kedua.
Baca Juga:
Klasemen Terkini Serie A: Inter Milan Unggul Delapan Poin dari AC Milan
Hasil Pertandingan: Inter Milan dan Juventus Petik Tiga Poin, Manchester City Batal Menang
Jadwal dan Link Streaming Cremonese vs Inter Milan, Senin 2 Februari 2026
Namun, kemenangan Inter tercoreng dengan pelemparan petasan yang dilakukan oleh penonton dari tribun tim tamu.
Akibatnya, Emil Audero yang berada di dalam kotak penalti jadi korbannya. Ia mengalami luka bakar pada bagian kaki dan pertandingan pun sempat dihentikan.
Pelakunya Pendukung Inter Milan?
Untungnya, Emil Audero masih bisa melanjutkan pertandingan hingga peluit panjang.
Kecaman pun diberikan kepada pendukung Inter yang dianggap sebagai dalangnya.
Berdasarkan laporan Gazzetta dello Sport dan Corriere della Sera, pelaku bertindak secara individu.
Bahkan, ia terluka ketika ingin melakukan pelemparan kedua pada lima menit berselang.
Sang pelaku teridentifikasi setelah mendatangi rumah sakit di Cremona dengan cedera parah pada bagian jari tangan. Kabarnya, tiga jarinya dilaporkan hancur.
Laporan lain mengatakan pelaku pelemparan petasan juga sempat menjadi bulan-bulanan suporter Inter yang tidak setuju dengan aksinya.
Emil Audero Bagian dari Inter
Kejadian itu membuat Lautaro Martinez buka suara. Ia menegaskan Emil Audero juga punya peran bagi Inter.
"Hal seperti ini tidak boleh terjadi. Kami para pemain juga manusia. Kami harus berhati-hati soal hal ini," jelas Lautaro kepada DAZN.
"Kami meminta maaf kepada Audero yang menjadi juara bersama kami dengan bintang kedua. Kami juga meminta maaf kepada seluruh suporter di Cremona. Hal-hal seperti ini pantang terjadi," tegas Lautaro.
Insiden kali ini membuat Inter bisa mendapatkan hukuman denda. Selain itu, suporter Inter juga berpeluang dilarang mendukung secara langsung di stadion.